Khusus bab terakhir saya kasih yang manis-manis aja😁
Hari itu, Haein dan Hyunwoo pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Kandungan Haein sudah memasuki trimester kedua, dan mereka berdua sangat antusias untuk mengetahui jenis kelamin bayi mereka. Hyunwoo menggenggam erat tangan Haein saat mereka duduk di ruang tunggu yang dipenuhi oleh pasangan lain yang juga menanti kabar bahagia.
"Kamu gugup, sayang?" tanya Hyunwoo sambil tersenyum melihat Haein yang terlihat sedikit gelisah.
Haein menghela napas pelan. "Sedikit. Aku penasaran sekali, laki-laki atau perempuan ya?" Ia menatap Hyunwoo dengan tatapan penuh harap. "Kalau kamu, maunya apa?"
"Apapun itu, aku akan sangat bahagia," jawab Hyunwoo dengan tulus. "Tapi kalau boleh memilih.. aku rasa akan sangat menyenangkan punya anak perempuan yang cantik seperti ibunya." Ia mengedipkan matanya pada Haein.
Tak lama kemudian, nama mereka dipanggil oleh seorang perawat. Mereka berdua beranjak dan mengikuti perawat menuju ruang pemeriksaan USG. Haein berbaring di ranjang, dan dokter mulai mengoleskan gel dingin di perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit.
Layar monitor di hadapan mereka menampilkan gambar hitam putih janin mereka yang sedang bergerak-gerak kecil. Hyunwoo menggenggam erat tangan Haein, keduanya terpaku pada layar. Dokter dengan sabar menjelaskan bagian-bagian tubuh bayi mereka, menunjukkan detak jantungnya yang kuat dan gerakannya yang lincah.
"Semuanya terlihat sehat dan normal," kata dokter sambil tersenyum. "Sekarang, mari kita lihat jenis kelaminnya ya." Dokter menggerakkan alat USG dengan lebih fokus ke bagian bawah perut Haein.
Hyunwoo dan Haein menahan napas, jantung mereka berdebar-debar menunggu pengumuman yang sangay mereka nantikan.
"Selamat!" seru dokter beberapa saat kemudian dengan nada gembira. "Sepertinya kalian akan memiliki seorang putri yang cantik!"
Seketika, senyum lebar merekah di wajah Haein. Air mata haru langsung menggenang di pelupuk matanya. Ia menoleh ke arah Hyunwoo, dan ia melihat suaminya itu juga sedang menahan air mata bahagia.
"Perempuan?" tanya Hyunwoo dengan suara bergetar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Iya, perempuan!" jawab dokter sambil menunjuk gambar di layar monitor. "Lihat, ini jelas sekali."
Hyunwoo tidak bisa menahan senyumnya. Ia menunduk dan mencium kening Haein dengan penuh kasih sayang. "Kita akan punya anak perempuan, sayang. Kita akan punya seorang putri."
Haein membalas ciuman Hyunwoo dengan air mata yang kini sudah menetes di pipinya. Ia merasa begitu bahagia dan terharu. Impiannya untuk memiliki seorang anak perempuan akhirnya menjadi kenyataan.
"Aku sudah membayangkan akan memakaikannya gaun-gaun kecil yang lucu," kata Haein sambil tertawa kecil di tengah isaknya.
"Dan aku akan menjaganya dari semua laki-laki nakal di dunia ini," balas Hyunwoo dengan nada protektif yang membuat Haein semakin terharu.
Mereka berdua terus menatap layar monitor, mengamati putri kecil mereka yang sedang bergerak-gerak di dalam perut Haein. Dokter mencetak beberapa lembar foto USG untuk mereka bawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Hyunwoo merangkul Haein dengan erat. "Aku sangat bahagia, sayang. Kita akan menjadi orang tua dari seorang putri yang cantik."
"Aku juga sangat bahagia, Hyunwoo," balas Haein sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengannya."
Sepanjang perjalanan pulang, Hyunwoo dan Haein terus membicarakan tentang putri kecil mereka. Mereka mulai memikirkan nama yang indah untuknya dan membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang tua dari seorang anak perempuan.
