162

82 11 0
                                        

Di langit yang diterangi bulan, Mary mengayunkan tangannya, memerintahkan dua puluh lima naga untuk menghujani dua buah kapal induk beserta sekitarnya. Teriakan naga, pergesekan udara serta riuh lautan membuat keadaan semerta menjadi layaknya suara kehancuran dunia.    

Para pasukan Divisi Sepuluh milik Hakam dan Divisi Sebelas milik Desir seketika panik, berteriak berlarian ke sana kemari mencari perlindungan.    

"Hakam!"    

Teriak Desir sebelum ia melesat terbang menuju sepuluh naga yang mengarah ke kepal induk miliknya. Pada kapal induk milik Divisi Sebelas, terdapat sebuah tank besar yang berisi pasir. Seraya Desir terbang, bagian tubuh bawahnya berubah menjadi pasir yang berputar seperti tornado mini.    

Menghadapi sepuluh naga besar itu, bulir keringat keluar dari kening Desir, dengan ayunan tangan dan pikirannya, Desir memanggil semua pasir pada tank kapal, lalu membentuk lapisan pelindung yang padat.    

"[Sands Wall]!"    

BOooooooOOOOOM!! BoooooMMM!!    

Berkali-kali Desir mendengar suara ledakan yang menghantam tembok pasirnya, mengikis temboknya, yang lalu ia padatkan kembali dengan mengerahkan segenap aura yang ia miliki.    

"AAAAAAA!!!"    

Desir berusaha kuat menahan serangan hingga darah mulai keluar dari hidung dan mulutnya, matanya memerah merasakan dorongan yang semakin tidak bisa ia bendung. Hingga pada tiga naga terakhir, yang menerjang bersamaan, tembok pasir Desir tertembus. Satu naga air menghantam Desir mendorongnya hingga ke dek kapal, menanamkan tubuhnya hingga ke dasar.    

DAAAAANGGG!    

"Hueeek!" Desir memuntakah darah, dada dan tulang rusuknya remuk.    

Duaaaaar! Duaaaaaaarrrrrr!    

Dua naga lainnya menghantam kapal, mengguncangnya kuat. Kapal induk terasa seperti terhempas badai lautan yang besar, Desir yang masih terbaring kesakitan seketika terlempar ke sana kemari.    

"Bangsattt!"    

Di lain kapal, lima belas naga menyerang kapal induk milik Divisi Sepuluh milik Hakam. The Goliath tidak bisa terbang, ia melompat tinggi lalu dengan pukulannya ia membelokkan serangan naga satu persatu.    

Tapi, sekuat apa pun Hakam, ia tidak mampu menghalau semua serangan naga secara bersamaan. Lima naga berhasil menghantam kapal, menghancurkan hampir sebagian kapal induk, yang berhasil membuat kapal itu mulai miring untuk tenggelam.    

"Tidak akan kubiarkan!"    

Bang!    

Hakam segera menendang sisi kapal yang terangkat, mengembalikan posisi kapal seperti semula. Tapi, kebocoran besar kini tidak bisa dihindarkan.    

"Pergi ke perahu darurat dan flyingboard. Pilot langsung menuju pesawat dan heli yang masih tersedia. Perawat suruh ke kapal selam! Sekarang!"    

Hakam lalu memandang gadis kecil di sana, yang tampak tenang walau telah melakukan serangan besar bertubi-tubi seperti tadi. Hakam tahu betul serangan apa yang ia terima barusan, [Five Elements Dragons] adalah serangan yang biasa digunakan oleh Jasper sebagai salah satu teknik penghabisannya. Tapi, sekarang ia melihat teknik penghabisan ini dilesatkan dengan sangat mudahnya oleh seorang gadis kecil.    

'Candaan macam apa ini?!'    

…..    

…    

.    

Dalam kekacauan yang diciptakan Mary, para pasukan Union bahkan Hakam dan Desir tidak menyadari kalau terdapat tiga orang yang sedang duduk santai di salah satu atap tertinggi kapal induk milik Hakam.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang