Ignited Touch 13

492 93 32
                                        

Setelah Jiwon pergi, Kim Soohyun menghela napas panjang. Ia melangkah ke jendela kamar, menatap perkebunan jeruk mandarin yang terhampar luas di bawah sinar matahari sore. Sebuah syarat yang tidak terduga, namun bisa ia terima. Itu hanya berarti ia akan menghabiskan lebih banyak waktu di sini, di dekat Jiwon.

Ia melonggarkan dasinya, lalu melepas kancing teratas kemejanya. Kamar ini memang sederhana, tapi bersih dan nyaman.

Soohyun kemudian mengeluarkan ponselnya. Ia memeriksa beberapa email penting, memastikan tidak ada masalah mendesak di kantor. Ia membalas beberapa pesan singkat dari Dahyun yang menanyakan apakah semuanya berjalan lancar. "Semua terkendali," balas Soohyun singkat. Ia tahu adiknya akan mengerti kode itu.

Ia menghabiskan sisa waktu sore itu dengan meregangkan tubuh. Ia tidak bisa benar-benar beristirahat dengan tenang, mengingat apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Jiwon, dan juga antisipasi untuk makan malam yang akan datang. Ia juga mencoba mengingat-ingat beberapa fakta dasar tentang perkebunan jeruk, yang ia cari di internet setelah Jiwon memberitahunya tentang hobi ayahnya.

Sekitar pukul tujuh malam, Nyonya Lee memanggil mereka untuk makan malam. Jiwon datang ke kamar Soohyun, mengetuk pelan.

"Oppa," panggil Jiwon, suaranya sedikit canggung. "Makan malam sudah siap."

Soohyun mengangguk. Ia sudah mengenakan kembali jasnya, memastikan penampilannya rapi dan berwibawa. Ia melangkah keluar kamar, diikuti oleh Jiwon.

Meja makan kayu panjang diisi dengan hidangan rumahan khas Jeju yang lezat, ikan panggang segar, sup rumput laut, berbagai lauk-pauk sayuran, dan tentu saja, jeruk mandarin segar. Aroma makanan yang harum memenuhi ruangan, membuat perut Soohyun sedikit bergemuruh.

Nyonya Lee tersenyum ramah saat melihat Soohyun. "Silakan duduk, Soohyun-ssi," katanya, menunjuk kursi di sebelah Jiwon.

Mereka duduk mengelilingi meja makan. Suasana awalnya sedikit canggung, terutama bagi Jiwon. Namun, Nyonya Lee dengan kehangatannya berhasil mencairkan suasana. Ia bertanya tentang perjalanan Soohyun, tentang Seoul, dan sesekali melirik Jiwon dengan senyum penuh arti.

Tuan Kim, di sisi lain, lebih banyak mengamati. Ia sesekali melemparkan pertanyaan tentang bisnis Soohyun, menguji pengetahuannya. Soohyun menjawab setiap pertanyaan dengan lugas dan percaya diri, menunjukkan pemahamannya yang mendalam tentang dunia bisnis.

"Jadi, Anda benar-benar akan belajar tentang perkebunan jeruk kami?" Tuan Kim bertanya, nadanya menguji.

Soohyun mengangguk. "Tentu saja, Tuan Kim. Saya yakin ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari Anda. Saya tidak sabar untuk mulai belajar besok pagi."

Nyonya Lee tersenyum lebar. "Oh, bagus sekali! Kami akan sangat senang mengajarimu, Soohyun-ssi."

Jiwon hanya bisa menatap Soohyun, terkejut dengan keseriusan Soohyun. Ia mengira Soohyun hanya akan mengiyakan saja, tapi pria itu tampak benar-benar berniat. Makan malam berlanjut dengan percakapan yang lebih santai. Nyonya Lee banyak bercerita tentang masa kecil Jiwon, membuat Jiwon sesekali merasa malu namun juga bahagia. Soohyun mendengarkan dengan seksama, sesekali melirik Jiwon dengan senyum tipis.

Malam itu, Soohyun menunjukkan sisi dirinya yang berbeda di hadapan orang tua Jiwon, sopan, menghormati, dan bahkan sedikit humoris, berhasil membuat Tuan Kim sedikit melunak. Jiwon merasa lega. Babak pertama sudah terlewati. Sekarang, yang tersisa hanyalah bagaimana mereka akan melewati akhir pekan ini tanpa ada kecurigaan apa pun, terutama tentang rahasia kecil yang ia simpan.

###

Matahari pagi Jeju bersinar cerah, menghangatkan udara dan menyinari perkebunan jeruk mandarin yang hijau membentang. Kim Soohyun sudah berdiri di salah satu area perkebunan, mengenakan pakaian yang lebih kasual dari biasanya—kaos lengan pendek dan celana cargo—namun tetap terlihat rapi dan berwibawa. Di depannya, Kim Daeho, ayah Jiwon, sudah siap dengan topi petaninya dan sarung tangan. Jiwon berdiri sedikit menjauh, mengamati dengan cemas.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang