Markas guild Ishvara, bagian utara Kota Sentral.
Setelah menyaksikan tayangan siaran langsung yang disiarkan Endra, Guildmaster Selina merasa sedikit frustasi. Ia menggigit kuku-kuku ibu jarinnya sambil berpikir keras tentang kejadian yang saat ini sedang terjadi.
Selina tentu tahu tentang kudeta Endra dari Presiden Jihan, yang kemarin-kemarin menawarkan misi untuk melindungi presiden tersebut dari serangan Endra. Selina saat itu tentu saja menolak permintaan tersebut. Sama dengan guild-guild yang lain, mereka, Ishvara, tidak mau melibatkan diri dalam suatu perebutan kekuasaan sebuah negara. Itu bukanlah tugas mereka. Persekutuan bukanlah institusi yang ingin terikat pada kegiatan politik!
Namun sekarang masalahnya malah jauh berbeda dari yang Selina bayangkan. Ishvara memang tetap tidak mau terlibat dalam keributan Nusa, tapi NUKLIR!
Apa yang terjadi jika senjata itu meluncur ke Sentral? Markas mereka akan hancur! Apa itu masalah besar? Tentu saja tidak. Karena bagi guild sebesar Ishvara, mereka dapat membangun markas baru mereka di tempat lain, bahkan dengan fasilitas yang lebih baik. Hanya saja, Selina merasa teracuhkan karena tempat miliknya dengan seenaknya akan hancur akibat pertikaian yang bukan urusannya sama sekali.
Harga diri Selina terasa dicoreng oleh Endra, yang tidak menjelaskan dirinya serta guildnya, Ishvara, yang jelas berada di Sentral juga. Ancaman menuklir Sentral, di telinga Selina sama saja seperti Endra mengancam guildnya.
Ke dua mata Guildmaster Selina tiba-tiba berubah dingin.
“Apa yang akan kita lakukan, Guildmaster?” Di depan meja Selina, telah duduk Priam yang seraya bertanya.
"Mari kita lihat dulu situasi Sentral saat ini."
Selina pun beranjak dari kursinya, ia menghubungi pegawainya, menyuruh mereka mengumpulkan para petinggi guild untuk berkumpul di aula rapat guild. Para petinggi Ishvara terdiri dari, avoturir kelas emas, kelas platinum dan para direktur dari segala divisi.
Sesampainya Guildmaster Selina di ruang rapat, ia duduk di kursinya, menunggui para anggotanya untuk datang. Sembari menunggu, Selina mencoba menghubungi Guildmaster Ramsay, dan Guildmaster Anggo, yang secara, mereka berdua juga merupakan dua Guildmaster dari guild emas yang berdomisili di Sentral.
Selina berhasil mengontak Guildmaster H&S, Ramsay.
Dalam percakapan ke duanya, Selina menanyakan sikap yang akan dilakukan oleh H&S dalam situasi saat ini. Namun, sama seperti Selina, Ramsay pun baru akan mengadakan pertemuan di dalam guildnya untuk menentukan langkah mereka. Akankah ikut berperang melawan ASAD, mencoba kembali melindungi Sentral dari bahaya? Atau akankah menjauhkan diri dari konflik dengan pergi dari Sentral?
Ke duanya sama-sama belum mendapat keputusan, mereka harus bertanya dulu ke anggota guild tentang apa yang ingin dilakukannya nanti.
Selina lalu bertanya soal Anggo, karena ia tidak bisa menghubunginya dari tadi. Apa yang dikatakan Ramsay berikutnya, membuat Selina tertegun. Karena Ramsay bekata kalau ia sudah mencoba menghubungi Guildmaster Anggo sejak tiga hari lalu, di mana Nusa menawari guildnya pekerjaan melindungi Jihan.
Ramsay menolak pekerjaan itu, tetapi karena dia kenal sekali dengan tabiat guild Black Garden yang tidak mengenal etika. Ramsay merasa kalau guild tersebut bisa saja menerima permintaan dari Jihan tersebut.
Tetapi yang tidak Ramsay sangka, Presiden Jihan malah menanyakan keberadaan Guildmaster Anggo padanya. Merasakan ada yang aneh setelah pertemuannya dengan Jihan. Ramsay langsung mencoba menghubungi Anggo, namun dalam tiga hari terakhir ini ia tidak mendapatkan hasil sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AcciónKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
