161

91 11 0
                                        

Perbuatan kejam Mata Libra langsung menyebar ke seluruh Nusa. Membuat semua masyarakat menganga tidak percaya. Mata Libra kembali mengejutkan Nusa, dan kali ini benar-benar membuat petinggi negara dan daerah panik. Gunawan duduk lemas di kursinya, melihat tayangan kehancuran sebagian wilayah Kembang dan mendengarkan omongan Presiden setelahnya melaui telepon benar-benar menguras seluruh tenaganya.    

Gunawan telah memperingatkan Ehsan untuk mendengarkan Mata Libra, tapi sayangnya peringatannya sepertinya tidak didengarkan. Saat ini ribuan orang telah kehilangan nyawanya. Mata Libra akan menjadi pusat kebencian atas pembunuhan yang mereka lakukan, tapi di pihak lain mereka akan mendengar kali ini.    

'Mereka benar-benar sedang tidak dalam suasana hati yang baik saat ini.'    

***    

Markas Mata Libra, Kembang.    

Setelah Mary menghancurkan sebagian wilayah Kembang barulah massa di luar dan para netizen yang menyerang mereka pergi dan bungkam. Bayu sungguh tidak punya waktu untuk mengurusi mereka semua. Apalagi netizen yang sok tahu dan cuma berani berkoar di media sosial. Bayu sungguh ingin menghancurkan Nusa untuk diamkannya.    

Kini keadaan sudah mulai tenang, Lamria pun kini bisa dengan mudah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak tanpa perlu berpikir omongannya tidak didengarkan lagi. Meskipun rakyat Nusa membenci mereka, setidaknya mereka hanya bisa membenci bagian dalam hatinya. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, dan Bayu tidak peduli juga akan membenci mereka itu. Kini fokusnya bisa kembali ke Hakam.    

Bayu ingin segera menyerang Hakam dan menyudahi kesenjangan di antara mereka. Namun, hal yang tidak terduga terjadi, lapisan yang dibuat Union untuk menangkap Benua Mu tidak disangka retak di satu bagian. Tepatnya berada di antara wilayah pengawasan Hakam dan wilayah pengawasan Desir.    

Selama ini hanya pasukan kecil Benua Mu yang mampu keluar dari lapisan itu karena memang lapisan itu dibuat untuk menangkap musuh kelas emas ke atas saja. Meskipun ada beberapa kasus di mana musuh kuat bisa keluar dari lapisan yang menutupi Benua Mu, namun kasus seperti itu sangat jarang terjadi.    

Sekarang akibat retakan yang terjadi, ribuan musuh dengan kekuatan minimal perak berhamburan keluar. Ribuan pasukan itu dipimpin oleh seorang Jenderal dari Kerajaan Mu. Estimasi kekuatan Jenderal tersebut pastilah platinum, namun tidak hilang, ke dua Kapten Union selama seharian bertarung masih belum dapat meredam serangan Benua Mu.    

Retakan lapisan bahkan belum sempat diperbaiki karena jumlah musuh yang terus datangan. Jenderal musuh belum melakukan sedikit pergerakan pun setelah keluar, ia hanya menyaksikan peperangan yang berlangsung di atas Samudera Pasifik berlangsung.    

Bukan itu saja, Jenderal itu juga menunggu Jenderal dari daerah Benua Mu yang lain untuk keluar dari retakan yang berhasil ia buat. Saat ini ia tahu kalau musuh mereka Union, tidak akan jatuh begitu saja, hanya ada dua Kapten dari dua belas yang sudah ia baca laporannya selama bertahun-tahun. Bila para Jenderal lain tidak sampai kemari sebelum para Kapten Union lain muncul, maka akan ada kemungkinan kalau Benua Mu akan kembali terperangkap dalam lapisan.    

Pertarungan antara ke dua kubu berlangsung sengit, divisi Hakam dan Desir mampu menahan lajur serangan dari pasukan Mu. Namun, walau begitu ke dua Kaptern Union itu tidak bisa membiarkan diri mereka lengah, karena sosok Jenderal yang selalu terbang mengawasi di kejauhan sana mulai membuat mereka merinding.    

Sosok Jenderal itu tinggi kekar dengan ekor harimau putih melambai-lambai. Kulit Jenderal itu pucat, atau mungkin lebih bisa dibilang memang berwarna putih halus, dengan mata merah dan rambut perak.    

Jenderal tersebut hanya memakai celana biru tua dan sebuah sandal kulit. Selebihnya ia bertelanjang dada dengan gelang, cincin dan kalung yang menghiasi tubuhnya yang putih atletis. Jenderal Mu itu bernama Cho. Sesungguhnya ia bisa saja melawan Hakam, karena menurut pandangannya kekuatan ia dan Hakam hampir sama, Cho lebih kuat sedikit, tapi bila ia harus melawan Hakam dan Desir secara bersamaan. Ia tidak yakin bisa menang, itulah mengapa ia memilih menunggu Jenderal lainnya datang.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang