148

91 15 0
                                        

Markas Mata Libra, Kota Kembang.    

Lima hari telah berlalu, siang nanti Bayu akan berangkat ke Sentral untuk mengikuti pelelangan esok harinya. Sebelum mengikuti pelangangan, Bayu berencana akan mengunjungi rumah keluarganya dulu.    

Selama lima hari ini, Bayu dan para pegawai serta avonturir di guild benar-benar sibuk. Misi-misi banyak datangan, dari misi tingkat E hingga A. Membuat para avonturir capek sekaligus senang karena mulai banyak ragam misi yang dapat mereka pilih. Bukan itu saja, selain misi, Mata Libra juga melakukan berbagai kerja sama dengan beberapa perusahaan dari berbagai bidang, seperti kuliner, keamanan, fashion dan senjata.    

Selain bidang keamanan, perusahaan di bidang lain akan membeli hasil buruan monster avonturir dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya. Oleh karena itu, kini Mata Libra wajib memasok cukup banyak hasil buruan kepada perusahaan-perusahaan itu setiap bulannya.    

Lamria sendiri pada awalnya kurang yakin ketika dia mengajukan proposal tentang kesepakatan ini, namun Bayu meyakinkannya karena jumlah dari semua kesepakatan itu masih belum sulit untuk dipenuhi. Oleh karena itu, jumlah yang terpaut banyak bagi Lamria, akan mudah diselesaikan oleh Anggi dalam beberapa hari. Tentu saja Bayu tidak akan langsung menyuruh Anggi, karena dia butuh monster-monster itu sebagai misi untuk melatih avonturirnya. Anggi hanya akan menyelesaikannya jikalau kuota tidak terpenuhi pada minggu terakhir setiap bulannya.    

Lamria mengerti, ia juga menanyakan rencana lain jika Anggi tidak ada. Bayu berkata masih ada dirinya, Aarifa ataupun Mary. Mendengar hal itu, Lamria barulah lega dan melakukan negosiasi kerja sama dengan para perusahaan itu.    

Misi dan kerja sama berjalan lancar, begitu pula dengan pembangunan dan pembaharuan fasilitas guild. Kini lapangan latihan telah memiliki lapisan pelindung yang dapat menahan setidaknya lima serangan platinum. Bukan itu saja, permukaannya pun sudah diperkuat agar bisa menahan segala benturan hingga mencapai kekuatan tiga platinum. Di samping kanan lapangan, didirikan pula kursi tribun penonton yang menaik dengan lebar lima kursi dan panjang lima belas kursi.    

Yudha sebagai penanggung jawab pembangunan, merasa pembaharuan lapangan sudah cukup untuk saat ini, karena sisa dana yang diberikan akan dipakai untuk membeli beberapa alat penunjang latihan. Bayu sendiri memutuskan untuk memasang lapangan itu kini dengan sebutan Arena. Oleh karena itu, tempat itu sudah tampak seperti arena pertarungan.    

Setelah Arena, pembangunan ruang penelitian sejarah mitos telah selesai. Buku-buku milik Bayu tentang sejarah dan mitos kini disimpan di sana. Begitu juga beberapa artefak yang mengganggu untuk diteliti.    

Ruangan penelitian itu telah dihuni oleh Puan sejak ia kembali dari Sentral. Jujur, perempuan itu setelah masuk tidak pernah keluar lagi, untuk makan pun, Mutia harus mengantarkannya, karena kalau tidak Puan tidak akan menyantap apa pun pada hari itu.    

Lamria sendiri telah merencanakan sesuatu bagi Puan sejak ia tahu ada sosok sejarawan mitos selain Bayu. Lamria akan mengadakan berbagai workshop, seminar, serta kerjasama penelitian dengan berbagai instansi.    

Sekalian dengan gedung penelitian, bangunan lain yang dikerjakan sebelum Lamria datang, yakni gedung penyimpanan bahan mentah monster pun telah selesai. Dan kini sudah dipakai oleh guild untuk menyimpan hasil buruan para avonturir.    

Masalah pembangunan, hanya tinggal peluasan wisma dan klinik saja, yang di mana masing-masing sudah 50% selesai. Untuk masalah taman dan pekarangan, Yudha menyerah karena tidak mengerti soal estetika keindahan, sehingga menyerahkannya ke Irina.    

Melihat perkembangan markas yang cepat membuat Bayu senang dan juga khawatir. Senang karena guildnya semakin layak, cemas karena itu merupakan tanda kalau pekerjaan akan semakin menumpuk, serta khawatir pula pada Yudha.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang