Hong Haein tiba di kantornya, menutup pintu dengan bunyi "klik" yang keras—suara yang memisahkan dirinya dari dunia luar dan kekacauan yang ditinggalkan Baek Hyunwoo.
Ia berjalan ke tengah ruangan, bersandar pada meja kerjanya yang luas, dan mencoba menarik napas dalam-dalam. Namun, setiap napas terasa dangkal, tertahan oleh tekanan yang ia rasakan di seluruh tubuhnya, terutama di perutnya. Rasa sakit yang tumpul dan mengancam itu kembali datang, memaksanya membungkuk sedikit.
Aku tidak boleh stres. Peringatan Dokter Park berdering keras di benaknya. Stres ekstrem sangat berbahaya bagi Komet.
Haein memejamkan mata. Gambaran wajah Direktur Choi yang terlihat terlalu puas di ruang rapat terlintas sekilas, tetapi itu segera digantikan oleh gambaran Hyunwoo—wajahnya yang panik, matanya yang memohon.
Apa yang harus aku percaya?
Selama ini, Hyunwoo adalah perisainya, penyelamatnya. Dia memberikan semua kehangatan, janji, dan perlindungan yang ia butuhkan. Dia merawatnya, dia membelanya, dia bahkan memasak sup asin untuknya. Hubungan mereka baru saja mencapai titik keintiman dan kepercayaan yang mutlak.
Tapi ini adalah Baek Hyunwoo, pewaris playboy KS Group. Sebelum pernikahan kontrak ini, reputasi Hyunwoo adalah reputasi pria yang gemar berpesta. Mungkinkah ada satu kelemahan kecil yang tertinggal dari masa lalu itu?
Haein merasa dikhianati, bukan hanya oleh berita di media, tetapi oleh keraguan yang merayap di hatinya sendiri. Ia telah jatuh cinta pada Hyunwoo sang pelindung, tetapi kini ia harus berhadapan dengan hantu Baek Hyunwoo dari masa lalu.
Haein berjalan ke jendela, menatap ke bawah ke lobi Queens. Di sana, kerumunan wartawan yang berkerumun tampak seperti kawanan hyena yang haus darah. Ia tahu ke mana ini akan berujung: serangan media, tekanan dari dewan, dan yang terburuk, ancaman dari Ayahnya untuk membatalkan aliansi.
"Tidak," bisik Haein, memegang perutnya. "Aku tidak akan membiarkan kalian menghancurkan kami."
Ia tidak bisa lari ke Ayahnya, karena Ayahnya hanya akan menyuruhnya menggugurkan kandungan untuk menyelamatkan citra Queens. Ia tidak bisa menghadapi Hyunwoo sekarang, karena ia butuh waktu untuk membersihkan kepalanya dari keraguan. Kehadiran Hyunwoo saat ini hanya akan menambah kekacauan emosional.
Haein meraih tas tangannya. Ia harus pergi. Melarikan diri dari Queens, dari tatapan tajam Direktur Choi, dari tekanan untuk segera mengambil keputusan. Ia harus kembali ke tempat yang ia tahu benar-benar miliknya dan aman, tempat di mana tidak ada yang bisa mengawasinya selain staf tepercaya.
Mansion.
Mansion yang dulu terasa dingin kini menjadi satu-satunya benteng Haein, tempat ia menemukan kedamaian bersama Hyunwoo. Ironisnya, tempat yang menjadi simbol pernikahan kontrak itu kini menjadi tempat berlindungnya dari keraguan pernikahan cinta.
Haein meraih ponselnya. Ia tidak menelepon suaminya. Ia menelepon Tuan Park.
"Tuan Park," perintah Haein, suaranya dikendalikan dengan sempurna. "Siapkan mobil. Saya akan segera pulang. Dan pastikan pintu gerbang utama terkunci rapat. Tidak ada wartawan atau tamu tak diundang yang boleh masuk. Ini perintah."
Ia harus meninggalkan benteng Queens di tengah perang. Dia harus mencari perlindungan di tempat yang dulunya adalah penjara, tetapi kini menjadi sarangnya. Komet harus aman.
###
Baek Hyunwoo berdiri terpaku di lorong Queens, tempat Haein baru saja membalikkan badan dan menghilang, meninggalkan sisa kata-kata tajamnya: "Aku butuh bukti, Hyunwoo. Bukan janji."
