Udara di koridor megah kediaman keluarga Hong terasa dingin dan formal, namun genggaman tangan Hyunwoo di tangan Haein adalah kehangatan yang tak tergantikan. Jari-jemari mereka bertaut erat, seolah tak ingin melepaskan. Sesekali, ibu jari Hyunwoo mengusap punggung tangan Haein dengan lembut, sentuhan kecil yang sarat makna, sebuah bisikan "aku ada di sini" yang hanya mereka berdua pahami. Langkah mereka beriringan, suara sepatu yang seragam di lantai marmer yang dipoles menggaung samar.
Begitu pintu ruang makan utama yang tinggi menjulang terbuka, semua mata tertuju pada mereka. Suasana yang tadinya penuh obrolan samar dan denting piring mendadak hening. Ruangan itu sudah dipenuhi oleh keluarga besar Hong, Nyonya Hong dan Tuan Hong duduk di kepala meja, aura kebangsawanan terpancar kuat dari diri mereka, sementara di sekeliling meja panjang, paman, bibi, dan sepupu-sepupu Haein sudah mengambil tempat. Sebuah bisikan halus menyapu ruangan, lebih seperti desiran angin yang membawa gosip, daripada percakapan biasa.
"Lihat itu.. Hyunwoo," bisik salah satu sepupu perempuan Haein pada saudaranya, matanya membelalak tak percaya.
"Astaga, dia sungguh berbeda," timpal yang lain, ekspresinya tak kalah terkejut.
Fokus pandangan mereka bukan hanya pada Haein, pewaris tunggal yang selalu menjadi pusat perhatian, melainkan pada Hyunwoo. Ada sesuatu yang telah berubah pada dirinya. Dulu, ia adalah bayangan yang kaku dan dingin, selalu menjaga jarak, nyaris tak terlihat di pertemuan keluarga ini. Kini, ia berdiri tegak, memancarkan aura percaya diri yang belum pernah ada sebelumnya. Dan yang lebih mengejutkan, lengannya melingkar posesif di pinggang Haein, menarik wanita itu sedikit lebih dekat ke sisinya, seolah Haein adalah harta yang tak ternilai yang ingin ia pamerkan kepada dunia.
Nyonya Hong, dengan gaun sutra mewahnya, menatap menantunya dengan kerutan kentara di dahinya. Ujung sumpit peraknya yang runcing menunjuk lurus ke arah Hyunwoo. "Hyunwoo," suaranya tajam, memecah keheningan. "Kau.. kau terlihat berbeda. Apa yang terjadi padamu? Kau tampak.. lebih cerah?"
Hyunwoo tersenyum, sebuah senyum yang kini jauh lebih tulus, hangat, dan bahkan sedikit berseri. Bukan lagi senyum kaku yang sering ia paksakan di hadapan mertuanya. Ia mengeratkan pelukannya di pinggang Haein, pandangannya tak lepas dari wajah istrinya. "Aku baik-baik saja, Ibu," jawabnya santai, nada suaranya kini lebih lembut, rileks, dan sama sekali tanpa ketegangan yang dulu selalu menyelimutinya. "Mungkin karena suasana hatiku sedang sangat baik."
Ia melirik Haein, dan untuk kejutan semua orang yang hadir, ia memberikan kedipan mata nakal yang belum pernah terbayangkan akan keluar dari sosok Baek Hyunwoo yang kaku. Haein tersipu malu, pipinya merona merah padam, seolah api kecil menyala di wajahnya. Ia menyenggol siku Hyunwoo pelan, berusaha menyembunyikan senyum tipis yang tak bisa ia tahan.
Seluruh anggota keluarga yang hadir, dari Paman dan Bibi Haein yang selalu mengamati setiap gerak-gerik dengan cermat, hingga sepupu-sepupunya yang cenderung acuh tak acuh dan lebih fokus pada ponsel mereka, kini saling pandang dengan ekspresi tak percaya yang nyaris seragam. Mata mereka melotot, mulut sedikit terbuka. Mereka ingat betul bagaimana Hyunwoo dulu mati-matian menolak perjodohan ini, bagaimana ia selalu menjaga jarak dari Haein, dan betapa kaku serta dingin dirinya di setiap pertemuan keluarga. Perubahan ini begitu drastis dan mencolok, seolah ada Hyunwoo yang baru, yang sepenuhnya berbeda, berdiri di hadapan mereka. Ini bukan hanya sebuah perubahan kecil, ini adalah metamorfosis yang menggegerkan.
Makan malam pun dimulai, dan kebingungan keluarga semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu. Hyunwoo, yang dulu selalu diam, makan dengan tenang, dan menyendiri di sudut seolah tak ingin menarik perhatian, kini menjadi pusat perhatian yang tak terhindarkan. Namun, bukan karena ia berbicara banyak tentang bisnis atau isu-isu penting keluarga Hong, melainkan karena ia terlalu fokus pada Haein, mengabaikan sepenuhnya etika makan malam formal keluarga Hong yang kental dengan aturan.
