103

75 10 0
                                        

Keesokan harinya di markas Mata Libra, Kembang.    

Bayu memanggil Yudha dan Darius ke kantornya. Dia memberitahukan kepada mereka berdua perihal keikutsertaan Mata Libra dalam acara Guild Fair yang akan diadakan dua minggu lagi. Bayu meminta Yudha dan Darius untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk acara itu, seperti menyewa dan mendirikan tenda, membuat brosur atau pamphlet (walau Bayu sendiri tidak yakin akan berguna), dan peralatan yang akan digunakan di dalam tenda.    

Bayu juga sudah menyertakan dana yang bisa mereka pakai, karena belum adanya sekretaris dan bagian keuangan, Bayu saat ini masih harus mengatur segala jadwal dan keuangan guildnya sendiri.    

Setelah masalah Guild Fair selesai, Bayu kemudian memberikan kumpulan file kepada Darius. File-file ini merupakan daftar dan rincian setiap misi yang harus Darius masukkan ke aplikasi Mata Libra agar bisa diakses oleh avonturir. Semua misi berupa perburuan buronan yang sudah Bayu sortir tingkat kesulitannya berdasarkan kekuatan para buronan yang dia dan Ayu baca di buku.    

Bukan itu saja, ada hal spesial dari misi perburuan buronan yang Bayu berikan, dan tidak ada di tempat lain. Hal itu adalah lokasi terkini setiap buronan, jadinya ketika avonturir mengambil misi, dia bisa menguhubungi resepsionis untuk mencari tahu lokasi buruannya terkini. Nantinya resepsionis guild, akan memberikan koordinat lokasi sesuai dengan informasi yang ia terima dari Bayu.    

Setelah ia memberikan file itu, Bayu pun menyilahkan ke duanya kembali ke meja kerjanya masing-masing.    

"Ini—apa ini benar bisa dilakukan?" Tanya Darius kepada Yudha, setelah ia membaca instruksi Bayu pada salah satu file yang ada di komputernya.    

Yudha yang meja kerjanya berada di sebrang Darius mendengar pertanyaan itu, dia menyengir kepada rekan barunya. Yudha saat ini sudah mengetahui kekuatan buku putih Bayu setelah ia diceritakan tentang kejadian di Sentral sebelumnya.    

"Tentu saja itu bisa dilakukan. Guildmaster adalah ahlinya dalam mencari informasi, dia bisa mengetahui segala hal tentang orang lain, dari apa yang dia kerjakan saat ini hingga rahasia terdalam mereka. Oleh karenanya, Mbak Anggi dan dokter terkadang menyebut Guildmaster sebagai master penguntit, walau ia sebenarnya adalah seorang Bookmaster."    

"Bookmaster?"    

"Yup! Itu adalah julukan baginya, setidaknya itu yang Guildmaster katakan. Walau menurutku sendiri, mengingat kekuatannya, master penguntit memang cocok sih…"    

Tringgggg!    

"…" Yudha berhenti bicara, melihat telepon yang berbunyi. Ia menelan ludahnya, menekan tombol loudspeaker pada telpon di mejanya.    

"Jangan bicara yang aneh-aneh kepada karyawan baru, kalau ada rumor aneh tersebar, aku harap kau siap akan konsekuensinya."    

Tuuut… Tuuut….    

Panggilan tertutup setelah suara bernada datar dari atasan mereka bergema ke seluruh ruangan kantor.    

"… bisa lihat sendiri, kan? Guildmaster terlalu menyeramkan," Yudha merinding mengingat kembali suara dari telpon tersebut.    

Darius ketika inilah baru sadar kalau guildmasternya lebih menyeramkan dari yang ia duga. Dia sudah tahu tentang kemampuan Bayu sebagai informan ketika diceritakan tentang andil Mata Libra dalam menyelamatkan Sentral. Tapi, tidak sampai seperti ini. Informasi yang bisa mengetahui letak musuh di mana pun dia bersembunyi, apa yang mereka lakukan saat ini, apa yang mereka rencanakan. Ini—terlalu menakutkan dan creepy.    

Sekarang Darius mengerti akan ancaman Bayu tentang pengkhianatan. Sedikit saja dia memiliki niat untuk membangkang, nyawanya pasti telah melayang.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang