187

75 12 0
                                        

Markas Mata Libra, Kota kembang.    

Bayu yang tengah berada di kantornya membaca buku, tiba-tiba mendengar suara merdu Ayu di pikirannya. Mendengar kabar itu, Bayu tertegun sementara, sebelum dapat menebak alasan ketua organisasi terkuat di dunia itu datang ke tempatnya. Bayu lalu menekan tombol di telepon, memanggil Irina.    

"Ada yang bisa saya bantu, Guildmaster?" Tanya Irina.    

"Krata akan segera kemari. Bawa langsung ke ruanganku bila ia telah sampai."    

" … umm, Krata… maksud anda Krata dari Union?"    

"Memang ada Krata lain yang kita kenal?"    

Irina terdiam, ia menutup panggilan telepon. Irina segera beranjak dari kursinya, berjalan keluar menuju lobi. Dia tidak menyangka kalau Krata, Ketua Union itu akan datang begitu saja ke markas Mata Libra. Agar tidak menimbulkan kepanikan, Irina harus memberitahukan hal ini ke pegawai di lobi.    

Sekitar setengah jam berlalu. Di depan markas Mata Libra tiba-tiba muncul sebuah portal yang memotong ruang kosong. Para tamu guild yang berada di sekitarnya terkejut melihat portal itu, mereka serentak berlari menjauh. Orang-orang itu mengira kalau sesuatu yang berbahaya akan terjadi. Namun, jauh dari bayangan mereka, seorang lelaki yang terlihat cantik membawa sebuah pedang katana, keluar dari portal dengan mata terpejam.    

Melihat wajah lelaki itu, orang-orang serta merta langsung menganga membeku. Tidak menyangka akan melihat secara langsung wajah yang sudah tidak asing di mata masyarakat dunia. Lelaki, yang disebut-sebut sebagai manusia terkuat di dunia.    

'Krata!!'    

Orang-orang itu serentak langsung dapat menebak identitas lelaki di depan mereka. Melihat lelaki cantik tersebut mulai berjalan menuju pintu depan markas, orang-orang yang sudah sadar seraya mengeluarkan ponsel masing-masing, berniat mengabadikan momen di depan mereka ke media sosial.    

'Krata Mengunjungi Mata Libra!'    

Tajuk tersebut pun dalam sekejap menyebar luas dan menjadi viral hanya dalam hitungan menit. Foto dan video Krata mendatangi markas Mata Libra membuat semua orang bertanya-tanya akan tujuan Ketua Union tesebut.    

Masuk ke markas, Krata merasakan semua orang dalam lobi melihat dirinya. Krata tersenyum ramah kepada seluruh orang tersebut, lalu berjalan ke tempat pengambilan nomor antrean. Setelah ia mendapatkan nomornya, Krata duduk di salah satu kursi yang kosong.    

Orang-orang, para tamu, avonturir dan pegawai, yang melihat Krata, dengan taatnya ikut mengantre, mulai merasa canggung. Tidak ada satu pun dari mereka yang mau bersuara, takut salah tingkah dan menyinggung sang manusia terkuat di dunia.    

Sukma yang melihat keadaan di lobi seketika berubah hening, tertawa kering di dalam hatinya. Ia langsung memanggil Irina untuk datang, memberitahukan kalau Krata telah datang. Sekalian menyuruh Irina untuk segera membawa Krata ke atas. Karena sosok lelaki cantik itu sudah seperti benda kutukan di lobi.    

Mendengar kabar itu, Irina langsung turun ke bawah. Bertemu dengan Krata, menyalaminya sebelum menyuruh Krata untuk mengikutinya ke ruangan Guildmaster. Namun tidak ia sangka Krata menolak, dengan alasan karena dia sudah memgambil tiket antrean, dan tidak mau menyalip antrean yang ada di depannya.    

Irina yang mendengar alasan itu tertegun, sebelum Irina dapat memberikan argumen balasan. Orang-orang yang mempunyai tiket antrean sebelum Krata serentak membuang tiket mereka dan mengambil nomor baru. Sehingga sekarang, nomor Krata adalah nomor pertama yang akan dipanggil berikutnya oleh resepsjonis.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang