Rika yang tengah menangani satu arwah yang mendekati ke tempat persembunyiannya, seketika merasakan getaran dan suara ledakan yang terus menerus dari satu arah. Rika terbang melihat ke arah sana, mengernyitkan alisnya, merasa kalau di arah asal suara bising itu ada yang tidak beres.
Rika mengingat kalau arah itu merupakan tempat di mana ia bertemu dengan salah satu avonturir kelas emas yang hampir membuatnya musnah. Rika semakin mengerutkan wajahnya, ada sedikit ketakutan untuk mendatangi tempat keramaian itu, tapi kalau ia tidak mencegahnya, kerusakan pada retakan dimensi yang dibuat bakal membuat hukuman yang ia terima dari Setan Budeg bertambah parah.
'Tsk! Semua ini berkat wewe gombel sialan itu!'
Rika mengumpat dalam hatinya pada wanita busuk yang membuat kericuhan di tempat pengawasannya terjadi. Ia berjanji kalau dia benar-benar akan membalaskannya ke Rodiah nanti. Rika memandangi kembali arah keramaian, mendengar suara pertempuran yang semakin nyaring. Rika semakin kesal, tidak pikir panjang lagi, ia langsung terbang ke sana dengan cepat.
Tidak terlalu lama, Rika bisa melihat sekumpulan avonturir dan arwah gentayangan sedang bertarung sengit. Rika berdecak kesal karena ia merasakan aura familiar yang tersebar di udara.
'Tch! Avonturir emas itu lagi!'
Rika sementara berhenti, mulai menimbang-nimbang kembali apakah ia harus ke sana, karena kalau samai harus bertarung dengan avonturir emas, bisa dipastikan kalau ia akan musnah. Selagi Rika berpikir, tiba-tiba…
BANG!
Selongsong peluru melesat menggores pipinya. Rika merasakan pipinya yang terluka, mengeluarkan butiran aura tubuhnya. Matanya terbuka lebar ke kejauhan sana, ke sebuah siluet yang memakai sniper rifle. Rika semerta marah, tidak pikir panjang, Rika kini merubah pikirannya untuk menyerang.
Mata bagian putih Rika berubah hitam dengan iris mata merah menyala. Rika lalu terbang menuju bayangan salah satu gedung, menyelam ke dalam bayangan.
Rakha yang melihat apa yang dilakukan Rika semerta terkejut, tidak lama ia mendengar telinganya berdengung nyaring memperingati.
'Shit!'
Rakha langsung terjun melompat ke bawah sembari memeluk riflenya, ia berteriak pada avonturir yang lain juga untuk kabur.
"Lari!"
Sesaat Rakha meloncat, dari tempat bayangan cerobong asap di belakangnya tadi, tiba-tiba tumbuh belasan duri hitam besar yang menyerangnya. Rakha dan ke tiga avonturir berhasil kabur, namun sayang satu avonturir lain, tertusuk pergelangan kakinya, sehingga membuatnya tersangkut.
'Tch!'
Rakha melempar senapannya sebelum mendarat sembari berguling, kemudia langsung menengadah melihat nasib avonturir yang tersangkut. Di sana tidak ia kira, sebilah pedang yang memanjang berhasil memotong duri bayangan, menyelamatkan avonturir itu dan Citra yang tiba-tiba berada di atas sana, menusukkan pedanganya ke dalam bayangan cerobong.
"Aaaarg!"
Suara erangan seorang perempuan seketika terdengar, tangan putih pucat semerta keluar cepat mencekik leher Citra. Rakha bergegas mengeluarkan pistol yang tergantung di sabuknya, menodongkannya ke lengan yang keluar. Tapi, sebelum dia sempat menembak ia mendengar suara Citra memanggil sosok di dalam bayangan.
"KAK RIKA! Ini saya, Citraloka!"
Sesaat setelah Citra berteriak, suara erangan Rika semerta berhenti, tangannya tampak diam walau terlihat masih mencengkram, hanya saja tidak ada tenaga pada cekramannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
ActionKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
