Ignited Touch 24

686 87 54
                                        

Kim Soohyun dan Kim Jiwon tiba di bandara tepat waktu. Soohyun menggenggam erat tangan Jiwon, menuntunnya menuju gerbang kedatangan. Keduanya berdiri di sana, menunggu kedatangan ayah Jiwon, Kim Daeho, dan ibunya, Lee Minji. Jantung Jiwon berdebar kencang, campuran antara rindu dan bahagia. Soohyun merasakan kegelisahan Jiwon, ia mengeratkan genggamannya, memberikan senyum menenangkan.

"Appa dan Eomma pasti akan senang melihatmu ikut menyambut kedatangan mereka, Oppa," Jiwon berbisik.

"Aku juga senang bisa menyambut mereka," Soohyun membalas. "Mereka orang tua yang baik. Aku tidak sabar untuk menjadi bagian dari keluarga mereka."

Tak lama kemudian, pintu gerbang kedatangan terbuka, dan Jiwon melihat orang tuanya. Jiwon langsung menyambut mereka. Ia melepaskan genggaman Soohyun, berlari ke arah ibunya.

"Eomma!" Jiwon berseru, memeluk erat ibunya. Nyonya Lee membalas pelukan putrinya dengan penuh kasih sayang.

"Jiwon-ah, putriku," Nyonya Lee berkata, suaranya dipenuhi haru. "Kau terlihat kurus. Apakah Soohyun-ssi tidak memberimu makan?"

Jiwon tertawa akan candaan ibunya, lalu ia memeluk ayahnya. Tuan Kim menepuk lembut punggung Jiwon. "Putriku akan menikah," katanya, suaranya sedikit bergetar.

Setelah melepas rindu dengan orang tuanya, Jiwon menoleh ke arah Soohyun. Ia menarik Soohyun ke sisinya.

Soohyun membungkuk hormat, memberikan senyum tulus. "Selamat datang di Seoul, Tuan Kim, Nyonya Lee," Soohyun menyapa. "Terima kasih sudah datang."

Mereka mengangguk, terlihat senang saat bertemu kembali dengan Soohyun. Nyonya Lee tersenyum. "Soohyun-ssi. Terima kasih sudah menjaga putri kami." Ia menatap Jiwon dan Soohyun, lalu tersenyum lagi. "Kau terlihat lebih baik sekarang. Aku bisa melihat, kau bahagia."

Tuan Kim menepuk bahu Soohyun. "Tentu saja dia bahagia," katanya, suaranya dipenuhi kebanggaan. "Putriku akan menikah dengan pria yang baik. Aku sangat senang."

Soohyun tersenyum. "Terima kasih, Tuan Kim."

Mereka berempat kemudian berjalan keluar dari bandara, menuju mobil Soohyun. Soohyun tidak membiarkan orang tua Jiwon membawa koper mereka sendiri. Ia mengambil alih, menempatkan koper mereka di bagasi mobil.

Di dalam mobil, Nyonya Lee duduk di depan bersama Soohyun, sementara Jiwon duduk di belakang bersama ayahnya. Sepanjang perjalanan, mereka berempat mengobrol, berbagi cerita tentang kehidupan mereka. Suasana di dalam mobil begitu hangat, seolah mereka adalah sebuah keluarga yang sudah lama bersama.

###

Kim Soohyun mengemudi dengan santai, mengarahkan mobilnya menuju sebuah restoran Korea klasik yang sudah ia pesan sebelumnya. Ia tahu, setelah perjalanan panjang dari Jeju, Tuan Kim dan Nyonya Lee pasti lapar.

"Saya tahu kalian pasti lapar," Soohyun berkata, melirik dari kaca spion ke arah Jiwon dan Tuan Kim. "Saya sudah memesankan beberapa makanan. Semoga kalian suka."

"Kau tidak perlu repot-repot, Nak," Nyonya Lee membalas. "Terima kasih banyak."

"Tidak apa-apa, Nyonya Lee. Ini adalah tugas saya," Soohyun berkata, lalu tersenyum.

Setibanya di restoran, mereka berempat duduk di meja yang sudah disiapkan. Di sana, mereka kembali mengobrol, kali ini mengenai detail-detail pernikahan yang akan datang.

"Jadi, Tuan Kim, mengenai pernikahan?" Soohyun bertanya, menatap ayah Jiwon. "Apakah ada hal yang harus saya persiapkan lagi?"

Tuan Kim tersenyum. "Tidak ada. Kau sudah melakukan semuanya dengan baik, Nak. Kami percaya padamu."

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang