Sebilah sabit yang digenggam oleh salah satu Kapten Union menerjang cepat ke arah Anggi. Kapten Union itu adalah Kapten dari Divisi Dua Belas, bernama Lemar. Lelaki berperawakan kurus dengan tinggi yang mencapai tiga meter. Dia adalah seseorang yang menyukai kekerasan. Sejak kecil Lemar gemar menyayat binatang dari yang kecil hingga besar. Mulai beranjak dewasa ia suka memotong-motong monster di luar sana.
Kekuatannya dapat membuatnya memotong segala hal. Lemar menyukai kekerasan, walau dengan pribadi seperti itu, kekuatannya membuat ia disegani. Hingga akhirnya Union pun menunjukan ketertarikan padanya dan bergabunglah ia dengan organisasi terkuat dunia tersebut.
Jadi, mengapa cerita singat tentang Lemar ini hadir begitu saja? Karena Lemar saat ini tidak sengaja melihat mata hitam Anggi dari sela kecil di balik kacamatanya. Sebagai seseorang yang sudah merenggut nyawa tak terhitung jumlahnya, Lemar semerta tahu kalau serangannya tidak akan berhasil. Dan ia pun tahu kalau…
'Aku akan mati.'
Pikiran Lemar tetap jalan, namun seluruh tubuhnya tampak mematung bagai waktu telah terhenti. Ia melihat perempuan yang ia serang seraya memukul wajahnya dengan kepalan tangan yang merah layaknya api membara.
Buk.
Tidak ada yang terjadi, Lemar hanya merasakan pukulan lemah bagai disentuh bayi, hanya itu saja yang ia rasakan ketika masih melihat mata hitam itu. Anggi memejamkan matanya.
BRRUUUUUURRR!
Lemar tidak tahu apa yang terjadi berikutnya. Kepalanya meledak. Kali ini Anggi membunuh lawannya dengan sekejap tanpa memberinya rasa sakit. Tubuh Lemar yang baru saja keluar dari portal yang dibuat oleh Krata pun langsung jatuh tenggelam ke dalam lautan gelap.
Krata, Hakam dan pasukan Union lainnya tertegun melihat apa yang terjadi. Tidak sampai satu detik, Lemar, salah satu Kapten Union keluar, nyawanya telah menghilang.
'Apa yang terjadi?'
Krata dengan segala indranya yang sensitif pun tidak mengerti apa yang baru saja terjadi. Ia tidak mengerti bagaimana perempuan itu membunuh salah satu Kapten Union dengan sangat mudahnya.
Hakam yang selalu menganggap dirinya kuat pun merinding melihat Lemar mati begitu saja. Dari pandangannya, perempuan itu bahkan tidak berbalik melihat Lemar, namun rekannya mati begitu saja.
'Monster macam ini?! Apa ini Mata Libra?! Bagaimana ada orang seperti dia di Nusa?!'
Anggi menatap Krata dengan dingin.
"Oh? Apa dia salah satu dari kalian? Maaf, aku pikir dia lalat dari Benua Mu."
Hakam dan Desir yang mendengar ini tersontak kaget, karena hal yang sama baru saja diucapkan Ketua mereka.
...
.
"Desir!"
"!! Snow!"
Seorang Kapten Union lain yang merupakan seorang wanita dengan rambut panjang berwarna biru muda muncul dari portal di atas Desir. Wanita itu, Snow, turun ke samping Desir, sembari mengeluarkan mantra seribu jarum es ke arah Aarifa yang sedari tadi diam saja sejak Bayu terpenggal.
"Snow jangan serang!" Desir berupaya menghentikan Snow, karena anak buahnya masih menjadi disandera Aarifa.
Aarifa tidak melihat Anggi yang marah maupun Krata sang Ketua Union. Yang ada di pandangannya hanyalah kubah merah yang dibuat Bayu ternyata masih menyelubungi tempat ia berada. Merasakan serangan musuh datang, Aarifa tidak berpaling, ia hanya menyalurkan auranya ke papan, lalu mengendalikannya untuk terbang lebih tinggi, menghindari serangan jarum es dari Snow.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
ActionKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
