Ignited Touch 28

585 84 15
                                        

​Sinar matahari pagi menembus celah-celah tirai, jatuh tepat di wajah Kim Jiwon. Ia perlahan membuka matanya, mengerjap beberapa kali. Sensasi hangat menyelimuti tubuhnya. Jiwon menoleh dan menemukan Kim Soohyun sedang menatapnya dengan senyum lembut di wajahnya. Rambut Soohyun sedikit berantakan, dan ia terlihat sangat damai.

​"Selamat pagi, sayang," Soohyun berbisik, suaranya parau. Ia mencium lembut kening Jiwon.

​"Selamat pagi, Oppa," balas Jiwon, suaranya terdengar serak. Ia membenamkan wajahnya di dada Soohyun. "Aku tidak ingin bangun."

​Soohyun terkekeh pelan. "Aku tahu. Tapi kita harus. Aku sudah sangat lapar."

​Jiwon mendongak. "Kau lapar? Ayo kita buat sarapan."

​"Tidak," Soohyun menggeleng. "Kau istirahat saja. Aku akan siapkan sarapan. Aku akan membuatkanmu pancake. Kesukaanmu."

​"Kau ini," Jiwon membalas, ia tersenyum. "Kau terlalu memanjakanku."

​"Tentu saja," Soohyun berkata. "Kau adalah ratuku."

​Soohyun bangkit dari ranjang. Ia melangkah ke kamar mandi, lalu mencuci muka. Setelah itu, ia kembali ke kamar. Ia mengenakan celana tidur, lalu menoleh ke arah Jiwon. "Aku akan ke dapur," Soohyun berkata. "Tidur lagi saja, ya?"

​Jiwon mengangguk. Soohyun tersenyum, lalu meninggalkan kamar. Jiwon berbaring di ranjang, memejamkan matanya, menikmati kebahagiaan yang ia rasakan.

###

​Kim Soohyun melangkah ke dapur. Dapur itu kini adalah salah satu tempat favoritnya di penthouse. Ia membuka kulkas, mengambil beberapa bahan, telur, susu, tepung terigu, dan sirup maple. Ia mulai menyiapkan adonan, mencampur semua bahan dengan hati-hati. Ia begitu fokus, seolah-olah ia sedang melakukan sebuah eksperimen ilmiah.

​"Aku akan membuat pancake terbaik di dunia untuk istriku," gumam Soohyun pada dirinya sendiri.

​Soohyun mengambil wajan, menaruhnya di atas kompor. Ia menuangkan sedikit mentega ke wajan, lalu menuangkan adonan. Adonan itu berdesis, dan Soohyun mencium aroma yang lezat. Ia tersenyum.

​Di tengah kesibukannya, Soohyun teringat pada Kim Jiwon yang mumgkin kini kembali tidur. Ia menghentikan pekerjaannya, lalu berjalan ke kamar. Ia membuka pintu kamar dengan perlahan, lalu mengintip ke dalam. Ternyata Jiwon memang kembali terlelap, wajahnya begitu damai. Soohyun merasa hatinya dipenuhi kebahagiaan. Sebuah senyum mengembang di bibirnya.

​Soohyun kembali ke dapur. Ia melanjutkan pekerjaannya. Ia membalik pancake, lalu menaruhnya di piring. Ia menghiasnya dengan buah-buahan dan sirup maple. Pancake itu terlihat begitu sempurna.

​Soohyun membawa piring itu ke kamar. Ia membangunkan Jiwon dengan lembut. "Bangun, sayang," Soohyun berbisik. "Sarapan sudah siap."

​Jiwon membuka matanya, lalu tersenyum. Ia mencium aroma pancake. "Kau benar-benar membuatnya, Oppa?" Jiwon bertanya.

​"Tentu saja," Soohyun membalas. "Aku membuatkannya spesial untukmu."

​Mereka berdua makan di ranjang, menikmati sarapan yang lezat dan kebersamaan mereka. Soohyun duduk di samping Jiwon, menyuapi wanita itu potongan pancake. Senyum tak pernah luntur dari bibirnya saat melihat Jiwon makan dengan lahap.

​"Ini sangat lezat, Oppa," Jiwon memuji, mulutnya penuh. "Kau harus berhenti jadi CEO dan buka restoran."

​Soohyun terkekeh. "Dan siapa yang akan jadi asisten pribadiku? Kau?"

​"Tentu saja!" Jiwon mengangguk mantap. "Aku akan jadi kasir, pelayan, koki cadangan, apa pun yang kau mau."

​Mata Soohyun melembut. Ia mengusap lembut pipi Jiwon. "Aku lebih suka kau menjadi ibunya anak-anakku. Itu pekerjaan paling penting di dunia." Jiwon yang mendengarnya tersenyum, ia mengecup pipi Soohyun.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang