Ignited Touch 22

517 82 38
                                        

Rapat dewan direksi yang tegang, kini berubah menjadi sebuah perayaan kecil. Kim Soohyun dan Kim Jiwon berjalan ke ruang makan eksekutif, di mana hidangan-hidangan mewah sudah disiapkan oleh para staf. Soohyun terus menggenggam tangan Jiwon, tak peduli dengan tatapan mata yang terus mengikuti mereka.

Kim Dohoon duduk di salah satu sudut, wajahnya masih memancarkan amarah yang tersembunyi. Ia menolak hidangan yang ditawarkan, hanya meneguk air mineral dengan kasar. Di sisi lain, Kim Dahyun dan Sekretaris Choi sibuk melayani para investor, memastikan mereka semua merasa nyaman.

"Selamat, CEO Kim! Kami tidak menyangka akan ada kabar bahagia ini," salah satu investor berkata, menepuk bahu Soohyun. "Kami sudah tidak sabar menunggu hari besar itu!"

Soohyun tersenyum, lalu merangkul pinggang Jiwon. "Terima kasih. Kami juga. Saya harap Anda semua bisa hadir."

Jiwon tersenyum ramah, membalas sapaan para investor. Ia merasa gugup, namun kehadiran Soohyun di sisinya memberinya keberanian. Ia tahu, sekarang ia tidak hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga Soohyun, dan ia harus tampil kuat dan percaya diri.

Soohyun menuntun Jiwon ke meja prasmanan, mengambilkan hidangan-hidangan favorit wanita itu. "Kau tidak boleh terlalu lelah," bisiknya. "Makan yang banyak, sayang."

Jiwon tersentuh dengan perhatian Soohyun yang begitu mendetail. Ia tersenyum. "Terima kasih, Oppa."

Di tengah keramaian, mata Soohyun tak lepas dari Dohoon. Ia melihat Dohoon bangkit dari kursinya, berjalan mendekat. Dohoon berhenti di depan mereka, menatap tajam ke arah Soohyun dan Jiwon.

"Selamat atas pernikahanmu, keponakanku," Dohoon berkata, suaranya dingin, ada nada sarkasme di sana. "Aku harap kau tidak melakukan hal bodoh."

Soohyun membalas tatapan pamannya. "Aku tidak pernah melakukan hal bodoh, Paman. Dan terima kasih, aku tahu kau tidak akan pernah mengharapkan kebahagiaanku."

"Berhati-hatilah, Soohyun," Dohoon berbisik, hanya untuk didengar oleh mereka. "Permainan ini belum berakhir." Ia kemudian melirik Jiwon, tatapannya penuh arti. "Dan aku harap kau tidak akan menyesal, Nona Kim Jiwon."

Dohoon kemudian berbalik dan pergi, meninggalkan Soohyun dan Jiwon. Jiwon merasakan bulu kuduknya merinding. Ia tahu, itu bukan sekedar kata-kata.

Soohyun mengeratkan pelukannya pada Jiwon. "Jangan dengarkan dia," bisik Soohyun. "Dia hanya pecundang yang kalah. Yang tidak suka melihatku bahagia." Jiwon hanya mengangguk, namun kata-kata itu masih terngiang di kepalanya.

###

Setelah perayaan dadakan di ruang makan eksekutif, Kim Jiwon kembali ke mejanya di depan ruangan Kim Soohyun. Ia masih merasa terkejut, bahagia, dan sedikit kewalahan. Ia mengambil napas dalam, mencoba menenangkan diri. Namun, bisik-bisik yang ia dengar di sepanjang lorong membuat hatinya terasa berat. Ia mencoba mengabaikannya, tetapi itu sulit.

Beberapa menit kemudian, Jiwon merasa perlu pergi ke toilet untuk menenangkan diri. Ia melangkah masuk, dan mendengar dua suara wanita sedang berbicara di dalam. Jiwon tidak ingin mengganggu, jadi ia masuk ke salah satu bilik, menunggu mereka selesai.

"Aku tidak percaya! Nona Kim itu akan menikah dengan CEO Kim?" suara seorang wanita terdengar sinis.

"Aku juga tidak percaya! Apa mereka sudah gila? Rasanya aneh sekali, kan? Tiba-tiba saja pengumuman pernikahan dan undangan sudah dicetak."

Awalnya, Jiwon tidak menghiraukan itu. Ia mencoba mengabaikan percakapan mereka, menganggapnya sebagai bagian dari gosip kantor yang biasa. Namun, percakapan mereka semakin memanas, dan tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan mulai terdengar.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang