Finding Truth in Lies 2

330 74 11
                                        

Sinar matahari siang itu menyinari ruang keluarga yang kini terasa lebih hidup dari biasanya. Baek Sungchul dan Park Sunhe telah menunggu dengan penuh antisipasi sejak pagi, dan kini, pintu rumah terbuka, menampilkan Hyunwoo yang menggandeng seorang wanita cantik di sampingnya - Hong Haein.

Sungchul dan Sunhe langsung menyambut mereka dengan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan. Sunhe, meskipun masih terlihat sedikit pucat, tampak lebih bersemangat dari malam sebelumnya.

"Hyunwoo-ya! Haein-ah! Selamat datang!" seru Sunhe dengan suara gembira, menghampiri mereka dengan langkah sedikit tergesa.

Sungchul mengikuti di belakangnya, mengamati Haein dari atas ke bawah dengan tatapan menilai namun penuh persetujuan. "Wah, Hyunwoo, seleramu bagus juga. Haein-ah, senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu." Ia mengulurkan tangannya, menjabat tangan Haein dengan hangat.

Haein tersenyum cerah, sedikit gugup namun berusaha untuk terlihat sopan dan ramah. "Senang bertemu dengan Anda juga, Ayah.. maksud saya, Paman Baek," ucapnya, sedikit tersipu.

Sunhe langsung merangkul Haein dengan hangat. "Panggil saja Ibu, sayang. Mulai sekarang, kamu sudah seperti anak kami sendiri." Ia menepuk-nepuk punggung Haein dengan sayang, matanya berkaca-kaca haru. "Ya Tuhan, Hyunwoo, Ibu sangat bahagia! Ibu tidak menyangka secepat ini kamu akan membawa calon istrimu ke rumah."

Hyunwoo hanya bisa tersenyum tipis, merasa tidak nyaman dengan kebohongan yang ia jalani. "Iya, Bu. Haein dan aku.. kami sudah sepakat untuk menikah." Ia berusaha mengucapkan kata-kata itu dengan meyakinkan, meskipun hatinya terasa berat.

"Benarkah ini, Haein-ah?" tanya Sungchul dengan nada penuh antusias. "Kamu benar-benar mau menikah dengan anak kami yang kaku ini?" Ia tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana.

Haein tertawa pelan, menatap Hyunwoo dengan tatapan penuh kasih. "Tentu saja, Ayah. Hyunwoo adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Saya sangat mencintainya." Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirnya, tanpa menyadari bahwa cinta itu bertepuk sebelah tangan.

Mendengar jawaban Haein, Sunhe semakin terharu. Air mata bahagia kini benar-benar mengalir di pipinya. "Ya Tuhan, ini benar-benar kabar yang luar biasa! Ibu sangat senang! Hyunwoo-ya, kamu sudah membuat keputusan yang tepat. Haein ini wanita yang sangat baik dan cantik." Ia kembali memeluk Haein erat.

"Terima kasih banyak, Ibu," balas Haein, merasa hangat dan diterima oleh keluarga Hyunwoo. Ia tidak menyadari tatapan bersalah yang sekilas terlintas di wajah Hyunwoo saat melihat kebahagiaan ibunya.

Sungchul menepuk bahu Hyunwoo dengan bangga. "Nah, kalau sudah begini, tidak ada alasan untuk menunda-nunda lagi. Kalian harus segera menikah! Ayah sudah tidak sabar ingin menimang cucu."

Sunhe mengangguk setuju dengan semangat. "Benar sekali! Kita harus segera menentukan tanggal pernikahan. Bagaimana kalau bulan depan? Atau bahkan minggu depan? Ibu sudah tidak sabar!" Ia menatap Hyunwoo dan Haein dengan mata berbinar-binar.

Hyunwoo sedikit tersentak mendengar usulan ibunya yang terburu-buru. "Bu, jangan terburu-buru begitu. Kami belum membicarakan tanggalnya secara detail." Ia mencoba untuk menunda, berharap ada waktu untuk memikirkan semuanya kembali.

Namun, Sunhe tidak menggubrisnya. "Tidak ada yang perlu ditunda-tunda, sayang. Semakin cepat semakin baik. Apalagi kondisi kesehatan Ibu sedang tidak menentu. Ibu ingin sekali melihat kalian menikah sebelum.." Ia tidak melanjutkan kalimatnya, namun tatapannya yang penuh harap sudah cukup untuk membuat Hyunwoo merasa semakin tertekan.

"Iya, Hyunwoo. Ibumu benar," timpal Sungchul dengan nada mendukung. "Kalian berdua sudah saling mencintai, apa lagi yang ditunggu? Kita bisa mulai mempersiapkan semuanya dari sekarang."

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang