Ignited Touch 27

589 86 17
                                        

​Ini adalah malam terakhir Kim Soohyun dan Kim Jiwon di Jerman. Mereka akan kembali ke Seoul esok harinya. Untuk merayakan akhir dari bulan madu mereka, Soohyun memesan sebuah meja di sebuah restoran atas atap yang terkenal di Berlin. Pemandangan dari atas sana begitu menakjubkan. Seluruh kota terhampar di bawah mereka, berkilauan oleh jutaan lampu.

​Mereka berdua duduk berhadapan. Soohyun mengenakan setelan jas hitam yang rapi, sementara Jiwon mengenakan gaun malam berwarna biru tua yang anggun. Gaun itu membuat Jiwon terlihat begitu cantik, dan Soohyun tidak bisa mengalihkan pandangannya.

​"Kau sangat cantik, Nyonya Kim," Soohyun berbisik, suaranya sangat lembut di telinga Jiwon.

​Jiwon tersenyum malu-malu. "Kau juga sangat tampan, Tuan Kim."

​Mereka berdua makan dengan tenang, menikmati hidangan lezat dan suasana yang romantis. Tiba-tiba, Soohyun meraih tangan Jiwon. Ia menggenggamnya erat, lalu menciumnya.

​"Aku mencintaimu, Jiwon," Soohyun memulai. "Aku tidak pernah membayangkan, aku akan sebahagia ini. Kau telah mengubah hidupku. Kau telah memberiku keluarga, cinta, dan kebahagiaan."

​Jiwon meneteskan air mata. "Aku juga mencintaimu, Oppa," Jiwon membalas. "Kau adalah pria terbaik di dunia. Dan aku berjanji, aku akan selalu berada di sampingmu, apapun yang terjadi."

​Setelah makan malam, mereka berdua berdiri di balkon. Soohyun memeluk Jiwon dari belakang, menaruh dagunya di bahu wanita itu. Mereka berdua menatap pemandangan kota Berlin di malam hari. Jiwon merasa begitu aman dan nyaman di pelukan Soohyun.

​"Aku tidak ingin ini berakhir," Jiwon berbisik.

​"Tidak akan," Soohyun membalas. "Ini baru permulaan, sayang. Kita akan kembali ke rumah. Dan kita akan memulai kisah dalam hidup kita."

Jiwon tersenyum, "kau benar, Oppa."

​Angin malam di Berlin terasa sejuk, menerpa wajah Jiwon dan Soohyun. Mereka berdua masih berdiri di balkon, berpelukan, menikmati pemandangan kota yang berkilauan. Pemandangan itu begitu indah, dan Jiwon tidak bisa mengalihkan pandangannya.

​Soohyun memeluk Jiwon lebih erat, ia mencium lembut leher Jiwon, lalu berbisik di telinganya.

​"Kau tahu, sayang," Soohyun memulai, suaranya parau. "Aku senang kita datang ke sini. Aku senang, kau ada di sini bersamaku."

​"Aku juga, Oppa," Jiwon membalas. "Ini adalah bulan madu yang paling indah yang pernah ada. Aku tidak akan pernah melupakannya."

​Soohyun tersenyum, lalu ia melepaskan pelukannya. Ia memutar tubuh Jiwon, membuatnya menghadap ke arahnya. Ia menatap mata Jiwon, matanya dipenuhi cinta. "Aku punya satu janji lagi untukmu, Nyonya Kim," Soohyun berkata.

​Jiwon mengerutkan keningnya. "Apa?"

​Soohyun mengambil napas dalam, lalu ia berlutut di depan Jiwon. Jiwon terkejut. "Oppa.. apa yang kau lakukan?"

​"Aku berjanji," Soohyun memulai, suaranya bergetar. "Aku berjanji, aku akan mencintaimu, menghormatimu, dan menjagamu. Aku berjanji, aku akan menjadi suami yang baik untukmu, dan ayah yang baik untuk anak kita. Aku berjanji, aku akan menghabiskan sisa hidupku untuk membuatmu bahagia. Aku mencintaimu, Kim Jiwon."

​Jiwon tidak bisa menahan air matanya. Ia menangis, air matanya menetes. Ia tidak pernah membayangkan, Soohyun akan melakukan hal seromantis ini. Ia merasa begitu dicintai, begitu berharga.

​Soohyun bangkit, ia memeluk Jiwon erat. "Aku mencintaimu, sayang," Soohyun berbisik. "Selamanya."

​Mereka berdua berciuman, sebuah ciuman yang penuh janji dan cinta. Mereka tahu, malam itu adalah malam terakhir mereka di Jerman. Namun, itu bukanlah akhir dari petualangan mereka. Itu adalah awal dari babak baru dalam hidup mereka, sebuah babak yang akan mereka habiskan bersama, sebagai suami dan istri.

###

Oneshoot!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang