Setelah sarapan yang diwarnai tawa dan obrolan ringan tentang kartun favorit Kim Gunwoo, Kim Jiwon dan Kim Soohyun mulai bersiap untuk hari yang baru. Hari ini, adalah hari Senin, hari di mana layanan pesan antar Sweet Corner akan resmi dimulai. Ada ketegangan yang menyenangkan di udara, bercampur dengan semangat baru yang membara.
Soohyun, dengan celemek yang sudah dikenakan, membantu Jiwon mencuci piring sarapan. Gerakannya kini lebih luwes, ia sudah terbiasa dengan rutinitas dapur sederhana itu. Jiwon sesekali meliriknya, senyum tipis terukir di bibirnya melihat Soohyun yang kini tampak begitu nyaman dalam peran barunya.
"Aku akan mengantar Gunwoo ke sekolah dulu," kata Soohyun, sambil mengeringkan tangannya. "Setelah itu, aku akan langsung ke toko, membantu menyiapkan semuanya."
Jiwon mengangguk. "Baiklah. Aku akan mulai memanggang batch pertama untuk pesanan antar. Kita harus memastikan semuanya segar."
Soohyun berlutut di hadapan Gunwoo, yang sudah rapi dengan seragam taman kanak-kanaknya. "Jagoan, Paman akan mengantar Gunwoo ke sekolah. Lalu, nanti Paman akan membantu Mama di toko."
Gunwoo mengangguk antusias. "Oke, Paman! Semangat kerjanya."
Soohyun tertawa, mengacak-acak rambut putranya. "Tentu saja, jagoan."
Setelah mengantar Gunwoo ke sekolah dan mengucapkan salam perpisahan yang hangat, Soohyun langsung kembali ke Sweet Corner. Ketika ia masuk, aroma roti yang baru dipanggang langsung menyambutnya. Jiwon, Minjun, dan Hana sudah sibuk di balik konter dan di dapur. Jiwon sedang mengemas beberapa croissant ke dalam kotak khusus yang mereka beli kemarin.
"Selamat pagi semuanya!" sapa Soohyun ceria.
"Pagi, Tuan Kim!" balas Minjun dan Hana serempak. Mereka masih agak canggung dengan keberadaan mantan CEO yang kini bekerja bersama mereka, namun mereka juga merasakan aura positif yang dibawa Soohyun.
"Jiwon, apa yang bisa kubantu?" tanya Soohyun, langsung melangkah ke dapur.
Jiwon menunjuk ke tumpukan kotak-kotak kemasan. "Tolong bantu aku merakit kotak-kotak ini, Soohyun. Kita butuh banyak."
Soohyun segera mengambil posisi di samping Jiwon, dan dengan cekatan mulai merakit kotak-kotak karton. Ia bekerja dalam diam, sesekali melirik Jiwon, yang tampak begitu fokus dan bersemangat. Pagi itu, berbeda dengan pagi-pagi di kantor lamanya yang penuh tekanan, Soohyun merasakan kebahagiaan yang tulus dalam kesibukan sederhana ini.
Tak lama kemudian, bel pertama berdering dari aplikasi di ponsel Jiwon. Sebuah pesanan masuk! Wajah Jiwon dan Soohyun langsung berbinar.
"Itu pesanan pertama!" seru Jiwon antusias.
Soohyun segera mendekat, mengamati layar ponsel Jiwon. "Dari area Hongdae. Itu tidak terlalu jauh. Oke, ini pesanan pertama kita, Jiwon. Kita harus pastikan semuanya sempurna."
Jiwon dengan sigap menyiapkan pesanan, dua red velvet cupcake dan satu chocolate mousse cake. Soohyun memastikan kue-kue itu dikemas dengan rapi dan aman di dalam kotak, dengan logo Sweet Corner yang tercetak jelas.
"Oke, aku siap berangkat!" seru Soohyun, mengambil kotak kemasan yang sudah siap. Ia melangkah ke pintu, tempat sepeda motor biru tua mereka terparkir rapi. "Doakan aku!"
Jiwon tersenyum lebar. "Hati-hati di jalan, Soohyun! Semoga sukses!"
Minjun dan Hana juga memberikan semangat. "Semoga lancar, Tuan Kim!"
Soohyun mengenakan helm, melambaikan tangan, lalu menaiki sepeda motor. Ia menghidupkan mesin, dan suara deru motor memecah keheningan pagi. Dengan hati-hati, Soohyun mulai mengendarai motor itu, membelah jalanan Seoul yang ramai. Ia tidak lagi mengemudikan mobil mewah, namun perasaan di dadanya jauh lebih ringan dan bahagia. Ia adalah seorang pengantar roti, dan ia bangga dengan pekerjaan barunya ini.
