Monarchy of Love

1.7K 124 49
                                        

Di jantung benua yang memadukan teknologi futuristik dengan otoritas absolut yang sakral, berdirilah Kingdom of Anwang. Sebuah kekaisaran monarki modern yang megah, di mana gedung-gedung pencakar langit berlapis kaca kromium berdiri sebagai simbol kekuatan tak terbatas sang penguasa. Di sini, tradisi bukan sekadar sejarah, melainkan Hukum Titah yang kedudukannya berada di atas segalanya, bahkan di atas sistem parlemen yang hanya berfungsi sebagai dewan penasihat teknis bagi takhta.

​Meskipun administrasi harian dijalankan oleh kabinet di bawah kendali Perdana Menteri, istana adalah pusat gravitasi tunggal kekuasaan. Parlemen tidak memiliki suara untuk membantah; mereka hanya ada untuk memastikan visi sang Raja terwujud melalui kode-kode pemrograman paling canggih di dunia. Namun, di balik kemegahan layar-layar LED yang menampilkan wajah agung sang Raja dan Ratu, terdapat labirin intrik di antara keluarga bangsawan dan pejabat tinggi yang memperebutkan pengaruh di telinga sang penguasa.

Cahaya matahari pagi menembus jendela kaca patri setinggi lima meter di ruang makan utama Istana Anwang, memantul pada peralatan makan perak yang berkilau. Suasana begitu sunyi, hanya terdengar denting halus ujung pisau yang beradu dengan porselen mahal. Di luar sana, jet-jet militer dan drone patroli kerajaan melintas sebagai pengingat akan pengawasan mutlak istana, namun di dalam ruangan ini, waktu seolah membeku pada era otokrasi yang kaku.

​Di ujung meja panjang, Kim Soohyun duduk dengan setelan jas royal biru yang kaku, membawa lencana emas kebesaran Raja di dadanya. Di ujung lainnya, Kim Jiwon tampil anggun dengan gaun sutra berwarna krem—sebuah citra sempurna dari seorang Ratu yang lahir dari keluarga elit, putri dari Perdana Menteri yang ditunjuk langsung oleh Raja untuk mengelola birokrasi kerajaan.

​Di sekeliling mereka, sepuluh pelayan berdiri mematung dengan kepala tertunduk. Di balik telinga mereka, terdapat earpiece komunikasi nirkabel yang terhubung langsung ke sistem keamanan pusat istana.

​"Bagaimana tidurmu, Ratu?" tanya Soohyun datar, suaranya menggema dingin. Ia bahkan tidak melirik istrinya, matanya terpaku pada tablet digital yang menampilkan laporan kekuatan militer pagi ini.

​"Cukup baik, Yang Mulia. Meskipun sistem sirkulasi udara di paviliun barat sedikit terlalu dingin semalam," jawab Jiwon formal, sesekali menyeka sudut bibirnya dengan serbet linen.

​Soohyun hanya mengangguk kecil, memberikan isyarat tangan yang minimalis. "Kepala Pelayan, tinggalkan berkas titah anggaran di meja. Kalian semua keluar. Aku perlu mendiskusikan urusan internal istana dengan Ratu secara pribadi."

​"Titah dilaksanakan, Yang Mulia," sahut para pelayan serempak. Mereka membungkuk hingga pinggang, lalu berjalan mundur. Pintu kayu jati besar dengan sensor biometrik itu tertutup dengan dentuman tegas.

Klik. Begitu sistem kunci otomatis berbunyi dan lampu indikator berubah merah—tanda ruangan tersegel dan kedap suara—bahu Soohyun yang tadinya tegap kaku langsung merosot. Topeng penguasa absolutnya luruh. Ia berdiri, menarik kursi beratnya dengan kasar, dan berjalan cepat menghampiri Jiwon.

​Jiwon pun melepaskan posisi duduk formalnya. Ia memutar kursinya, wajahnya yang tadi datar kini memancarkan binar kerinduan yang dalam.

​"Tanganmu," bisik Soohyun, langsung meraih jemari Jiwon. "Kau bilang kedinginan? Kenapa tidak memberitahuku?"

​Jiwon terkekeh pelan, jarinya mengelus punggung tangan Soohyun dengan lembut. "Dan membiarkan pengawal di lorong atau sistem keamanan pusat mencatat bahwa Raja menyelinap ke kamar Ratu di luar jadwal Hapgung? Kita bisa dalam masalah besar dengan Ibu Suri, Yang Mulia. Kau tahu kamera di lorong itu tidak pernah tidur."

Soohyun berlutut di samping kursi Jiwon, mengabaikan bahwa dalam monarki absolut, seorang Raja tidak boleh merendahkan dirinya di depan siapapun. Ia menyandarkan kepalanya di lengan kursi Jiwon, menatap istrinya dengan tatapan intens—campuran antara cinta yang membara dan rasa bersalah yang menyesakkan.

Oneshoot!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang