Beyond the Boundary 17

538 72 30
                                        

​Pagi itu, suasana di kamar tidur utama Haein dan Hyunwoo terasa cerah dan santai. Mereka baru saja menyelesaikan sarapan di ranjang—menu spesial hari itu adalah toast alpukat dan telur orak-arik. Hyunwoo sedang membereskan nampan saat ponselnya berdering pelan.

​"Itu pasti Sekretaris Min," gumam Hyunwoo, melihat layar. "Tepat waktu,"

​"Ada apa, sayang?" tanya Haein, matanya langsung berbinar. Ia sudah menduga-duga.

​Hyunwoo tersenyum, menyadari antusiasme istrinya. "Benteng Kayu Kenari sudah tiba. Tim pengiriman telah menunggu di gudang dan sudah melalui pemeriksaan keamanan ketat."

​"Akhirnya!" seru Haein, mencoba duduk tegak. "Ini sangat mendebarkan! Jangan buang waktu, Hyunwoo! Suruh mereka membawanya ke sini! Aku mau melihat kotaknya!"

​Hyunwoo tertawa. "Baik, My Queen. Permintaan diterima. Aku akan meminta mereka membawanya masuk dan meletakkannya di sudut ruangan. Tapi ingat, kau tetap harus di ranjang. Aku tidak mau kau turun bahkan untuk melihat kotaknya."

​"Aku janji! Aku akan patuh!"

​Hyunwoo segera mengirim instruksi ke Sekretaris Min. Tak lama kemudian, dengan kehati-hatian maksimal, dua staf keamanan yang tampak tegap dan berjas hitam—terlihat sangat aneh membawa kotak sebesar tempat tidur bayi—memasuki kamar. Mereka meletakkan sebuah kotak kayu besar yang kokoh di sudut ruangan dan segera keluar.

​Haein menatap kotak itu dengan mata lebar. "Astaga, itu terlihat seperti peti harta karun. Apakah Komet akan tidur di peti harta karun?"

​Hyunwoo berjalan ke kotak itu, meninjau segel dan labelnya. "Ini adalah kotak yang melindungi mahakarya, sayang. Kayu kenari itu terlalu berharga untuk diangkut sembarangan."

​Ia kembali ke sisi ranjang Haein, ekspresinya berubah menjadi serius. Hyunwoo mengambil kotak peralatan custom-made yang sudah ia siapkan semalam—semuanya berkilauan dan baru.

​"Sekarang, saatnya bagi Baek Hyunwoo si perisai untuk melakukan tugas utamanya hari ini: perakitan. Kau adalah mandor dan pengawas kualitas utamaku."

​Haein tersenyum lebar. "Tentu saja. Aku akan memastikan setiap sekrup dipasang dengan sempurna. Kesalahan akan didenda dengan satu sesi memijat kaki gratis selama satu minggu penuh."

​"Hukuman yang sangat berat," balas Hyunwoo dengan nada bercanda. Ia mulai membuka kotak kayu itu. "Kau tahu, manualnya punya 47 langkah. Aku sudah menghafal flow chart-nya. Ini adalah operasi yang sangat presisi."

​"Aku percaya padamu, sayang," kata Haein. "Jika kau bisa membedah laporan keuangan Queens dalam sekejap, merakit empat potong kayu seharusnya tidak sulit."

​"Ini adalah tantangan yang berbeda," kata Hyunwoo, mengeluarkan selembar manual yang sangat tebal. "Di dunia chaebol, jika kau salah, kau kehilangan uang. Di dunia Ayah, jika kau salah, Komet tidak punya tempat tidur."

​Haein terkekeh. "Benar. Jadi jangan sampai membuat Komet tidur di sofa, sayang. Aku akan meminta Tuan Park untuk mengambil popcorn dan menikmati pertunjukan perakitan ini."

​Hyunwoo menggelengkan kepalanya dengan geli, tetapi ia merasa sangat bahagia. Ia menarik napas dalam-dalam, mengambil kunci pas pertamanya, dan memulai langkah 1 dari 47, siap untuk membuktikan bahwa ia tidak hanya bisa membangun kekaisaran, tetapi juga tempat tidur yang sempurna untuk anaknya.

###

​Baek Hyunwoo meletakkan manual perakitan di atas lantai yang dilapisi karpet tebal, memasang kacamata baca tipisnya—sebuah pemandangan yang membuat Hong Haein tertawa. Ia sudah berganti pakaian menjadi hoodie santai dan celana olahraga, siap menghadapi tantangan teknis terbesarnya minggu ini.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang