92

94 12 0
                                        

Malam dini hari, kediaman Rivertale di Sentral, atau lebih tepatnya di dalam alam bawah sadar Bayu, pada Perpustakaan Kehidupan.    

Bayu yang tubuh aslinya telah tertidur dan kini ia harus menjalani kembali konsekuensi [Sloth Page], yang di mana ia akan terjebak di perpustakaan selama tiga belas hari. Yup, kali ini karena saking terlalu banyak menggunakan kekuatannya, ia harus tertidur selama hampir dua minggu.    

Bayu masih bisa membayangkan betapa sulitnya ia menjelaskan tentang kekuatan dan konsekuensi yang ia miliki kepada ibunya, Olivia. Ibunya terus menerus bertanya tentang segala hal, bahkan hingga kekuatan halaman [Sloth Page] lain yang bahkan belum pernah ia pakai. Pada akhirnya, Bayu harus menceritakan semuanya dari awal, apa yang dilakukannya semenjak dia mendapatkan perpustakaan hingga saat ini.    

Oleh karenanya, Olivia kini tahu identitas anaknya yang lain, yaitu Panji the Killer. Wanita tua itu merasa pening di kepalanya setelah mendengarkan semua penjelasan Bayu. Namun, pada akhirnya ia hanya berpesan kalau Bayu harus siap bertanggung jawab akan semua tindakan yang ia lakukan. Setiap aksi akan menimbulkan reaksi, Olivia ingin Bayu selalu melakukakan sesuatu setelah ia pikirkan akan reaksi yang akan ia terima nantinya.    

"Kamu seorang guildmaster sekarang, lakukan segala sesuatu dengan tujuan dan visi yang jelas. Dan pikirkan apa yang ingin kamu perbuat dengan kekuatanmu itu, Mama pikir kekuatanmu bisa menolong banyak orang tapi juga bisa melukai banyak orang, lingkupnya bukan sekadar Nusa saja, tapi seluruh dunia. Kamu tahu, Bay? Kamu sekarang mungkin masih ingin sama seperti sekarang, bermalas-malasan dan tidur sambil membaca buku kesayanganmu, tapi Mama pikir, akan tiba waktunya ketika kamu ingin melakukan sesuatu untuk dunia saat ini, dan ketika waktu itu datang, Mama hanya ingin kamu memikirkannya matang-matang."    

Bayu mengingat kembali perkataan ibunya sembari bersandar di sofa dalam ruang pribadinya di perpustakaan. Pada dasarnya Bayu merasa kalau ibunya berharap agar dirinya memiliki tujuan dalam hidup, dan harapan ibunya adalah kalau dia menggunakan kekuatannya demi kebaikan dunia.    

Bayu memegangi kening, agak pusing karena ia tidak pernah sama sekali punya niatan untuk melakukan apa-apa pada dunia saat ini. Oleh karenanya, tujuan? Dia tidak memiliki itu, saat ini tujuan ia mendirikan guild adalah agar ia mendapat pekerjaan. Setelah itu, Bayu belum memikirkannya.    

Mau dibawa ke mana, guild Mata Libra miliknya? Bayu masih belum tahu. Menjadi guild terkuat di dunia? Untuk apa? Apa yang terjadi setelah dia membuat guildnya menjadi terkuat? Tidak ada, hanya ketenaran saja dan mungkin sejumlah uang. Tapi Bayu tidak peduli dengan itu!    

Mengubah dunia? Ibunya, Olivia, memberi harapan kalau Bayu bisa melakukannya. Ketika Bayu memikirkan ini, ia jadi teringat dengan suara asing yang ia dengar ketika pendaftaran guild. Suara merdu asing yang menjadi inspirasi terciptanya nama Mata Libra.    

'Penyeimbang.'    

Itu yang dikatakan suara asing sewaktu itu. Walau samar, ia mengeti apa yang ingin disampaikan pemilik suara itu padanya. Penyeimbang bukanlah kata sulit apalagi mengingat kekuatan perpustakaan yang ia miliki. Serta, Bayu pun walau masih ragu ia sudah mempunyai tebakan akan pemilik suara asing tersebut. Tebakannya hanya antara dua entitas, yaitu iblis dan satu lagi adalah…    

"Gaia…"    

"Apa dia pemilik suara misterius yang, Tuan maksudkan?" Tiba-tiba Ayu menyanggah setelah masuk ke kamar sambil membawa tumpukan buku di pelukannya. Tumpukan buku yang akan dibaca Bayu selama ada di perpustakaan untuk waktu hampir dua minggu ke depan.    

"Ya, entah kenapa, tetapi setiap kali mengingat suara itu, nama Gaia selalu muncul membayangi pikiranku."    

"Hmmm… tapi apa alasan Gaia mengucapkan itu pada Tuan?" Ayu tampak ragu, ia letakkan buku-buku itu di atas meja depan sofa. Ayu lalu berpindah ke samping Bayu, berdiri di sana dengan lima belas buku yang mengelilinginya. Bayu tidak mau memikirkan siapa saja pemilik lima belas buku tersebut, melihatnya saja sudah membuatnya kepalanya pusing, apalagi membayangkan Ayu membaca semua buku itu secara bersamaan, ia merasa mual.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang