Fated 5/6

280 61 6
                                        

​Pagi itu, Kerajaan Silla diselimuti kabut tipis. Sinar matahari pagi menembus celah-celah pepohonan, menciptakan pemandangan yang damai. Namun, di gerbang istana, suasana terasa tegang. Hong Haein dan Baek Hyunwoo sudah bersiap untuk berangkat ke Kerajaan Hwarang, menghadapi tantangan baru yang mengancam kedamaian yang baru saja mereka bangun.

​Raja Silla, ayah Haein, berdiri di gerbang istana, matanya dipenuhi dengan kekhawatiran yang mendalam. Ia melihat putrinya, yang kini bukan lagi anak kecilnya yang dulu, melainkan seorang wanita yang berani dan kuat, yang siap menghadapi bahaya.

​"Haein," kata sang Raja, suaranya parau. "Apakah kau benar-benar harus pergi? Ini berbahaya. Jika itu adalah jebakan.. kau bisa mati."

​Haein maju, memeluk ayahnya dengan erat. "Ayahanda, saya baik-baik saja," bisiknya. "Saya telah melihat kehancuran di setiap kehidupan. Tapi di kehidupan ini, saya ingin melihat kedamaian. Saya tidak bisa membiarkan kekerasan memenangkan segalanya."

​"Tapi kau tidak sendiri," kata sang Raja, matanya beralih ke Baek Hyunwoo. "Pangeran, apakah kau tidak bisa mengirim pasukan lain? Putriku tidak punya pengalaman dalam perang."

​Hyunwoo maju, berdiri di samping Haein. "Yang Mulia," jawabnya dengan hormat. "Putri Anda tidak akan pernah sendirian. Dan ia adalah satu-satunya orang yang memiliki jawaban atas semua ini. Saya akan melindunginya dengan nyawa saya sendiri."

​Raja Silla menatap Hyunwoo. Ia melihat ketulusan di mata Pangeran itu. Ia juga melihat bagaimana Hyunwoo memegang tangan Haein dengan erat, seolah-olah ia tidak akan pernah melepaskannya. Raja Silla tahu, ia telah menemukan pria yang benar-benar mencintai putrinya.

​"Pangeran," kata sang Raja. "Aku tidak meminta lebih. Hanya satu hal, bawa dia kembali padaku dengan selamat."

​"Aku berjanji," jawab Hyunwoo, suaranya dipenuhi dengan tekad yang kuat.

​Hyunwoo dan Haein kemudian menaiki kereta kuda mereka. Haein menoleh, melambaikan tangan pada ayahnya, dan sang Raja membalas lambaiannya dengan air mata.

​Di dalam kereta, Haein duduk dalam keheningan. Hyunwoo menyentuh tangannya. "Kau baik-baik saja?" tanyanya.
​"Ya," jawab Haein. "Ayahanda. ia akan baik-baik saja. Aku tahu ia percaya padaku."

​Hyunwoo mengangguk. Ia tahu, perjalanan ini akan menjadi ujian terbesar mereka. Seseorang di Kekaisaran Cheon, kemungkinan besar Adipati Jin, mencoba menghancurkan aliansi mereka. Seseorang mencoba untuk memulai perang yang mereka telah berjuang untuk hentikan.

​"Siapa yang melakukan ini?" bisik Haein. "Aku tidak pernah melihat skenario ini di mimpiku."

​Hyunwoo mengerutkan kening. "Ini.. mungkin ini adalah variabel baru. Sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Seseorang mencoba untuk memanipulasi kita."

​Haein menatapnya. "Itu berarti.. kita harus lebih cerdas. Kita harus lebih bijaksana. Kita tidak bisa mengandalkan pengetahuanku yang lama."

​Hyunwoo mengangguk. "Itu benar. Kita harus berpikir seperti musuh kita. Dan kita harus menghentikannya sebelum semuanya terlambat."

​Mereka berdua duduk dalam keheningan. Perjalanan panjang ke Kerajaan Hwarang kini terasa lebih berat. Mereka tidak hanya bepergian sebagai perwakilan Kekaisaran Cheon, tetapi juga sebagai sepasang kekasih yang harus berjuang untuk cinta mereka, dan untuk kedamaian yang mereka perjuangkan.

###

​Perjalanan ke Kerajaan Hwarang terasa panjang dan berat. Setiap langkah yang mereka ambil terasa seperti melangkah ke dalam sarang laba-laba yang rumit. Baek Hyunwoo dan Hong Haein tiba di ibu kota Kerajaan Hwarang, yang biasanya ramai, kini terasa tegang. Tentara berjaga di setiap sudut, dan rakyat tampak ketakutan.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang