Kakek tua baju kuning itu juga tertawa terkekeh dengan suara yang aneh. Sikapnya itu membuat Oey Yok Su tambah gusar, karena dilihatnya kakek tua itu seperti meremehkannya.
"Sekarang kau terimalah......!" kata Oey Yok Su kemudian sambil bersiap hendak menghantam lagi.
"Tunggu dulu......!" kata kakek tua baju kuning itu dengan suara nyaring.
Oey Yok Su menunda gerakan tangannya, dia batal buat menyerangnya.
"Apa yang ingin kau katakan? Atau memang kau hendak menyatakan bahwa engkau jeri dan ingin menyudahi urusan dengan begitu saja?" ejek Oey Yok Su.
"Ohhh, tentu saja tidak!" menyahuti kakek tua baju kuning itu, "Tentu saja bukan begitu! Tapi aku memiliki urusan yang jauh lebih penting, aku harus mengurus soal mantuku ini..... urusan kita bisa kita urus nanti saja!"
Oey Yok Su tertawa dingin.
"Urusan gadis itu justeru menjadi urusanku!" sahut Oey Yok Su kemudian. "Mana bisa kau mengatakannya bukan menjadi urusan kita? Bukankah sudah kukatakan bahwa aku bermaksud mengambilnya menjadi muridku?"
Wajah kakek baju kuning itu berobah tidak sedap dipandang. Jika sebelumnya dia selalu tertawa tergelak-gelak. Justeru sekarang dia mengawasi Oey Yok Su dengan sinar mata yang tajam.
"Oey Loshia, ternyata engkau hanya mengada-ada saja..... Engkau hanya mencari alasan untuk menimbulkan urusan denganku.....!" Suaranya terdengar menyeramkan sekali. Dia telah berkata dengan sikap yang memperlihatkan kegusaran.
Oey Yok Su tidak memperdulikan sikap si kakek baju kuning yang gusar seperti itu, dia tertawa dingin, tawar sekali sikapnya.
"Hemmm, biarpun tanpa adanya urusan gadis itu, tetap saja engkau harus berurusan denganku!"
Kakek berbaju kuning itu memandang Oey Yok Su dengan sinar mata dingin, kemudian katanya: "Baiklah..... mari kita bereskan dulu urusan kita, baru nanti aku menyelesaikan urusan mantuku itu......!"
Oey Yok Su juga bersiap-siap, di mana kakek tua baju kuning itu telah melangkah menghampiri ke dekatnya.
Ko Tie dan Kam Lian Cu jadi berdebar hati mereka, menyaksikan dua orang tokoh tua yang sakti itu akan mengadu kepandaian.
Walaupun Ko Tie dan Kam Lian Cu tidak mengetahui siapa adanya kakek tua baju kuning itu, tapi mereka yakin bahwa kakek tua itu adalah seorang yang memiliki kepandaian dan kesaktian yang luar biasa yang tidak berada di sebelah bawah kepandaian Oey Yok Su.
Karena itu, niscaya itulah merupakan suatu pertempuran yang seru sekali dan jarang terjadi.
Oey Yok Su dengan suara tawar telah bertanya: "Dengan cara bagaimana kita mengadu kepandaian?!"
"Terserah padamu!" menyahuti kakek tua baju kuning itu dengan suara yang dingin.
Oey Yok Su mendengus, dia bilang: "Baiklah, kita bertanding mempergunakan ilmu Im dulu......!"
Kakek tua itu tampak ragu-ragu. Mengadu ilmu Im atau ilmu lunak merupakan kepandaian yang sempurna sekali dari Oey Yok Su. Dia mengetahui sin-kang Oey Yok Su hampir mencapai pada tingkat yang paling sempurna.
Walaupun dia memiliki kepandaian tinggi. Dia tidak jeri pada Oey Yok Su, akan tetapi, jika memang hanya bertanding dengan mempergunakan ilmu tertentu, itulah yang akan membuat dia menghadapi kesulitan yang tidak kecil.
Lain jika mereka bertempur dengan mempergunakan ilmu yang mana saja, bertempur secara umum terbuka. Dia yakin masih bisa menghadapi Oey Yok Su.
Jika memang harus mempergunakan ilmu Im, yaitu tenaga lunak, dimana mengandalkan kemahiran sin-kang, berarti kakek tua berbaju kuning itu menghadapi kesukaran yang tidak kecil. Dia yakin pula, bahwa sin-kangnya tentu berada di bawah dari sin-kang Oey Yok Su. Cuma saja untuk menolaknya iapun malu, maka ia mengangguk.
ANDA SEDANG MEMBACA
Anak Rajawali
AdventureLanjutan "Beruang Salju". *note : Jilid kelipatan 5 di cinkeng ini cayhe private, hanya follower yg dpt membacanya. Kamsia
