Pagi itu, dunia bisnis menahan napas. Pukul 10.00 tepat, Baek Hyunwoo mengadakan konferensi pers mendadak, memilih aula besar di KS Group, bukan Queens. Ia berdiri tegak di depan deretan mikrofon, tanpa Haein di sisinya, tetapi dengan tekad yang menakutkan di matanya—tatapan dingin seorang jenderal yang siap menghancurkan musuh. Di belakangnya, layar besar menampilkan logo Queens dan KS Group yang saling terkait.
Kilatan kamera begitu masif, tetapi Hyunwoo tidak gentar. Ia memulai dengan nada yang tenang, tetapi penuh otoritas.
"Selamat pagi. Saya Baek Hyunwoo, Wakil Presiden Direktur KS Group dan suami dari Direktur Operasional Queens Group, Hong Haein. Saya berdiri di sini bukan untuk membela diri, tetapi untuk mengungkap kebenaran di balik kekacauan yang terjadi dua puluh empat jam terakhir."
Hyunwoo menarik napas. "Saya akui, masa lalu saya jauh dari sempurna. Ada periode dalam hidup saya di mana saya menjalani gaya hidup yang tidak bertanggung jawab, dan saya sangat menyesali itu. Namun, saya ingin tegaskan satu hal: Sejak saya menikah dengan Hong Haein dan mengenal wanita luar biasa ini, saya tidak pernah berkencan, atau memiliki hubungan dengan wanita manapun. Perkawinan kami adalah komitmen seumur hidup."
Hyunwoo kemudian menunjuk ke layar di belakangnya. "Berita yang beredar mengenai seorang wanita bernama Oh Sera adalah fitnah yang direncanakan secara kriminal."
Layar langsung menampilkan bukti yang dikumpulkan tim Hyunwoo: transfer dana yang kompleks dari rekening luar negeri yang terhubung dengan Direktur Choi ke Oh Sera, rekaman komunikasi terenkripsi yang berhasil dibongkar, dan metadata yang menunjukkan foto-foto itu adalah rekayasa digital yang terencana.
"Ini adalah perbuatan Direktur Choi, salah satu direktur senior Queens Group," kata Hyunwoo, suaranya mengeras, menembus aula. "Dia mencoba mendiskreditkan saya untuk membatalkan aliansi kami dan mengambil kendali di Queens. Hari ini, tim hukum kami telah mengajukan tuntutan pidana atas penipuan, manipulasi pasar, dan pencemaran nama baik. Kami akan menuntut ganti rugi maksimal untuk setiap kerugian yang diderita Queens Group dan KS Group."
Setelah menghancurkan musuhnya secara profesional, Hyunwoo beralih ke pernyataan yang jauh lebih pribadi dan emosional. Ia menatap lurus ke kamera, seolah-olah hanya berbicara kepada Haein dan kedua orang tua mereka yang pasti sedang menonton.
"Sekarang, saya memiliki pengumuman pribadi yang saya harap akan mengakhiri semua spekulasi, tekanan, dan kegilaan yang dihadapi istri saya."
Hyunwoo tersenyum tipis, matanya dipenuhi kebanggaan.
"Istri saya, Hong Haein, saat ini sedang hamil. Kami menantikan anak pertama kami."
Aula langsung riuh. Flash kamera menjadi lebih masif. Hyunwoo mengangkat tangannya, meminta keheningan.
"Kehamilan ini, dan istri saya, adalah alasan utama semua ini harus dihentikan sekarang juga. Hong Haein baru saja selamat dari ancaman keguguran yang disebabkan oleh stres fisik dan emosional ekstrem akibat serangan-serangan keji Direktur Choi ini. Haein dan calon anak kami adalah segalanya bagi saya, lebih dari Queens dan KS."
Hyunwoo kini berbicara dengan penuh emosi, air matanya berkaca-kaca, menunjukkan kerapuhan yang belum pernah dilihat publik.
"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk berbicara kepada semua orang, termasuk orang tua kami: Pernikahan kami bukan lagi sekadar kontrak bisnis. Ini adalah keluarga. Dan saya tidak akan mengizinkan campur tangan apa pun lagi. Tidak ada lagi ancaman, tidak ada lagi tekanan, tidak ada lagi tuntutan citra pewaris."
Hyunwoo menunjuk ke perutnya sendiri, seolah-olah melindungi Haein. "Anak yang tengah dikandung istri saya.. Saya tidak ingin dia harus hidup terbebani oleh tanggung jawab pewaris chaebol yang menyesakkan, seperti yang Haein dan saya harus jalani. Saya ingin anak kami bisa hidup bebas, damai, dan memiliki pilihan, seperti kebanyakan anak lainnya."
