Garis Batas 1

695 72 7
                                        

Baek Hyunwoo adalah perwujudan dari ketenangan yang dipersonifikasi. Setiap pagi, tepat pukul 6, bukan suara bising alarm yang merenggutnya dari tidur, melainkan melodi chime digital yang lembut di nakasnya, perlahan menanjak seperti fajar itu sendiri. Matanya terbuka, fokus langsung pada langit-langit yang bersih. Tanpa jeda, ia akan bangun, melipat selimut berbahan linen Prancis dengan presisi geometris, menciptakan sudut-sudut tajam yang memuaskan mata. Langkah kakinya yang nyaris tak bersuara membawanya ke dapur minimalisnya. Peralatan baja anti karat berkilauan di bawah pencahayaan lembut. Rutinitas paginya tak pernah berubah, menyeduh kopi hitam pekat, tanpa setetes gula pun. Aroma pahit yang kuat itu adalah ritual pembuka hari, sebuah kepastian di dunia yang serba tidak pasti.

Apartemennya di Gangnam, sebuah penthouse yang luas dan berkelas, adalah perpanjangan dari dirinya. Dinding-dinding berwarna netral, furnitur fungsional dengan garis-garis bersih, dan ketiadaan dekorasi berlebihan menciptakan ruang yang steril namun nyaman. Ini adalah bentengnya. Cerminan kepribadiannya, teratur, logis, sangat menghargai ruang pribadi, dan secara patologis menghindari drama. Sebagai seorang arsitek senior di firma Taesan E&C, sebuah nama yang sangat disegani di dunia konstruksi, hidupnya terstruktur dengan jadwal yang ketat. Siang hari dihabiskan di balik meja kerja, membenamkan diri dalam detail struktural dan estetika bangunan. Malam hari, ia membaca buku-buku arsitektur teoretis atau filsafat yang kompleks, menantang pikirannya dalam keheningan apartemennya. Interaksi sosialnya terbatas pada lingkaran pertemanan yang kecil namun loyal, dan sesekali pertemuan dengan kolega untuk urusan profesional. Konsep 'drama' baginya sama menjijikkannya seperti suara kuku menggaruk papan tulis.

Ia menikmati rutinitasnya. Keheningan subuh yang sepi, aroma kopi yang membangkitkan indra, kesibukan terukur di kantor tempat logikanya berkuasa, dan kesendirian damai di penghujung hari yang memungkinkannya mengisi ulang energinya. Ini adalah dunia yang ia bangun dan pertahankan dengan susah payah, sebuah perisai yang kokoh melindunginya dari kekacauan, emosi tak terduga, dan interaksi manusia yang rumit yang seringkali terasa menguras. Setidaknya, itulah yang terjadi sampai Hong Haein memutuskan bahwa benteng ketenangan Baek Hyunwoo adalah medan perang berikutnya yang harus ia taklukkan.

Hong Haein. Hyunwoo bahkan merasa enggan membiarkan namanya berlama-lama dalam pikirannya. Dia adalah anomali, sebuah badai yang mengamuk, gempa bumi yang mengguncang lempeng tektonik kehidupan Hyunwoo yang tenang seismik. Berbeda dengannya yang tenang, menarik diri, dan nyaris tak terlihat jika bukan karena kepandaiannya, Haein adalah pusat perhatian ke mana pun ia melangkah. Dia memancarkan kepercayaan diri sampai ke tingkat arogansi yang memukau, blak-blakan hingga seringkali menyakitkan, dan memiliki energi yang tak habis-habisnya seolah ditenagai oleh generator pribadi. Lahir dari keluarga chaebol yang bahkan lebih kaya dan berpengaruh daripada keluarga Baek, Haein terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan, hanya dengan menjentikkan jari atau, dalam kasus yang lebih menantang, dengan mengerahkan seluruh sumber dayanya. Dan saat ini, yang ia inginkan adalah Baek Hyunwoo.

Entah apa alasannya—Hyunwoo curiga itu hanya tantangan baru yang menarik karena ia adalah satu-satunya pria yang tidak langsung jatuh tersungkur di kaki Hong Haein, sebuah target yang tidak biasa dan karenanya menggiurkan—tapi obsesi Haein terasa nyata, intens, dan bagi Hyunwoo, sangat mengganggu, seperti serangga yang terus menerus berdengung di telinganya.

Invasi itu dimulai beberapa bulan lalu. Awalnya halus, seperti riak kecil di permukaan air yang tenang. Sebuah komentar santai di acara kantor, tatapan yang terlalu lama, atau pertanyaan pribadi yang tiba-tiba. Perlahan tapi pasti, riak itu membesar menjadi ombak. Telepon yang tidak perlu, pesan singkat yang tidak pada tempatnya. Dan kini, invasi itu meningkat menjadi serangan frontal, tak tersembunyi, bertujuan menghancurkan pertahanannya.

###

Siang itu, di lantai kantor Taesan E&C yang tenang dan profesional, Baek Hyunwoo sedang berada di zona-nya. Ia duduk di balik meja kerjanya yang rapi, menunduk di atas cetak biru detail sebuah museum nasional yang sedang dalam tahap pengembangan. Penanya bergerak presisi di atas kertas, membuat catatan-catatan kecil, matanya yang tajam menganalisis setiap garis, setiap sudut. Konsentrasinya begitu penuh, begitu dalam, hingga suara-suara di sekitarnya nyaris tak terdengar.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang