Semua orang kini duduk dengan tenang di kursi mereka. Musik instrumental yang indah mengalun, memenuhi udara. Kim Soohyun berdiri di bawah gazebo putih yang kini dihiasi bunga warna-warni, mengenakan tuksedo hitam yang pas di tubuhnya, menanti kehadiran Kim Jiwon. Jantungnya berdegup kencang, perasaannya campur aduk antara kebahagiaan dan kegugupan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tepat pada saat itu, musik berubah menjadi lagu mars pernikahan yang megah. Semua mata beralih ke arah gerbang masuk. Di sana, Kim Jiwon melangkah masuk, ditemani oleh ayahnya, Kim Daeho. Jiwon mengenakan gaun pengantin putih yang panjang, dengan tudung renda yang menutupi wajahnya. Ia berjalan perlahan, tersenyum, dengan mata yang berkaca-kaca. Ia melihat Soohyun yang berdiri di sana, menunggunya.
Jiwon berjalan ke arah Soohyun, didampingi ayahnya. Ayahnya melepaskan tangan Jiwon, lalu menyerahkannya pada Soohyun. "Jaga putriku, Nak," Kim Daeho berbisik.
"Saya akan menjaganya, Abeonim," Soohyun membalas, suaranya parau. Memberanikan dirinya memanggil Tuan Kim dengan sebutan Abeonim untuk pertama kalinya.
Soohyun menatap Jiwon, matanya berkaca-kaca. Ia mengangkat tudung renda Jiwon, dan tersenyum. "Kau.. cantik sekali, berapa kalipun aku melihatnya." Soohyun berbisik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pendeta yang memimpin upacara pernikahan memulai acara. Ia membacakan beberapa ayat dari Kitab Suci, lalu menoleh ke arah Soohyun dan Jiwon. "Sekarang, kalian berdua bisa mengucapkan janji suci kalian."
Soohyun mengambil napas dalam, lalu menatap Jiwon. "Kim Jiwon," Soohyun memulai, suaranya bergetar. "Kau adalah wanita yang paling berharga di hidupku. Kau telah mengubah hidupku, memberiku kebahagiaan yang tidak pernah aku bayangkan. Aku berjanji, aku akan mencintaimu, menghormatimu, dan menjagamu selamanya. Aku akan menjadi perisaimu, melindungimu dari segala bahaya. Aku akan menjadi suamimu, dan ayah yang baik untuk anak kita. Aku mencintaimu."
Jiwon meneteskan air mata. Ia meraih tangan Soohyun, menggenggamnya erat. "Kim Soohyun," Jiwon memulai, suaranya sedikit bergetar. "Kau adalah pria yang paling baik di dunia. Kau telah memberiku cinta, dan kebahagiaan. Aku berjanji, aku akan mencintaimu, menghormatimu, dan menjagamu selamanya. Aku akan menjadi istrimu, dan ibu yang baik untuk anak kita. Aku mencintaimu."