Ignited Touch 21

660 82 44
                                        

Setelah pulang dari butik gaun pengantin semalam, Kim Soohyun dan Kim Jiwon memang tidak menyia-nyiakan waktu. Gairah yang sempat tertahan di ruang pas, kini dilepaskan sepenuhnya di apartemen Jiwon. Malam itu, mereka menemukan keintiman yang lebih dalam dari sebelumnya, tidak hanya karena hasrat, tetapi juga karena kepercayaan dan cinta yang semakin mendalam.

Pagi itu, sinar matahari musim semi yang hangat menyelimuti kamar tidur Jiwon. Soohyun terbangun lebih dulu, namun ia tidak beranjak. Ia memandangi Jiwon yang masih tertidur pulas dalam pelukannya. Rambut panjang wanita itu menutupi sebagian wajahnya. Bibirnya yang sedikit terbuka, napasnya yang teratur, dan tubuhnya yang melingkar erat pada tubuh Soohyun, membuatnya merasa begitu damai dan bahagia. Ia mengecup lembut dahi Jiwon, lalu mengeratkan pelukannya.

Tak lama kemudian, Jiwon menggeliat pelan. Ia membuka mata, menatap Soohyun dengan senyum yang hangat. "Selamat pagi, Oppa," bisiknya.

"Selamat pagi, sayang," balas Soohyun, suaranya serak dan lembut. Ia mencium bibir Jiwon, sebuah ciuman yang lambat, penuh kasih sayang.

Mereka berdua tidak terburu-buru. Mereka berlama-lama di ranjang, menikmati kehangatan dan kebersamaan mereka. Soohyun membelai rambut Jiwon, mengusap punggungnya yang telanjang. Mereka berdua tenggelam dalam keheningan yang nyaman, sesekali bertukar pandang penuh makna.

"Aku bisa terbiasa dengan ini," Jiwon berkata, menyandarkan kepalanya di dada Soohyun. "Bangun di pelukanmu."

"Kau memang harus terbiasa dengan ini," Soohyun membalas, memeluknya erat. "Ini akan menjadi rutinitas kita."

Waktu terus berjalan, dan perut Jiwon mulai mengeluarkan suara. Ia tertawa pelan, lalu menatap Soohyun. "Aku lapar," katanya.

Soohyun tersenyum. "Kalau begitu, biar aku yang membuat sarapan." Ia mencoba beranjak dari ranjang.

Namun, Jiwon menahannya. Ia meraih tangan Soohyun, menariknya kembali. "Tidak," kata Jiwon. "Aku ingin membantu."

Soohyun menatapnya, matanya dipenuhi pertanyaan. "Kau yakin? Kau terlihat lelah."

"Aku tidak selelah itu," Jiwon membalas. Ia bangkit dari ranjang, mengenakan bathrobe-nya. "Lagipula, aku suka saat kita memasak bersama. Rasanya.. menyenangkan"

Soohyun tersenyum, mengerti. Ia juga mengenakan bathrobe-nya, dan mengikuti Jiwon ke dapur. Pagi itu, mereka memasak sarapan bersama. Soohyun memotong sayuran, sementara Jiwon memasak telur orak-arik. Mereka bekerja dalam harmoni, tertawa, dan sesekali Soohyun menggoda Jiwon dengan mencuri satu kecupan.

Pagi itu, bukan tentang kemewahan, tetapi tentang kebahagiaan sederhana. Tentang berbagi momen, tentang membangun rumah, dan tentang merajut masa depan bersama-sama.

###

Setelah selesai sarapan, Kim Soohyun dan Kim Jiwon duduk di meja makan, menikmati cangkir kopi dan teh panas. Jiwon tersenyum. Akhir pekan yang santai dan penuh kehangatan ini, adalah sesuatu yang ia butuhkan.

"Aku akan mandi dulu," Jiwon berkata, bangkit dari kursinya. Ia merasa tubuhnya sedikit lengket setelah semalam dan memasak.

Soohyun menatapnya, senyum tipis terukir di bibirnya. Ia menyandarkan punggungnya di kursi, melipat tangannya di dada. Seperti biasa, Soohyun kembali menggodanya.

"Mandi?" Soohyun bertanya, nadanya penuh selidik. "Apa kau yakin tidak membutuhkan teman, sayang?"

Jiwon menoleh, pipinya merona. "Tidak, Oppa! Aku bisa mandi sendiri."

Soohyun terkekeh. Ia bangkit, melangkah mendekat, mengungkung Jiwon di antara tubuhnya dan meja makan. "Tapi.. bukankah lebih menyenangkan jika kita mandi bersama? Kau tahu, kita bisa menghemat air. Dan aku bisa membantumu menggosok punggung." Suara Soohyun yang parau dan rendah, dipenuhi godaan, membuat Jiwon merinding.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang