Guild Fair pada siang hari.
Yudha saat ini berada di luar gedung, mencari makan siang untuknya dan yang lain. Tidak jauh dari gedung dia menemukan minimarket, masuk ke sana, Yudha mengambil satu kaleng kopi dingin, tawaran jus jeruk dan tawaran air mineral. Setelah itu dia ke meja kasir, memesan tiga buah hamburger, sebelum akhirnya membayar dan berjalan kembali ke gedung.
Sesampainya Yudha di teras luar gedung, dia melihat orang-orang yang mengenakan seragam rapi dengan emblem guild masing-masing, sedang ramai di sekitar suatu tempat. Penasaran, Yudha mendekat, melihat orang-orang itu mengamati seorang perempuan yang duduk di bangku teras.
Yudha mengeryitkan kening, merasa aneh dengan suasana di sekitarnya. Dia melihat orang-orang dari berbagai guild itu seperti ingin mendekati perempuan di sana, namun serta merta langkahnya maju mereka langsung mundur kembali, seperti takut.
Meski begitu, Yudha masih melihat ketertarikan yang sangat besar dari raut muka para staf guild di sana. Hingga terdapat satu perempuan yang berjalan tegap penuh percaya diri mendekati perempuan yang duduk seorang diri itu.
Yudha samar-samar mendengar bisikan orang di sebelahnya.
"Oh! Dia dari Shining Loop."
"Sial! Itu guild perak yang akan dipromosikan ke emas tahun ini."
"Kalau mereka mendapatkan Citra, bukan tidak mungkin setelah promosi nama Shining Loop bakal makin melejit!"
Sebari mendengarkan percakapan di sekitarnya, Yudha menyaksikan perempuan yang merupakan staf dari salah satu guild perak tersebut berdiri di depan perempuan yang duduk dengan senyum ramah, namun agak terlihat angkuh.
Yudha tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan di depan sana, tapi dia tahu dari ekspresi mereka kalau si staf sedang menjelaskan tentang keunggulan dan keuntungan bergabung dengan guildnya. Yang direspon oleh perempuan, yang ia kira bernama Citra itu dengan senyuman manis meskipun matanya tetap dingin, menolak ajakan si staf.
Staf perempuan berjalan balik dengan raut kesal, meski masih berjalan tegap dengan kepala yang angkuh melihat sekitarnya.
"Shining Loop juga gagal, sudah berapa guild perak sekarang yang gagal?"
"Termasuk Shining Loop, kurasa sudah tujuh guild."
"Sepertinya memang mustahil, saat guild pertama mengajaknya, dia bilang kalau tidak tertarik masuk guild lain selain Ishvara, kan?"
"Cih! Perempuan itu terlalu arogan, memangnya mudah masuk Ishvara? Dia itu masih anak ingusan yang baru lulus kuliah!"
"Benar sekali, lihat! Begitu sombongnya sampai-sampai dia gak mau masuk Priangan Senja sekalipun."
Yudha kini malah mendengar makian dari orang-orang di sekitarnya. Apapun itu, hal yang bisa diambil dari percakapan mereka adalah, perempuan bernama Citra itu merupakan salah satu bakat yang dikejar oleh orang-orang di sini.
'Hmmm, apa perempuan ini diperebutkan karena memiliki potensi besar atau karena dia adalah keturunan orang elit?' pikir Yudha, yang masih kurang jelas alasan banyak orang mengincar bakat di depannya.
Berbeda dengan guild-guild lain yang sebelumnya sudah mengintai dan meneliti bakat-bakat baru yang lulus dari universitas, Bayu dengan Mata Libra-nya tidak melakukan persiapan itu sama sekali. Bayu memang tidak berniat untuk melakukan hal merepotkan seperti mengintai ataupun mengevaluasi para mahasiswa, bahkan pada mahasiswa dari kampusnya sendiri. Jadi, mereka tidak memiliki info tentang bakat yang berpotensi dari semua mahasiswa yang lulus tahun ini. Jadi maklum kalau Yudha tidak tahu apa-apa tentang mahasiswa peringkat pertama yang lulus dari jurusan avonturir di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AksiKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
