Jerat 11

439 72 18
                                        

Maaf ya baru bisa up, kemarin lagi agak sibuk heheh

Maaf kalau ada yang gak suka sama bab ini😂

###

Udara pagi di Seoul terasa sejuk menusuk, namun di dalam mobil mewah Kim Soohyun, suasana justru dipenuhi kehangatan yang mendalam, berpadu dengan sedikit getaran ketegangan. Kim Jiwon duduk di sampingnya, memegangi perutnya yang semakin membulat dengan pose protektif. Jemari lentiknya sesekali mengelus perlahan, seolah berkomunikasi dengan kehidupan kecil di dalamnya. Ini adalah jadwal pemeriksaan rutin bulanan mereka, namun hari ini terasa berbeda, diselimuti aura antisipasi yang pekat. Ini adalah hari di mana mereka akan mengetahui jenis kelamin buah hati yang selama ini mereka nantikan. Sebenarnya, sejak dua bulan lalu Jiwon sudah bisa mengetahui jenis kelamin anak mereka, tapi dia meminta pada dokter untuk merahasiakannya. Ada keinginan kuat dalam dirinya untuk berbagi momen monumental ini dengan Soohyun, ingin melihat reaksi pria itu secara langsung, merasakan kebahagiaan itu bersama-sama.

Soohyun, dengan rahangnya yang tegas namun kini dilembutkan oleh kebahagiaan, menggenggam tangan Jiwon erat. Ibu jarinya sesekali mengusap punggung tangan Jiwon yang lembut, memberikan dukungan dan menenangkan kegelisahan yang ia rasakan. Jalanan Seoul mulai ramai, namun bagi mereka, dunia seolah menyempit hanya pada gelembung kebahagiaan.

"Kau gugup, Sayang?" Soohyun bertanya, melirik Jiwon dengan senyum tipis, matanya memancarkan kehangatan yang memikat.

Jiwon mengangguk, napasnya sedikit tertahan, manik matanya yang indah menatap jalanan yang sibuk. "Sedikit. Lebih dari sedikit, mungkin. Bagaimana jika.. bagaimana jika kita tidak bisa menjadi orang tua yang baik? Maksudku, Soohyun, ini adalah tanggung jawab yang begitu besar. Kita tidak punya panduan."

Soohyun menghentikan mobil di tempat parkir Rumah Sakit Universitas, sebuah bangunan megah yang memancarkan aura profesionalisme. Ia menoleh sepenuhnya ke arah Jiwon, menatap matanya dalam-dalam, pandangannya penuh keyakinan yang menular. Tangannya yang bebas meraih pipi Jiwon, membelainya lembut.

"Kita akan menjadi orang tua yang luar biasa, Jiwon," Soohyun berkata, suaranya mantap dan penuh janji. "Mungkin tidak sempurna, tapi kita akan belajar bersama. Setiap hari. Aku akan selalu ada untukmu, melalui setiap tantangan dan setiap tawa. Dan untuk dia, untuk malaikat kecil kita.." Ia menoleh, menyentuh perut Jiwon sekali lagi dengan ujung jarinya, sebuah janji tak terucapkan terukir di sana, lebih dalam dari sekadar kata-kata. "Kita akan memberikan yang terbaik."

Jiwon menatap Soohyun, hatinya melunak. Ketakutannya perlahan mencair digantikan oleh kepercayaan yang mendalam pada pria di hadapannya. "Terima kasih, Soohyun," bisiknya, senyum mengembang di wajahnya.

Di ruang pemeriksaan yang steril, aroma antiseptik yang khas tercium samar. Detak jantung Jiwon berpacu, mengiringi suara mesin ultrasonografi yang berdesir pelan. Dokter Kim, seorang wanita paruh baya dengan senyum ramah dan mata yang menenangkan, mulai mengoleskan gel dingin di perut Jiwon. Dinginnya gel itu sejenak membuat Jiwon terlonjak, namun ia segera menenangkan diri. Layar monitor ultrasonografi menyala, menampilkan citra hitam putih yang ajaib dari kehidupan kecil di dalamnya. Soohyun duduk di samping Jiwon, tangan mereka bertautan erat, genggaman yang kuat menyalurkan kekuatan. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari layar, wajahnya dipenuhi kekaguman yang tak terlukiskan, seolah dunia berhenti berputar untuknya di sana.

Dokter Kim menunjuk ke layar dengan alatnya, jarinya bergerak perlahan. "Lihat, detak jantungnya sangat kuat, Tuan dan Nyonya Kim. Ini menunjukkan bayi Anda tumbuh dengan sangat sehat." Ia menggeser probe, dan gambar di layar berubah. "Dan ini dia.. jenis kelaminnya sudah terlihat jelas."

Soohyun mencondongkan tubuhnya ke depan, napasnya tertahan, matanya terpaku pada layar. Jiwon mengepalkan tangannya di bawah genggaman Soohyun, jantungnya berdebar kencang, dentumannya terasa hingga ke telinga. Dokter Kim tersenyum hangat, menatap mereka bergantian. "Selamat, Tuan dan Nyonya Kim. Bayi Anda.. adalah seorang perempuan."

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang