Bin Wan-gwe memang sejak tadi telah melihatnya bahwa tidak mungkin dirinya dapat mengelakkan kematian di tangan Lung Hie, yang sangat mendendam padanya, maka dia hanya menghela napas dan bergumam perlahan, "Lung Hie, kau hanya diperalat orang.....!"
Waktu itu tangan Lung Hie meluncur ke arah kepalanya, jika saja pukulan tersebut mengenai sasarannya, maka Bin Wan-gwe niscaya akan binasa dengan kepala yang remuk. Dan Bin Wan-gwe yang melihat anak buahnya sudah tidak berdaya menghadapi Lung Hie buat melindunginya diapun memejamkan matanya hanya bibirnya yang bergerak-gerak perlahan seperti juga dia tengah bicarakan penasaran hatinya!
Disaat yang sangat kritis sekali buat keselamatan jiwa Bin Wan-gwe, tiba-tiba berkelebat sesosok bayangan dengan gerakan yang lincah sekali, diiringi dengan bentakkannya, "Jangan ganggu dia......!!"
"Plakkk!" tangan Lung Hie juga kena ditangkis kuat sekali.
Sebenarnya waktu itu Lung Hie memukul dengan mempergunakan delapan bagian tenaga dalamnya, itulah bukan pukulan yang ringan akan tetapi akibat tangkisan tangan orang itu, pukulan Lung Hie terhambat di tengah udara, tidak bisa meluncur terus mencapai sasarannya. Malah Lung Hie merasakan betapa pergelangan tangannya agak sakit.
Lung Hie mundur dua tindak ke belakang sepasang matanya dipentang Lebar-lebar mengawasi orang yang telah merintangi maksudnya.
Diwaktu itulah, dia segera mengenali orang tersebut, sampai Lung Hie berseru gusar: "Kau .....?!"
Orang yang menghalangi Lung Hie membunuh Bin Wan-gwe ternyata tidak lain dari Hok An. Dia berdiri di depan Lung Hie, melindungi Bin Wan-gwe.
"Sudahlah, kau tidak usah membunuh orang itu!" kata Hok An sambil menunjuk Bin Wan-gwe. "Akupun sudah tidak mengharapkan jandanya lagi.....!"
Lung Hie tertegun sejenak, kemudian tertawa dingin.
"Hemm, apa sangkut pautnya urusanku dengan dirimu?!" kata Lung Hie dengan suara yang dingin. "Jika memang engkau tidak menghendaki jandanya, dan juga tidak mau mencampuri urusan ini, engkau boleh cepat-cepat angkat kaki meninggalkan tempat ini, sedangkan aku tetap akan mengerjakan pekerjaanku, yaitu akan membinasakan bangsat itu......!" Waktu berkata begitu, muka Lung Hie merah padam memancarkan hawa pembunuhan dan nafsu hendak menganiaya Bin Wan-gwe.
Beberapa orang anak buah Bin Wan-gwe menghampiri majikan mereka, berdiri untuk bersiap-siap untuk menghadapi sesuatu.
Sedangkan Hok An dengan suara mengandung kedukaan yang dalam berkata, "Sudahlah jangan banyak rewel lagi, mari tinggalkan tempat ini! Jika kau membunuh orang itu, berarti isterinya akan berduka sekali. Dan aku tidak mau jika dia berduka. Mari kita tinggalkan tempat ini. Tidak ada gunanya membinasakan orang itu, hanya mengotori tanganmu saja!"
Tiba-tiba Lung Hie tertawa bergelak-gelak dengan suara yang nyaring sekali, "Jika kau ingin pergi, pergilah. Aku akan mengurus urusanku sendiri!"
Hok An membuka matanya lebar-lebar mengawasi Lung Hie, katanya kemudian. "Jika memang kau membuat dia berduka karena suaminya dibinasakan dirimu, berarti engkau berurusan juga dengan diriku!"
"Eh, mengapa begitu?!" tanya Lung Hie tambah gusar dan mendongkol sekali. "Aku tidak perduli dengan urusanmu, dan aku hanya akan mengurus urusanku sendiri......?!"
"Sudah kukatakan, jika kau membunuh suaminya dan dia berduka, maka aku akan berhitungan denganmu!" menyahuti Hok An dengan tegas.
Lung Hie tertawa bergelak-gelak, kemudian katanya dengan suara yang bengis:
"Bagus! Bagus! Kau sama hinanya seperti seekor anjing? Setelah wanita itu meninggalkanmu, menghianati cinta kalian, kemudian menikah dengan lelaki bangsat ini, dan sekarang malah engkau hendak menolonginya! Sungguh hina sekali! Seharusnya, engkau yang menghantam mampus bangsat ini dan juga menghantam mati perempuan tidak berbudi itu.....!"
ANDA SEDANG MEMBACA
Anak Rajawali
AdventureLanjutan "Beruang Salju". *note : Jilid kelipatan 5 di cinkeng ini cayhe private, hanya follower yg dpt membacanya. Kamsia
