Staging a wedding 2/6

415 65 9
                                        

Hong Haein duduk di balik mejanya yang dipenuhi dengan berbagai proposal pernikahan mewah. Di depannya, berdiri Baek Hyunwoo, tampak sedikit tegang. Haein baru saja menjelaskan garis besar pernikahan impiannya – sebuah acara megah yang akan menjadi puncak dari semua pernikahan yang pernah ditangani oleh The Wedding Architect, sekaligus memperkuat citra perusahaan sebagai yang terbaik di industri ini.

Haein menunjuk ke sebuah papan mood yang penuh dengan foto-foto gaun pengantin desainer, dekorasi bunga yang rumit, dan lokasi pernikahan mewah.

"Semuanya harus sempurna, Hyunwoo-ssi. Ini bukan hanya pernikahan kita, tapi juga gambaran dari merek kita. Setiap detail harus dipikirkan dengan matang."

Hyunwoo mengangguk pelan. "Saya mengerti, Sajangnim. Anda ingin pernikahan ini menjadi yang terbaik."

"Tentu saja. Kita harus menunjukkan kepada semua orang bahwa The Wedding Architect mampu mewujudkan pernikahan impian yang sesungguhnya. Dan pernikahan kita.. akan menjadi buktinya."

Haein mengambil sebuah map tebal berisi daftar vendor dan rincian anggaran. "Saya sudah memilih beberapa vendor terbaik di Seoul untuk gaun pengantin, perhiasan, dan katering. Kita akan melakukan fitting gaun minggu depan di butik Vera Wang. Anda harus ikut."

Hyunwoo terkejut. "Saya ikut? Apakah perlu, Sajangnim?"

"Tentu saja perlu. Kita harus terlihat seperti pasangan yang antusias dalam mempersiapkan pernikahan kita. Itu bagian dari citra yang harus kita bangun." Hyunwoo hanya mengangguk pasrah.

###

Haein berdiri di depan cermin besar, mengenakan gaun pengantin putih yang megah dengan taburan kristal. Beberapa asisten butik sibuk merapikan gaun di sekelilingnya. Di sofa yang terletak di sudut ruangan, Hyunwoo duduk dengan canggung, merasa sedikit tidak pada tempatnya di tengah kemewahan butik pengantin.

Haein memutar tubuhnya di depan cermin. "Bagaimana menurutmu, Hyunwoo-ssi? Apakah gaun ini terlihat bagus?"

Hyunwoo menatap Haein yang tampak begitu berbeda dalam balutan gaun pengantin. Ia terlihat sangat cantik dan elegan, namun ada sesuatu yang hilang – kehangatan dan kebahagiaan sejati yang seharusnya terpancar dari seorang calon pengantin wanita.

"Anda terlihat sangat cantik, Sajangnim. Gaunnya juga sangat indah."

Haein mengangguk puas. "Saya juga berpikir begitu. Gaun ini akan terlihat sempurna di foto pernikahan kita."

Haein kembali melihat dirinya di cermin, lebih fokus pada bagaimana gaun itu akan terlihat di kamera daripada bagaimana perasaannya saat mengenakannya. Ia memilih beberapa gaun lain untuk dicoba, semuanya dari koleksi desainer ternama dan dengan harga yang fantastis. Hyunwoo hanya bisa mengamati dalam diam, merasa seperti figuran dalam drama yang sedang dimainkan oleh Haein.

###

Sore harinya Haein memimpin rapat dengan tim pemasaran dan acara pernikahan. Layar proyektor menampilkan berbagai konsep dekorasi pernikahan, mulai dari tema taman bunga yang romantis hingga tema pesta dansa mewah di ballroom hotel bintang lima.

Haein berkata dengan nada tegas. "Dekorasinya harus spektakuler. Kita akan menggunakan ribuan bunga segar, pencahayaan yang dramatis, dan detail-detail kecil yang akan membuat pernikahan ini tak terlupakan. Anggarannya tidak masalah. Kita harus memberikan yang terbaik."

Hyunwoo duduk di samping Haein, mendengarkan dengan seksama. Ia merasa sedikit aneh melihat Haein begitu bersemangat dan detail dalam merencanakan pernikahan mereka, padahal ia tahu bahwa semua ini hanyalah sebuah sandiwara. Namun, di sisi lain, ia juga tidak bisa memungkiri bahwa ia sedikit terpesona dengan dedikasi dan profesionalisme Haein dalam bekerja.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang