Dalam stasiun lama yang merupakan salah satu saksi sejarah Nusa satu abad yang lalu, kini sepasang lelaki dan perempuan saling berhadapan. Si lelaki terlihat kesal dengan wajah merah padam, sedangkan si perempuan tampak senang dengan senyum tersungging di wajahnya.
Dimitri semakin bersemangat dengan Anggi yang berani berjalan penuh percaya diri untuk menghadapi dirinya sendiri, belum lagi dia juga mendengar perintah Anggi yang menyuruh rekannya untuk menyelamatkan hewan peliharaan yang telah menjadi kesayangannya. Dimitri bersinar.
"Hmph! Kau pikir aku akan membiarkan orang-orang di belakangmu pergi begitu saja?!"
“Kenapa kamu berpikir kita butuh izinmu?”
Anggi lalu melirik ke belakang, melihat Ratna yang telah kembali dari tempat Priam.
"Anggi! Aku sudah tahu tempatnya!"
"Pergi!"
Ratna langsung berlari sambil mengubah tubuhnya menjadi gas.
"Sudah kubilang, kau pikir aku akan membiarkan kalian pergi!" Dimitri mengamuk, menodongkan pistol ke arah Ratna. Tapi, tiba-tiba seluruh bulu kuduk di tubuhnya merinding. Dimitri seketika merasakan aura intens yang menusuk ke dalam dirinya. Tubuhnya serta merta bergemetar kencang, dengan keringat yang mengalir di tengkuk.
Dimitri menoleh ke asal aura. Di sana ia melihat Anggi dengan tangan menyilang di dada menatap dingin. Inten kill membuat tekanan atsmosfer di seluruh ruang stasiun membuat orang sulit bernapas.
Dimitri untuk kedua kali dalam hidupnya merasa kalau dirinya bertemu dengan seorang predator yang siap memangsanya. Pertama kali dia merasakan ini adalah sewaktu dia bertemu dengan Raja Lucionation., dan sekarang dia tidak berpikir akan menemukan orang yang memiliki inten aura yang sama menyeramkannya.
'Siapa sebenarnya perempuan ini?!'
"Mau ke mana kau? Diam di tempatmu, urusanmu sekarang adalah aku. Jadi bersiaplah."
Dimitri menelan ludahnya, mulutnya mulai berseri lebar, tidak ia kira akan bertemu seseorang seperti Anggi ketika menerima misi ke Nusa, yang termasuk negara lemah.
"Ratna, pergi! Kenapa kamu juga malah diam kayak patung?" Teriak Anggi yang melihat Ratna berhenti melangkahkan kakinya.
Ternyata Ratna juga sewaktu merasakan aura intens dari Anggi, semerta ikut berhenti karena seluruh tubuhnya seakan menjerit ketakutan. Ia hanya bisa mematung merasakan tiap keringat yang perlahan mengalir ke seluruh badannya. Barulah ketika Anggi menyadarkannya, ia bisa kembali bergerak, langsung mengangkutnya ke tempat Vanessa disekap.
'Inikah Anggi?! Dia lebih menakutkan dari biasanya!'
Dimitri melihat Ratna berlari pergi lalu menjadi gas ke arah tempat ia mengurung Vanessa. Dimitri ingin sekali menghentikannya, namun ia tidak bisa karena adanya sosok Anggi. Dia merasakan kalau selangkah saja ia mengejar Ratna, perempuan berkacama hitam itu, akan segera membunuhnya. Keringat mulai mengalir di pelipisnya, Dimitri benar-benar telah terintimidasi.
"Aku tidak tahu kalau Nusa punya seseorang sepertimu?"
"Wajar, warga Nusa sendiri banyak yang tidak tahu, tapi kalau kau mau mencari, masih ada orang lebih menyeramkan lagi."
"?"
Dimitri tidak memercayai omongan Anggi, kalau memang ada yang lebih seram dari pada perempuan di depannya, seharusnya Nusa sudah tidak dianggap sebagai negara lemah. Kalau memang benar ada, ke mana saja mereka? Tidur! Dimitri merasa kalau Anggi sedang bercanda dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
ActionKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
