Ignited Touch 6 🔞

1.6K 99 24
                                        

Maaf kalau ada yang gak nyaman dan jijik baca bab ini, dan karena ini pertama kalinya saya post cerita dengan rate dewasa, jadi maaf aja kalau aneh😂
~~~

Ciuman Kim Soohyun semakin dalam, semakin menuntut, seolah ia ingin menelan seluruh keberadaan Kim Jiwon. Tangan Soohyun yang tadi melingkari pinggang Jiwon kini bergerak naik, membelai punggungnya yang terbalut sweter rajut tipis, menariknya lebih dekat hingga tidak ada lagi jarak di antara tubuh mereka. Jiwon membalas ciuman itu dengan intensitas yang sama, tangannya melingkari leher Soohyun, jemarinya membenamkan diri ke dalam rambut gelap pria itu.

"Jiwon," Soohyun berbisik di antara ciuman mereka, napasnya terengah-engah. Ia memisahkan bibirnya sejenak, hanya untuk menatap mata Jiwon yang berkabut karena hasrat. "Kau membakar. Kau selalu membakar."

Jiwon hanya bisa mengerang pelan, tidak mampu berkata-kata. Pikirannya kosong, hanya dipenuhi oleh sentuhan Soohyun yang memabukkan dan aroma maskulin yang kini terasa begitu memikat. Ia bisa merasakan jantungnya berdebar tak karuan, seolah ingin melompat keluar dari dadanya.

Soohyun tidak menunggu. Ia menundukkan kepalanya lagi, mencium Jiwon dengan lebih rakus. Sambil mencium, ia melangkah mundur perlahan, menarik Jiwon bersamanya, melangkah mundur menembus ruangan yang luas, menuju sebuah pintu yang tersembunyi.

Jiwon tersandung, namun Soohyun menahannya, tidak melepaskan ciumannya, tidak melepaskan pelukannya. Langkah mereka lambat, diselimuti oleh aura gairah yang semakin memuncak. Mereka melewati pintu, dan Jiwon menyadari mereka telah masuk ke dalam kamar tidur utama Soohyun.

Kamar itu luas, didominasi oleh ranjang king size yang dilapisi seprai sutra hitam. Lampu redup menciptakan suasana remang-remang yang intim, dan aroma Soohyun semakin kuat di sini, bercampur dengan aroma linen yang bersih.

Soohyun melepaskan ciuman mereka sejenak, hanya untuk menatap Jiwon lagi, matanya dipenuhi hasrat yang tak terbendung. "Kau tahu apa yang kumau, kan," Soohyun berbisik, suaranya serak.

Jiwon menelan ludah. Ia tahu. Tubuhnya sudah tahu, jauh sebelum otaknya memprosesnya. Setiap sel dalam dirinya berteriak, menginginkan hal yang sama.

Soohyun mengangkat tangannya, jemarinya yang panjang dan kuat menyentuh sweter rajut yang dikenakan Jiwon. Jemarinya menarik perlahan kain itu, seolah ingin segera melepaskannya. Jiwon merasakan sentuhan dingin di perutnya saat Soohyun menarik sweter itu ke atas, melewati kepalanya. Jiwon mengangkat tangannya untuk membantu, dan sweter itu terlepas, jatuh ke lantai.

Kini Jiwon hanya mengenakan celana jins dan bra lace berwarna gelap. Udara dingin yang menyentuh kulitnya yang terekspos memicu sensasi geli, namun panas dari tatapan Soohyun jauh lebih membakar. Mata Soohyun memindai tubuhnya, menikmati setiap inci yang terlihat. Gairah di mata Soohyun begitu nyata, begitu membakar, sehingga Jiwon merasa seperti disambar petir.

Soohyun mendekat lagi, bibirnya kembali menyentuh bibir Jiwon, menciumnya dengan lebih dalam. Tangannya bergerak turun, dari pinggang Jiwon, ke arah kancing celana jinsnya. Dengan gerakan ahli, ia membuka kancing itu, lalu menarik ritsletingnya. Jiwon tidak menolak. Tubuhnya bergetar hebat, merespons setiap sentuhan Soohyun.

Celana jins itu melorot, Soohyun membimbing Jiwon untuk melepasnya sepenuhnya. Jiwon melangkah keluar dari celana itu, dan kini ia hanya berdiri di hadapan Soohyun, hanya mengenakan bra dan celana dalam. Seluruh tubuhnya memerah padam. Rasa malu bercampur dengan sensasi hasrat yang luar biasa.

Soohyun tidak menunggu. Ia mengangkat Jiwon ke dalam pelukannya, mengangkatnya dengan mudah seolah Jiwon seringan bulu. Jiwon melingkarkan kakinya di pinggang Soohyun, kepalanya bersandar di bahu pria itu, napasnya terengah-engah.

Soohyun membawanya ke ranjang, perlahan menjatuhkan Jiwon di atas seprai sutra yang lembut dan dingin. Ia menindih Jiwon, menopang tubuhnya dengan kedua tangannya di sisi kepala Jiwon, menatap dalam ke mata wanita itu.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang