Staging a wedding 5/6

394 71 6
                                        

Malam ini di kantor pusat The Wedding Architect tampak jauh lebih sepi. Lampu-lampu hanya menyala di beberapa ruangan, termasuk ruang kerja Hong Haein. Ia masih berkutat dengan pekerjaannya, mencoba membangun kembali perusahaan yang hampir runtuh. Wajahnya terlihat lelah, namun ada keteguhan di matanya.

Tiba-tiba, pintu ruang kerjanya terbuka perlahan. Haein mendongak dan terkejut melihat Baek Hyunwoo berdiri di ambang pintu.

"Hyunwoo-ssi? Apa yang kau lakukan di sini?"

Dengan nada gugup Hyunwoo bersuara. "Saya tahu ini mungkin tidak sopan, Haein-ssi. Tapi bisakah kita bicara sebentar?"

Haein menghela napas pelan dan mengangguk. "Tentu. Masuklah."

Hyunwoo masuk dan berdiri di depan meja Haein, tampak sedikit canggung. "Terima kasih. Saya.. saya tidak tahu harus mulai dari mana."

"Katakan saja apa yang ingin kau katakan, Hyunwoo-ssi."

"Setelah konferensi pers.. setelah kita berpisah.. saya banyak berpikir. Tentang semuanya. Tentang pernikahan kontrak kita.. tentang alasan kita melakukannya.. dan tentang.. kita."

Haein hanya diam, menunggu Hyunwoo melanjutkan.

"Awalnya, saya menerima tawaran Anda karena uang. Saya tidak akan berbohong. Saya membutuhkan uang itu untuk keluarga saya. Tapi.. seiring berjalannya waktu.. saat kita tinggal bersama.. saat kita harus berpura-pura menjadi suami istri.. sesuatu berubah."

Hyunwoo menatap Haein dengan tatapan yang tulus. "Saya mulai menikmati kebersamaan dengan Anda, Haein-ssi. Saya mulai melihat sisi lain dari diri Anda yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Anda kuat, cerdas, dan meskipun terkadang terlihat dingin.. Anda juga memiliki hati yang hangat."

Haein merasa jantungnya berdebar lebih cepat. Ia mencoba untuk tetap tenang dan menjaga ekspresi wajahnya tetap datar.

"Hyunwoo-ssi.. kita berdua tahu bahwa semua itu hanya kepura-puraan. Kita hanya sedang menjalankan peran kita."

"Awalnya memang begitu. Tapi saya tidak yakin lagi sekarang. Saya.. saya merasa ada sesuatu yang lebih dari sekadar peran di antara kita."

Hyunwoo menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Saya tahu ini mungkin terdengar gila, setelah semua yang terjadi.. setelah semua kebohongan ini.. tapi saya harus mengatakannya. Saya.. saya rasa saya jatuh cinta pada Anda, Haein-ssi."

Haein terkejut. Matanya membulat, dan ia tidak bisa berkata-kata. Ia menatap Hyunwoo dengan ekspresi yang campur aduk antara keterkejutan, kebingungan, dan.. sedikit harapan yang berusaha ia tekan.

Haein bersuara dengan pelan dan ragu. "Hyunwoo-ssi.. jangan bercanda. Kita.. kita baru saja mengakui kepada seluruh dunia bahwa pernikahan kita hanyalah kontrak."

"Saya tidak bercanda. Saya tahu ini tidak masuk akal. Saya tahu kita berasal dari dunia yang berbeda. Tapi saya tidak bisa membohongi perasaan saya lagi. Saya merindukan Anda. Saya merindukan kebersamaan kita. Saya merindukan tawa Anda.. bahkan omelan Anda."

Hyunwoo melangkah mendekati meja Haein, menatapnya dengan penuh harap. "Saya tahu saya mungkin tidak pantas untuk Anda, Haein-ssi. Tapi saya mohon.. berikan saya kesempatan. Biarkan saya membuktikan bahwa perasaan saya ini nyata. Biarkan kita mencoba.. sesuatu yang nyata, kali ini. Tanpa kontrak, tanpa kepura-puraan. Hanya kita berdua."

Air mata mulai menggenangi mata Haein. Ia tidak tahu harus berkata apa. Ia juga merasakan sesuatu yang aneh selama pernikahan kontrak mereka, sesuatu yang lebih dari sekadar rekan kerja. Tapi ia takut untuk mempercayai perasaannya sendiri, takut untuk terluka lagi.

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang