Dimitri melihat perempuan yang seluruh tubuhnya hampir tertupi oleh pakaian kecuali dua matanya itu, telah bersiap untuk menerjangnya. Dimitri merasa terhina harus mendapati musuh tersebut, karena baginya jelas kalau Anggi adalah orang terkuat di antara ke dua perempuan di depan sana. Jadi, menyuruh orang yang lebih lemah untuk melawannya sungguh mencoreng harga diri Dimitri.
"Oi, jalang! Siapa kau?! Beraninya kau berdiri di pertarungan kami berdua?" Tanya Dimitri yang geram. Anggi tersenyum semakin lebar mendengar itu, ia lalu berpaling ke temannya yang siap bertarung.
"Pergi, balaskan dendammu sana. Aku akan mengawasimu dari sini."
Perempuan itu mengangguk tanpa menoleh ke Anggi. Aura lalu dialirkan ke mata dan ke dua kakinya. Dari Anggi, ia sudah tahu teknik dasar untuk melawan Dimitri yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan suara.
Melihat ke dua mata zambrud perempuan di depannya itu menyala akibat pengaruh aura, Dimitri terdiam. Ia merasa kalau dirinya tidak akan bisa membalaskan dendamnya kepada Anggi sebelum mencabik perempuan misterius di depannya itu.
Dimitri lalu menatap serius ke parempuan di hadapannya, ia berkata pada Anggi tenpa berpaling ke perempuan berkacamata hitam itu.
"Anggi, akan kubunuh temanmu ini dengan cepat. Setelah itu... kita berdua bisa berdansa bersama."
Anggi menyeringai, "Jangan remehkan temanku … dia kuat."
Zwooooommm
Seketika perempuan berjubah tudung itu menghilang dari pandangan Dimitri. Lelaki itu semerta merasakan firasat buruk, ia langsung menghindar cepat ke belakang sembari menggerakkan kepalanya.
Tentu saja, tempat ia tadi, tebasan pisau perempuan itu berhasil Dimitri hindari. Tapi—
'Dia cepat!'
Dimitri terus meloncat ke belakang, lalu mengeluarkan [Talaria] dan mulai terbang ke udara. Perempuan berjubah itu melihat buruannya kabur, melihat lelaki itu menjauh ia seraya mengingat apa yang harus dilakukannya.
'Jangan biarkan dia menjauh, harus selalu berada dalam jarak dua meter. Dimitri adalah petarung jarak jauh, tekan dia dari dekat sehingga tidak sempat menembak!'
Pikir perempuan itu, yang identitas aslinya adalah Vanessa Blumunt. Sewaktu Bayu menerima pengajuan misi dari Tazkia untuk membunuh Dimitri, ia sebenarnya berpikir untuk menyerahkannya langsung kepada Anggi. Tapi, yang tidak ia sangka, Anggi malah ingin mengajak seseorang bersamanya, dan orang itu adalah Vanessa.
Bayu tahu tentang dendam Vanessa kepada Dimitri, apalagi kalau mengingat apa yang dilakukan lelaki gila itu kepada Vanessa pada penyerangan Sentral beberapa bulan yang lalu. Bayu tahu benar kalau Vanessa sangat ingin membunuh Dimitri, tapi permasalahannya apakah dia bisa melakukanya? Bayu tidak yakin.
Anggi mengingatkan Bayu kalau dia akan ada bersama Vanessa kalau situasi berubah buruk. Anggi juga mengingatkan apa yang ada di buku hanyalah data masa lalu dan masa saat ini. Sedangkan dalam pertarungan, ada kalanya seseorang bisa melebihi dirinya yang sekarang ini, jadi walau kemungkinannya kecil masih ada harapan bagi Vanessa untuk melawan Dimitri.
Bayu mengerti dan memperbolehkannya.
…
.
Vanessa menatap tajam Dimitri yang mulai menjauh dengan terbang ke udara. Vanessa tersenyum di balik kain penutupnya, ia langsung berlari dan melompat ke udara.
Tap tap tap tap
"!!"
Dimitri yang melihat pergerakan perempuan berjubah itu terkejut karena musuhnya itu bisa melompat di udara. Menjadikan udara sebagai pijakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AcciónKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
