144

92 15 0
                                        

Siang hari, markas Mata Libra, Kembang.    

Pada kantor guildmaster, Bayu, Anggi, Vanessa dan Margareth keluar dari dalam cermin yang tertempel di sisi ruangan. Mereka berempat berhasil melarikan diri dari Britania, yang tiba-tiba menuduh Vanessa sebagai dalang hilangnya Ratu kerajaan mereka.    

Sesaat setelah Bayu dan yang lainnya keluar dari cermin, mereka bertemu dengan Irina yang setia menunggui kedatangan Bayu.    

"Siapa ini?" Tanya Anggi.    

"Irina, sekretaris baru, banyak hal yang terjadi. Akan kuceritakan nanti," jawab Bayu.    

Irina yang melihat banyak orang bermunculan seraya terpana, apalagi setelah melihat Vanessa Blumunt, penyanyi diva internasional keluar pula dari cermin. Walau ia sempat melihat nama Vanessa dalam daftar anggota guild, dia baru benar-benar percaya setelah melihat sosoknya langsung yang memakai anting libra di telinga kirinya.    

Irina seraya membungkuk, "Selamat datang kembali, perkenalkan saya Irina Veldman, sekretaris dari Guildmaster Bayu."    

Vanessa tertegun sementara lalu berjalan mendatangi Irina, menjulurkan tangan, "Vanessa Blumunt, senang bertemu denganmu."    
Margareth pun memperkenalkan dirinya, sedangkan Anggi melihat kembali ke belakangnya, ke sosok gadis kecil yang masih berada di dalam cermin.    

"Kau tidak akan keluar?"    

"Kenapa harus? Saya lebih nyaman di duniaku sendiri," jawab Mary.    

Ke duanya saling bertatap, kalau dalam sebuah animasi, akan keluar aliran listrik yang berbenturan dari ke dua mata orang itu. Anggi dan Mary, ke duanya memiliki insting yang tajam, sehingga mereka tahu kalau orang di depannya merupakan orang yang sangat kuat. Anggi sungguh ingin mencoba kekuatannya pada Mary, begitu pula sebaliknya. Hanya saja—    

"Hentikan dengan saling tatapnya. Kenapa kalian malah ingin berkelahi?"    

"Bukan berkelahi, Bos. Tapi berlatih. Benarkan, Mary?"    

Mary mengangguk menyetujui, "Apa yang dikatakannya benar, Bookmaster. Berlatih, sudah lama saya tidak merasakan gejolak bertemu dengan orang seperti itu."    

Bayu merengut, "Haa… terserah kalian saja, jangan berlebihan sampai menyakiti satu sama lain."    

Anggi dan Mary berenang, kemudian Anggi masuk kembali ke cermin. Bayu melihat perempuan itu menghilang dari ruangan, ia kemudian memegangi keningnya.    

Bayu lalu beralih ke Irina, "Bisa tolong carikan hotel dekat sini untuk mereka berdua, wisma penuh, aku lupa membangun kamar baru."    

"Itu tidak perlu, Guildmaster. Saya sudah berkordinasi tentang masalah ini dengan Manajer dan Dokter Aarifa. Untuk sementara, Lamria dan anaknya akan memakai kamar Dokter di lantai dua, sedangkan saya akan meminjam satu ruangan di klinik. Jadi, dua kamar wisma kembali kosong. Siap ditempati kembali oleh Vanessa dan Margareth."    

"Kamu bekerja cepat…"    

"Terima kasih. Saya akan memanggil staf untuk mengantarkan Vanessa dan Margareth ke kamarnya."    

Vanessa mengangkat tangannya, "Ah, itu tidak perlu. Kami tahu jalannya, cukup berikan saja kuncinya."    

Irina mengerti, memberikan dua kunci kamar kepada Vanessa. Sebelum mereka pergi turun, sebenarnya Bayu ingin ikut turun pula, tapi Irina menghentikannya, dia berkata kalau makanan dan kopi dingin akan segera ia kirim ke ruangannya.    

Mendengar itu tentu Bayu mengapresiasi, ia hanya tidak pernah terpikir untuk memesan makanan di lobi untuk dikirimkan ke kantornya. Vanessa tertawa kecil melihat tingkah malas Bayu yang senang dengan makanan yang siap saji sendiri.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang