Malam hari, Kota Sentral, Nusa.
Sesampainya rombongan Bayu di kediaman Rivertale. Mereka disambut hangat oleh Olivia dan Maya yang telah menunggui kedatangan mereka. Bayu memperkenalkan rombongannya kali ini kepada ibu dan kakaknya, yang berhasil membuat Maya terkejut.
Sosok Aarifa membuat Maya agak tidak percaya kalau wanita modis menggoda itu benar-benar memiliki gelar dokter asli. Namun, ketika Bayu menekankan kalau Aarifa memang sungguh-sungguh seorang dokter, hanya tidak pernah tergabung sama sekali ke Asosiasi sejak awal, sebagai seorang jenius Maya tentu menangkap arti dari di balik paksaan ucapan adiknya.
Wajah dingin Maya kini terlihat terang dengan mata berbinar memandangi Aarifa. Saat ini ia sedang asik menggeluti ilmu alkemi, dengan Haswin sebagai bahan penelitiannya, Maya telah belajar banyak. Sekarang di depan matanya, berdiri seseorang yang merupakan sosok Maya kira mempunyai nilai melebihi Haswin.
“Akan kukatakan dulu, berdiskusi boleh~ tapi rahasia awet mudaku tidak ada penyelesaian dengan dunia medis,” ujar Aarifa menerima tawaran diskusi Maya.
"Kamu belum bisa menyimpulkannya begitu saja, siapa yang tahu kalau kekuatan mistis dapat dijelaskan melalui teori medis."
Selain Maya yang bersemangat karena menemukan hal baru, pada rombongan Bayu pun ada yang sangat-sangat-sangat bersemangat. Matanya seperti sinar bintang memandangi Olivia dan Maya. Melihat ekpresi imut gadis kecil itu membuat Olivia tertawa kecil, ia kemudian mengelus-ngelus kepala Aruna, lalu mencubiti pipi tembemnya.
"Hai Aruna, akhirnya ketemu juga~"
"Hehehe~ Mawma Olip cakittt~" ucap Aruna tampak kesulitan berbicara, Olivia melepaskan cubitannya lalu menggendong Aruna. Memperkenalkannya dengan Maya. Aruna memandangi Maya dengan senang dan decak kagum, karena akhirnya dia mempunyai kakak perempuan baru yang tidak kalah cantiknya dengan Tazkia.
"Hehehe~ Kak Maya cantik,"
Maya tertegun lalu tersenyum tipis seraya mencubit hidung kecil Aruna.
"Ooh~ jadi ini bocah yang kemarin main gak pulang itu ya…?" jahil Maya.
"Mwu, kemarin Aruna gak main tapi diculik~"
Maya semerta tertawa, ia lalu mengajak rombongan Bayu untuk masuk. Setelah masuk, para rombongan langsung disuguhi dengan santapan makan malam yang telah dimasak sendiri oleh Olivia. Bayu senang bisa kembali kepuasan masakan ibu.
Setelah makan malam sambil berkumpul bertegur rindu dan bercerita nosltagia akan kehidupan masing-masing. Semua orang pun disuruh oleh Olivia untuk segera istirahat. Bayu sangat setuju dengan itu, ia lalu menarik kursi terbangnya akan berpindah tempat duduk, tapi—
"Bayu! Jangan pakai kursi terbangmu di dalam rumah!"
"… baik, Ma," Bayu hanya bisa menurut. Hampir semua yang menyaksikan terkekeh, termasuk Aruna. Hampir semua karena hanya Citra yang tidak tahu kalau Bayu itu tidak lumpuh, terbengong sendiri melihat sekitarnya menahan tawa. Namun, ketika dia melihat Bayu berdiri seperti biasa, matanya semerta membulat.
"Guildmaster bisa jalan?!"
"… aku tidak lumpuh."
"Eh, terus kenapa?"
Puk!
Irina menepuk pundak Citra, bersimpati karena pernah merasakan kebingungan yang sama. Irina hanya berkata pada Citra, untuk jangan terlalu dipikirkan, jalan pikir Guildmaster Bayu bukan sesuatu yang bisa ditebak oleh orang normal seperti mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AzioneKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
