Lumen in Tenebris

645 75 9
                                        

Malam itu, dinginnya udara merayap masuk ke seluruh penjuru Kota Seoul, membawa serta kelembapan yang berat dari Sungai Han yang gelap. Di Ruang Gawat Darurat (ER) Rumah Sakit Pusat Kota, intensitas terasa membeku. Udara tidak hanya dingin, tetapi juga kaku, berat, seolah dipenuhi oleh ribuan napas tertahan dan doa yang tak terucap. Aroma tajam desinfektan beradu dengan bau anyir darah yang menusuk hidung, menciptakan campuran yang memualkan.

​Dokter Hong Haein berdiri di tengah pusaran chaos itu. Mengenakan scrub hijau yang sedikit bernoda dan masker medis yang menutupi sebagian wajahnya, matanya yang tajam di balik kacamata beningnya adalah satu-satunya hal yang terlihat jelas. Ia memimpin tim resusitasi dengan ketenangan yang mengerikan. Gerakan tangannya cekatan, setiap perintahnya keluar dengan cepat dan ringkas, seperti peluru yang ditembakkan dari pistol.

​"Tekanan darah 60/40! Saturasi oksigen terus menurun!" suara seorang perawat muda terdengar panik. "Nadi sangat lemah, Dokter Hong!"

​Monitor jantung yang berkedip di samping brankar bersuara terengah-engah, berteriak, seolah mencoba menahan napasnya yang terakhir. Bunyi itu, bagi Haein, adalah musik yang paling mengerikan. Ia membisikkan instruksi kepada perawat dan residennya, suaranya tenang, namun penuh urgensi. "Epinefrin! Cepat! Masukkan jalur IV baru, kita butuh unit transfusi cepat! Perawat Kim, siapkan darah O-negatif sekarang juga!"

​Tepat saat itu, pintu ER terbuka dengan kasar, dan brankar lain didorong masuk. Di atasnya, seorang pria paruh baya, pucat pasi, seperti mayat yang baru bangkit. Perban darurat yang dipasang asal-asalan di bagian punggungnya sudah basah oleh darah yang merembes deras, menciptakan genangan merah gelap di bawah tubuhnya.

​Seorang paramedis melapor dengan suara yang tegang dan terputus-putus. "Pasien, laki-laki tak dikenal, sekitar 50 tahun. Ditemukan tak sadarkan diri di dekat dermaga lama. Ada tanda-tanda kekerasan, Dokter. Ini bukan luka biasa." Paramedis itu menunjuk ke arah pinggang pria itu dengan tangan gemetar. "Ada beberapa sayatan yang.. presisi. Terlihat seperti bekas operasi yang sangat kasar, tepat di area ginjalnya."

​Mendengar kata "operasi," mata Haein menyipit di balik kacamatanya. Ia mendekat, merobek baju pasien yang sudah basah oleh darah dengan satu tarikan cepat. Pemandangan di baliknya membuat napasnya tertahan sejenak. Lukanya bukan sekadar tusukan atau sayatan biasa. Itu adalah luka bedah. Garis sayatannya tidak rapi, tepiannya bergerigi, dan ada tanda-tanda kerusakan jaringan yang parah, menunjukkan bahwa pelakunya melakukan dengan tangan amatir.

​"Ya Tuhan," bisik Haein, lebih kepada dirinya sendiri. Ini bukan perampokan. Ini adalah kebrutalan yang terencana. "Kirim sampel darah ke lab untuk crossmatch darurat! Cepat! Perawat Kim, segera hubungi ruang operasi! Aku butuh mereka bersiap dalam lima menit!"

​Pintu ER kembali terbuka, dan kali ini, sosok tinggi dengan jaket kulit kusut melangkah masuk, memancarkan aura suram yang tak bisa disembunyikan. Detektif Baek Hyunwoo. Mata Haein langsung mengenalinya, ia adalah detektif yang sama yang datang beberapa hari lalu, menanyakan tentang kasus penusukan yang aneh. Kali ini, ekspresi Hyunwoo jauh lebih gelap, lebih mendesak.

​Ia menghampiri Haein, menyingkirkan kerumunan perawat. Kartu identitasnya sudah teracung. "Dokter Hong. Saya Detektif Baek Hyunwoo. Pasien ini.. ia terkait dengan kasus yang sedang saya selidiki. Ini bukan sekadar perampokan biasa. Ada sesuatu yang-"

​Suaranya terhenti saat matanya terpaku pada luka pasien. Ekspresinya yang tegang berubah menjadi terkejut, kemudian menjadi amarah yang dalam. Ia menghela napas berat, seolah beban dunia menimpanya. "Astaga. Mereka.. mereka mencoba mengambil organnya. Sindikat perdagangan organ."

​Haein tidak bereaksi secara verbal. Seluruh fokusnya masih pada pasien. Namun, di dalam dirinya, gelombang kejutan dan kemarahan dingin menyapu bersih ketenangan profesionalnya. Perdagangan organ? Di kotanya? Di dalam wilayahnya?

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang