The Blood

2K 65 2
                                        

Cast: Kim Joon-myeon aka Suho
          Kim Jiwon
          and Other Cast

Dengan seringai kejinya, sosok itu masih saja menjambak kuat rambut seorang wanita yang kini terikat disebuah kursi, ia mendongakkan wajah wanita itu agar bertatapan dengan manik kelamnya. Satu tangannya menggenggam erat sebuah belati yang siap menyayat lapisan kulit si wanita.

Sementara wanita tersebut hanya memandang takut pada sosok di hadapannya itu, air mata terus mengucur dari pelupuk matanya, suaranya sudah tak bisa dikeluarkan lagi, sangat sakit baginya untuk sekedar berteriak meminta tolong, karena untuk berteriakpun percuma tak akan ada yang mendengarnya.

“T-tolong le-lepashh..” sosok itu lebih menguatkan jambakannya setelah mendengar kata itu meluncur.

“Apa aku salah dengar? Kau minta dilepaskan, begitu?” sembari mengatakannya, ia memainkan ujung belati yang tajam di wajah si wanita, membuat tubuhnya jauh lebih merinding.

“K-kumohon, m-maafkan a-aku,”

“Maaf katamu? Ohhh.. dulu aku sangat mengharapkan itu. Tapi sekarang aku sudah tak membutuhkannya lagi,” katanya dengan nada sarkastis, lalu mencium kasar bibir plum wanita itu, sesekali ia menggigit keras bibir bawahnya, sampai sebuah luka tercipta dengan darah yang keluar dari sana.

“Mppthhh.. hhhh.. hhh..” sosok itu melepaskan ciuman kasarnya ketika dirasanya wanita itu mulai kehabisan napas.

“Manis..” katanya yang menjilati lelehan saliva yang bercampur dengan darah di sekitar bibir dan dagu si wanita.

“J-jangan.. k-kumohon jangan,” wanita itu kembali bersuara ketika sosok itu memainkan lagi belatinya, dan sekarang ujung belati itu sudah berada di pipi mulusnya, seakan siap menyayat bagian itu.

Dan bersamaan dengan itu suara tawa langsung menggema di ruangan gelap tersebut. “Ckk.. jangan harap aku akan mengikuti perkataanmu,” sosok itu menekan belati tersebut sampai ujungnya benar-benar menembus lapisan terdalam kulit si wanita yang mulai menjerit, seketika darah segar langsung keluar dari sayatan yang dibuat melintang di sekitar pipi-nya.

Masih belum puas, sosok itu kembali membuat luka sayatan di bagian lain.
“J-jangan lagi, k-kumohon.. ini s-sangat sakit arghhh.. s-sakit..”

“Kurasa kau sangat menikmatinya,” sosok itu kembali memberikan seringainya, tanpa mengindahkan ringisan sakit dari wanita tersebut.

Setelah selesai dengan aktivitasnya di wajah si wanita, sosok itu berjalan menuju meja yang berada di sudut ruangan tersebut.

Sedikit bernapas lega karena sosok itu pergi menjauhinya, ia kembali dibuat merinding dengan kembalinya sosok tersebut yang kini menggenggam sebuah mesin bor di tangannya. Tak tau untuk apa mesin bor tersebut, tapi ia sangat yakin benda itu digunakan untuk hal yang tak baik. Perasaannya berubah menjadi tak enak.

“K-kau mau.. a-apa lagi?” tanyanya takut-takut.

Tertawa sinis, lalu sosok itupun menjawab. “Yang pasti, ini akan sangat menyenangkan,”

Dengan gerakan perlahan, sosok itu menghidupkan mesin bor di tangan kanannya. Deru mesin tersebut terdengar sangat memekakan bagi si wanita, dan ia kembali menjerit ketika mesin tersebut di arahkan menuju telapak tangannya yang menempel pada pegangan kursi karena terikat.

Tinggal beberapa inchi lagi mesin itu berhasil menembus bagian kulit sampai tulangnya, wanita itu terus melolong meminta ampun.

“T-tidak.. arghhh..”

Suara tawa kembali menggema, ketika sosok itu sukses membuat lubang di telapak tangan si wanita.

“Kau menyukainya? Ini balasan untuk tanganmu,”

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang