Beyond the Boundary 21 End

598 69 10
                                        

​Enam bulan telah berlalu. Rutinitas rumah tangga Mansion telah menemukan irama barunya yang sedikit kacau. Baek Soobin kini adalah bayi berumur enam bulan yang aktif, mulai bisa duduk tegak dan tertawa terbahak-bahak. Perawat Jung telah menyelesaikan masa tugasnya, karena Hong Haein dan Baek Hyunwoo bersikeras mengambil alih semua tanggung jawab utama.

​Haein, yang energinya telah pulih sepenuhnya, mulai kembali aktif bekerja, meskipun ia masih bekerja dari ruang kerja pribadinya di rumah.

​Pagi itu, Haein sedang berada di tengah-tengah video conference penting dengan tim eksekutif Queens. Topiknya adalah perencanaan strategis untuk akuisisi baru-sebuah urusan yang menuntut fokus total.

​"Jadi, kita harus memastikan bahwa klausul penalti dimasukkan dalam kontrak awal.." jelas Haein, suaranya tajam dan berwibawa, seperti Direktur Operasional Queens yang sudah kembali penuh.

​Hyunwoo duduk di mejanya sendiri, di sisi lain ruangan, sedang berpartisipasi dalam rapat video conference terpisah dengan tim legal KS Group mengenai kasus litigasi kompleks.

​Tiba-tiba, Soobin, yang tadinya bermain dengan gembira di playmat di sudut ruangan, mulai rewel. Ia merangkak mendekati kaki Haein dan mulai menarik celana Haein sambil mengeluarkan rengekan keras, menuntut perhatian.

​Haein mencoba mengabaikannya, berusaha menjaga profesionalitas di depan kamera. "Kembali ke kontrak, kita tidak boleh berkompromi pada.."

​Tangisan Soobin semakin kencang, suaranya mulai terdengar jelas di speaker Haein. Wajah-wajah di layar Queens mulai terlihat bingung.

​Hyunwoo, yang mendengar tangisan itu di sela-sela diskusi litigasi, segera mengambil tindakan. Ia mematikan mic di laptopnya dengan gerakan cepat, dan memberi isyarat kepada timnya di layar untuk menunggu.

​Ia bergegas ke sisi Haein.

​"Aku ambil alih," bisik Hyunwoo kepada Haein, yang tampak frustrasi.

​Hyunwoo mengangkat Soobin, menempatkannya di gendongan carrier yang ia pakai di depan tubuhnya. Soobin, yang kini mendapat pemandangan yang lebih tinggi, segera tenang.

​Hyunwoo kembali ke mejanya, mengaktifkan mic di laptopnya, dan berbicara kepada tim KS Group yang menunggu.

​"Maaf atas gangguan, kita lanjutkan," kata Hyunwoo, suaranya tenang, sambil mengayunkan tubuhnya perlahan agar Soobin tetap tenang. "Mengenai kasus Alpha Corp.. kita harus menyerang dengan Pasal 4.2 yang tidak bisa mereka sangkal.."

​Di sisi lain ruangan, Haein kini bisa melanjutkan rapatnya. Tetapi ia tidak bisa menahan tawa saat melihat Hyunwoo.

​Hyunwoo, mengenakan jas formal, sedang membahas strategi hukum kompleks dengan bayi enam bulan yang menggantung di dadanya, sesekali menarik dasinya atau mencoba meraih headset Ayahnya. Hyunwoo bahkan sesekali menyentuh tangan Soobin agar tidak mengganggu mic yang terpasang di kerah jasnya, sambil terus menjelaskan tentang pasal-pasal litigasi.

Work-life balance mereka terasa sangat kacau, tetapi itu adalah kekacauan yang manis dan penuh cinta.

​Haein, yang berhasil menyelesaikan kalimatnya tentang klausul penalti, tersenyum ke layar rapatnya. "Baik, terima kasih atas kesabarannya," katanya. Ia mengakhiri rapat.

​Haein mematikan laptopnya dan menatap Hyunwoo, yang masih sibuk mengayunkan Soobin sambil memberikan argumen penutupnya yang kuat kepada tim legal.

​Haein bangkit dan berjalan ke arah Hyunwoo. Ia mengusap pipi Soobin dan mencium pipi Hyunwoo.

​"Kau luar biasa, Wakil Presiden Direktur," bisik Haein. "Aku tidak tahu bagaimana kau bisa membahas pasal-pasal hukum yang rumit dengan co-pilot yang sedang menggerogoti dasimu."

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang