93

85 14 0
                                        

Dua minggu telah berlalu semenjak Bayu tertidur menjalani konsekuensi dari pemakaian [Slot Page]. Kemarin pagi, ia telah terbangun, namun seperti sebelumnya, tubuhnya terlampau lemas untuk bisa ia gerakan bebas. Sehingga pada akhirnya, Bayu hanya bisa duduk di kursi terbang yang selalu ia pakai, atau berbaring di sofa sampai kekuatan tubuhnya pulih kembali.

Dalam dua minggu ini, Margareth telah lebih dulu pergi ke Kembang untuk menemui Vanessa. Wanita paruh baya itu sangat cemas akan kondisi sahabatnya. Tentu saja, dia tidak ke Kembang sendiri. Margareth saat ini menjadi salah satu perhatian dunia, karena anggapan kalau dia adalah klien yang merahasiakan keberadaan Vanessa. Oleh karenanya, sebelum Bayu tertidur, ia telah meminta Anggi untuk mejemput dan mengantar Margareth ke markas Mata Libra di Kembang, secara sembunyi-sembunyi.

Anggi tentu saja menyanggupi, dia langsung berangkat ke Sentral sehari setelah beristirahat di markas. Meninggalkan Ratna dan rekan dari tim penyelamatnya di Kembang. Barulah seminggu setelah penyerangan ke Sentral oleh Lucionation berakhir, Anggi dan Margareth pergi ke Kembang pada malam hari menggunakan mobil jip terbang milik Anggi.

Sesampainya di markas, Ratna yang melihat kondisi Vanessa yang tertidur pulas di ranjang pasien dengan badan yang kurus kering seketika menangis, membayangkan penyiksaan yang diterima temannya selama ini. Dan dengan ini, misi pertama guild Mata Libra pun sukses dilaksanakan.

Sesuai dengan perjanjian, Anggi sebagai avonturir yang menerima misi mendapatkan hadiah uang yang lumayan banyak, tentu jumlahnya sudah dipotong oleh guild sebesar sepuluh persen. Namun, uang yang didapat tetaplah besar, walau Anggi tidak terlalu mementingkan akan materi karena ia telah memiliki cukup banyak harta dari pekerjaannya selama di PIN. Anggi menetap sehari di markas sebelum akhirnya berangkat kembali ke Sentral untuk menjemput bosnya.

Kini Bayu sedang berbaring di sofa sambil memainkan permainan tetris di ponselnya. Telivisi di depannya menyala memberitakan situasi setelah perang di Akademi saat ini, dan membicarakan kemungkinan terjadinya serangan lanjutan dari Kerajaan Laut Selatan. Bayu setelah membaca seluruh situasi dari buku-bukunya selama dua minggu ini, dia sudah tidak terlalu tertarik lagi dengan perang atau apa pun itu yang sedang marak dibicarakan oleh para media.

Anggi saat ini sedang pergi ke bengkel mobil untuk servis demi menjaga kinerja mesin tetap optimal. Karena besok Bayu dan Anggi sudah berencana untuk pulang ke Kembang.

"Apa kamu yakin mau pulanng besok, Bay? Kamu aja kelihatan masih lemas begini?" Olivia seketika mendatangi Bayu sembari membawa teh hangat dan sepiring tempe mendoan yang langsung ia letakkan di meja. Olivia pun duduk di sofa samping sofa panjang yang Bayu tiduri.
"Ma, apa jadinya guild yang Bayu dirikan? Kalau guildmasternya libur mulu?"

Olivia tertawa kecil mendengar ini, "Kamu ini! Kayak yang bakal langsung kerja aja di Kembang nanti, paling juga kamu tiduran lagi terus nyuruh Anggi ini itu."

"..."

Bayu tidak berani membalas pernyataan ibunya itu, karena sesungguhnya itulah yang mungkin akan ia lakukan. Jari jemari di ponselnya sejenak berhenti memikirkan alasan sebelum akhirnya bergerak kembali sebelum permainan itu akan game over.

"Ma, Bayu ke Kembang bukan ingin tiduran kok, di sana Bayu harus menolong Vanessa dengan kondisinya saat ini. Dengan kekuatan yang Bayu punya, diva internasional itu akan kembali sempurna seperti semula."

'... bisakah kau diam sebentar? Ini aku sedang mencari alasan buat Mama, bukan menambah masalah dengan apa yang kau bicarakan tadi. Ugh! Kepalaku rasanya mulai pening.'

'Haaaa... sungguh aku tidak peduli dengan semua ini lagi. Sungguh.'

***

Keesokan harinya, waktu telah menjelang siang, Bayu dan Anggi telah siap untuk pergi kembali ke Kembang. Mereka sudah memasukkan barang-barang cinderamata dari Sentral untuk anggota guild lain di markas.

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang