Ignited Touch 26

665 86 31
                                        

​Keesokan harinya, Kim Soohyun dan Kim Jiwon pergi ke rumah sakit. Soohyun menggenggam erat tangan Jiwon, menuntunnya masuk ke ruang pemeriksaan kandungan. Jiwon merasa sedikit gugup, namun kehadiran Soohyun di sisinya membuatnya merasa tenang.

​Dokter menyambut mereka dengan senyum hangat. Ia menyuruh Jiwon berbaring di ranjang pemeriksaan, lalu memulai pemeriksaan. Soohyun berdiri di samping Jiwon, memegang erat tangannya, tidak pernah melepaskannya.

​Dokter memeriksa Jiwon dengan begitu teliti. Ia memeriksa detak jantung bayi mereka, mengukur ukuran perut Jiwon, dan melakukan beberapa tes lain. Setelah pemeriksaan selesai, ia menyuruh Jiwon duduk, lalu menoleh ke arah Soohyun dan Jiwon.

​"Kondisi kehamilan Anda sangat baik, Nyonya Kim," dokter memulai, suaranya menenangkan. "Janinnya sehat, dan detak jantungnya normal. Anda tidak perlu khawatir."

​Soohyun menghela napas lega. "Syukurlah," bisiknya.

​"Sekarang, apa ada yang ingin kalian tanyakan?" dokter melanjutkan.

​Soohyun mengangkat tangannya. "Dokter," Soohyun memulai. "Saya ingin bertanya, kenapa Jiwon tidak mual? Kebanyakan ibu hamil pasti mual. Tapi Jiwon tidak. Apakah itu normal?"

​Dokter tersenyum. "Itu normal, Tuan Kim," dokter menjelaskan. "Tidak semua ibu hamil mengalami mual. Beberapa wanita memang beruntung, seperti Nyonya Kim. Itu tidak mempengaruhi kesehatan bayi. Jadi, Anda tidak perlu khawatir."

​Soohyun mengangguk, lalu ia teringat sesuatu. "Oh, ya. Kami berencana untuk pergi ke Jerman. Apakah itu aman untuk Jiwon? Penerbangan jauh, dan mungkin akan membuat Jiwon lelah."

​Dokter menatap mereka berdua, lalu tersenyum. "Sebenarnya, lebih baik Nyonya Kim tidak terlalu sering bepergian menggunakan pesawat. Itu bisa membuat tubuhnya lebih lelah. Namun, jika memang harus, pastikan Nyonya Kim selalu bergerak, seperti berjalan-jalan kecil di lorong pesawat, dan minum air putih yang banyak."

​Soohyun mengangguk. "Baik, Dokter. Kami akan pastikan Jiwon selalu bergerak."

​Setelah mendengar penjelasan dokter, Soohyun dan Jiwon berpamitan. Di dalam mobil, Soohyun menggenggam erat tangan Jiwon. "Kau dengar, sayang? Bayi kita sehat. Kau tidak perlu khawatir."

​Jiwon tersenyum. Ia menatap Soohyun dengan penuh cinta. "Aku tidak khawatir, Oppa. Aku hanya.. merasa bahagia."

​Soohyun tersenyum, lalu mencium lembut tangan Jiwon. "Aku juga, sayang. Aku sangat bahagia."

​Setelah kembali dari rumah sakit, Kim Soohyun dan Kim Jiwon memutuskan untuk menghabiskan sisa hari dengan bersantai. Soohyun membantu Jiwon merebahkan diri di sofa. Ia memijat lembut kaki Jiwon, membuatnya merasa rileks. Jiwon memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan yang diberikan Soohyun.

​"Aku merasa sangat nyaman," Jiwon berbisik, suaranya parau.

​"Tentu saja," Soohyun membalas, ia mencium lembut kening Jiwon. "Aku ingin kau merasa nyaman. Kau tidak boleh lelah. Kau harus menjaga bayi kita."

​Jiwon tersenyum. "Terima kasih, Oppa," katanya.

​Setelah beberapa saat, mereka berdua bangkit, lalu berjalan ke kamar. Soohyun mengambil koper besar dan meletakkannya di tengah ruangan. Mereka berdua mulai berkemas untuk ke Jerman. Soohyun dengan sabar membantu Jiwon memilih pakaian, memastikan Jiwon membawa pakaian yang nyaman dan hangat.

​"Apa kau yakin kita hanya akan membawa ini?" Jiwon bertanya, melihat koper mereka yang hanya terisi sebagian.

​Soohyun mengangguk. "Tentu saja," jawabnya. "Kita akan membeli semua yang kita butuhkan di sana. Kau harus berbelanja. Aku ingin kau membeli semua yang kau inginkan."

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang