Markas Mata Libra, Kembang.
Keesokan harinya, pagi hari, seperti biasa Bayu pergi ke lobi untuk menyantap sarapan. Di sana dia sudah melihat beberapa pegawai bekerja, dengan Aarifa yang tidur di sofa seperti biasa. Lamria dan Irina akan mulai bekerja hari ini. Oleh sebab itu, sebenarnya kini keberadaan Lamria sudah diketahui oleh Federasi, secara mereka mempunyai database setiap anggota guild di Nusa. Tidak akan membutuhkan waktu lama sebelum Lamria dan Aruna diketahui Endra.
Sebelum itu terjadi, Lamria katanya sudah membuat rencana untuk Mata Libra dapat melebarkan sayapnya ke seluruh Nusa. Saat ini, guild hanya beroperasi pada daerah sekitar Kembang dan Sentral saja. Namun, dengan koneksi Lamria, dia bakal mengembangkan ke seluruh Nusa. Dan agar itu bisa terwujud, Lamria menyuruh Bayu untuk membuka lowongan kerja lagi bagi pegawai dan avonturir.
Bayu tentu menyetujuinya, apalagi pemberitaan dari Fara akan Mata Libra sebagai guild Panji the Killer akan keluar nanti siang. Bayu menunggu saat itu, untuk mengetahui reaksi lawan-lawannya.
Selain pegawai dan Aarifa, Bayu tidak menemukan para avonturir di sana. Kenapa? Karena mereka saat ini sedang berlatih di lapangan guild. Kemarin setelah Bayu menyarankan mereka untuk konsultasi ke Aarifa, dokter pemabuk itu tidak segan membuatkan menu latihan bagi masing-masing avonturir sesuai dengan kebutuhan mereka untuk menjadi lebih kuat.
Bayu menuju ke Mutia, meminta sarapan, namun sebelum Mutia mengambilkan sarapan seperti biasa. Pegawai perempuannya itu mengadu "Guildmaster, bukan saya tidak mau, tapi kapan anda akan memikirkan soal chef atau bartender? Anda tahu ini bukan pekerjaan saya."
Bayu semerta mematung, ia lalu mencatat kembali hal lama yang sudah seharusnya ia lakukan. Mutia berlalu mengambilkan sarapan.
Selagi memakan sarapan, Irina datang menghampiri, duduk di samping Bayu, menunggui atasannya selesai sarapan. Beres, Bayu bersama Irina kembali ke ruangannya.
"Ada apa?" Tanya Bayu seraya kembali ke belakang meja.
"Baru saja saya mendapatkan panggilan dari Federasi."
"Federasi? Kenapa mereka memanggil?" Bayu berpikir mungkin mengenai Panji the Killer, namun ternyata bukan.
"Ketua Federasi, Jaka, berkata kalau pelelangan akan dilakukan minggu depan, pukul delapan malam."
Bayu seraya menepuk jidat, "Aku lupa tentang itu."
Sungguh Bayu benar lupa, ia juga tidak menyuruh Ayu untuk melanjutkan pengawasan pada Federasi, karena saking banyaknya hal yang harus ia waspadai saat ini.
"Baiklah, atur jadwalnya, apa ada hal yang harus kuperhatikan ketika pelelangan?"
Irina mengangguk, "Baik, Guilmaster. Untuk yang perlu diperhatikan, pertama acara akan diadakan di aula utama markas besar Federasi Nusa, kedua, memakai pakaian formal, ketiga, setiap guild maupun instansi hanya boleh mengirimkan maksimal empat orang, ini termasuk pengawal dan staf. Untuk aturan sistem pelelangan itu sendiri cukup panjang, saya akan mengirimkannya ke ponsel Guildmaster setelah ini."
"Oke, ada lagi yang ingin disampaikan?"
"Hm, ah, Manager Lamria akan bertemu anda siang ini untuk membicarakan soal rencana pengembangan guild—"
"Um—" Bayu memotong sembari mengangkat tangannya, "Apa itu perlu dilaporkan juga, kurasa Lamria bisa datang ke sini saja kalau memang ingin sesuatu."
"Maaf, Guildmaster, tapi itu tidak bisa. Kita harus mulai merincikan setiap jadwal dan prosedur agar teratur. Pada masa tahap awal seperti sekarang merupakan tahap yang ideal untuk membiasakan diri."
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AçãoKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
