97

78 11 0
                                        

Siang hari di markas Libra.    

Bayu, Anggi dan Aarifa yang tiba-tiba saja mendengar perkataan Margareth seketika tertegun sekaligus bingung. Bayu bahkan tidak mengerti, apa alasan bagi Vanessa yang bahkan belum kenal dengan dirinya apalagi guildnya tiba-tiba ingin bergabung.    

"Kenapa Vanessa mau bergabung? Aku merasa tidak ada alasan baginya untuk bergabung."    

Margareth tersenyum, "Guildmaster, kami berdua berutang budi pada kalian dan guild ini. Kami tidak punya apa-apa untuk membalasnya, karena harta dan ketenaran kami, saya rasa tidak berguna pada Mata Libra. Jadi kami memutuskan untuk bergabung, mengabdikan diri pada guild Mata Libra."    

Dahi Bayu semakin berkerut, ia mengerti kalau maksud mereka baik. Tapi, dia tahu pula kalau Vanessa itu adalah bom yang kapan saja bisa meledak. Saat ini dia bisa dibilang sebagai permata yang sangat berharga. Hampir semua intitusi menginginkannya. Terus, apa yang terjadi ketika guild kecil miliknya malah menjadi tempat permata ini bernaung? Bayu bisa membayangkan bakal banyak guild dan agensi pemerintah negara lain yang mendatangi mereka.    

"Ugh! Ini menyulitkan."    

"Gwahahahaha! Bos! Terima saja, akan sangat menyenangkan kalau selalu ada yang mengetuk pintu kita."    

"Aaah~ jangan ganggu tempat damai ini. Kalau ingin berantem jauh-jauh dari sini."    

Margareth yang mendengar respon ke tiga orang di depannya, seketika bingung. Dia tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan saat ini. Bayu yang melihat raut ekspressi Margareth langsung mengerti kalau wanita itu tidak mengerti tentang situasi mereka saat ini. Margareth sebagai seorang manajer seharusnya paham, namun mungkin karena begitu cemas pada kondisi Vanessa sehingga membuatnya hirau pada situasi di dunia.    

"Margareth… apa kau tahu kalau Vanessa saat ini sudah menjadi harta buruan dari berbagai pihak?"    

Margareth memiringkan kepalanya pertanda ia tida mengerti apa yang dimaksudkan Bayu.    

'Haaa~ untunglah aku langsung menyuruh Anggi untuk menyembunyikan Vanessa dan Margareth di sini.'    

Sebenarnya sewaktu Federasi berkata kalau keberadaan Vanessa dirahasiakan karena keinginan klien itu adalah suatu kebohongan. Orang yang meminta Federasi berkata demikian adalah Bayu. Ia berpesan kepada Jaka untuk memberikan informasi itu, karena ia tahu kalau diva cantik itu akan menjadi permata di mata dunia. Oleh karenanya, ketika Anggi menelponnya pagi itu, Bayu langsung menyuruhnya menyembunyikan Vanessa di markas. Anggi pun sudah berkolaborasi dengan Ratna untuk merahasiakannya.    

Bayu pun menjelaskan pada Margareth tentang situasi saat ini, setelah penyerangan di Sentral berlalu. Ia memberitahukan pada wanita itu kalau Vanessa, sekarang tengah diincar oleh berbagai pihak dari yang baik hingga yang buruk. Walau Bayu merasa semua orang itu pada dasarnya hanya ingin memanfaatkan kekuatan yang dimiliki Vanessa.    

Secara sederhananya pihak yang baik adalah mereka yang ingin merekrut Vanessa ke dalam guild atau institusi mereka dengan niatan memberikan perlindungan kepada sang diva. Pihak ini termasuk Union dan beberapa guild elit dunia. Pertanyaannya, apa benar mereka ingin melindungi? Bayu tersenyum sinis terhadap pikiran di balik kata 'melindungi' orang-orang itu.    

Pihak kedua adalah yang berniat buruk kepada Vanessa. Ada guild, institusi bahkan suruhan langsung dari negara, yang menginginkan kekuatan Vanessa dengan cara apa pun, bahkan menculiknya pun bukan masalah bagi mereka. Dan kini orang-orang ini sudah terlihat mulai berkeliaran di Sentral. Mencari pentujuk keberadaan Vanessa, serta beberapa kali memaksa menerobos masuk Federasi, mendesak mereka memberitahukan letak sang diva dengan berbagai ancaman.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang