Markas Mata Libra, Kota Kembang.
Dalam ruangan kerja Bayu, duduk di depan mejanya, seorang lelaki berparas cantik, yang selalu memejamkan matanya. Lelaki itu mengumbar senyum tipis sejak ia masuk ke ruang kerja Bayu. Krata yang tidak tahu akan identitas asli Panji, awalnya agak terkejut ketika masuk. Karena dari penglihatan inderanya, sosok yang berada di ruang guildmaster tersebut tidak ia sangka adalah Panji the Killer yang ditemuinya dalam pertarungan Samudra Pasifik.
Bayu yang melihat Krata tampak kebingungan hanya bisa menceritakan kenyataan kalau dia adalah Panji si Pembunuh. Bayu pikir setelah dia menceritakan hal itu kepada Krata, lelaki itu akan mewaspadai dirinya sendiri. Namun, bukannya berbanding terbalik, Krata tampak bermuka cerah dan mengumbar senyum.
Sekarang lelaki itu terus tersenyum seperti orang gila. Setidaknya itu yang ada dalam pikiran Bayu, apalagi sedari tadi, tidak ada satu kata pun dari mereka yang berbicara. Situasi sudah hening sekitar lima menit. Bayu muak setelah lima menit memandangi wajah cantik seorang pria yang tersenyum
"Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan di sini?" Bayu yang sudah tidak tahan lagi dengan keadaan pun akhirnya mulai bertanya.
"Hahaha! Maaf, maaf, saya hanya tidak menyangka kalau Bayu Rivertale adalah Panji si Pembunuh. Kenapa anda repot-repot menggunakan identitas lain?"
" … Saya rasa pertanyaan tersebut tidak perlu dijawab sama sekali."
"Hahaha! Tentu saja."
Bayu melihat lelaki di depannya masih saja tertawa, seperti baru melihat suatu yang sangat menggelikan.
'Apa aku sebagai Panji itu lucu?'
'Apa maksudmu dengan mungkin?'
Bayu menghela napas panjang, kembali memusatkan perhatian pada lelaki yang dinyatakan terkuat di hadapannya. Begitu pula dengan Krata, yang lebih baik menyelesaikan urusannya di Mata Libra.
"Guildmaster Bayu, apa yang akan kamu lakukan di Britania?"
"Tidak ada, sebaliknya, apa yang diinginkan Britania dengan melakukan penyerangan ke dua negara?"
Krata terdiam sejenak, ia juga tidak mengerti apa yang sebenarnya mendasari tindakan Britania menyerang Hexagone begitu saja, dan sekarang mereka malah mau menyerang Nusa.
"Kami Union, akan berbicara terlebih dahulu dengan mereka. Saya hanya harap kalian, Mata Libra, mau menahan diri dulu. Kami juga tidak tahu dan ingin tahu akan alasan dari tindakan Britania."
Bayu sebenarnya bukan tidak tahu. Ia tahu apa yang ingin dilakukan oleh Brutania dari buku Perdana Menteri mereka, tetapi, di dalam buku yang dituliskan kalau tindakan Britania dan Perdana Menteri ini adalah suatu instruksi dari seseorang misterius yang bahkan Perdana Menteri itu sendiri tidak mengetahui identitasnya.
Jadinya, bagi Bayu, Perdana Menteri dan Kerajaan Britania itu sendiri hanyalah boneka yang dikendalikan oleh sosok misterius ini. Oleh karenanya, tujuan Perdana Menteri bukanlah tujuan yang penting bagi Bayu, tujuan orang di balik layarlah yang harus ia pikirkan. Bayu tidak mempunyai buku tentang si dalang ini, membuatnya agak waspada dengan intensi sosok misterius itu.
"Krata, apa menurutmu semua ini benar-benar murni keinginan Britania?"
Krata mengerutkan dahinya, "Apa maksudmu?"
"Bagaimana kalau sebenarnya ada sosok orang atau organisasi yang mengendalikan Britania di balik layar?"
Krata semakin mengerut, "Bila memang ada, hanya ada satu organisasi yang ada pikiranku. Tapi, bagaimana orang atau organisasi itu bisa mengendalikan sebuah negara. Saya rasa itu agak mustahil."
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AcciónKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
