Setelah berkata begitu, Ko Tie kembali memperdengarkan suara tertawa mengejek, sama sekali dia tidak memandang sebelah mata kepada orang she Kwee ini.
Kwee Lu tidak membuang waktu lagi. Disertai raungannya yang penuh kemurkaan, mukanya juga merah padam karena marah. Goloknya telah berkelebat berulang kali menyambar kepada Ko Tie.
Ko Tie menghindari serangan senjata lawan. Di dalam hatinya ia berpikir: "Hemmm, memang tidak kecewa ia memiliki nama yang cukup ditakuti, tidak tahunya ilmu goloknya memang hebat juga!"
Setelah berpikir begitu, dengan ringan, tubuh Ko Tie tahu-tahu berkelebatan seperti mengelilingi Kwee Lu, membuat mata Kwee Lu jadi kabur dan berkunang-kunang. Dia kaget tidak terkira.
Dan belum lagi dia bisa memutuskan apa yang harus dilakukannya, selain memutar goloknya buat menutup dirinya, di saat itulah terlihat betapa tubuh Ko Tie telah melambung tinggi sekali ke tengah udara. Dan tahu-tahu telapak tangan kanan Ko Tie telah menepuk pundak Kwee Lu.
Tepukan yang dilakukan Ko Tie tampaknya perlahan, akan tetapi kesudahannya memang sangat luar biasa sekali. Di mana jalan darah yang ditepuk oleh Ko Tie adalah jalan darah Kie-bun, sehingga seketika dari mutut Kwee Lu menyembur darah yang banyak sekali.
Matanya mendelik, mulutnya terbuka dan lidahnya terjulur ke luar. Kemudian ia rubuh terguling di tanah tanpa bernapas lagi!
Ko Tie mengeluarkan tertawa yang nyaring, tubuhnya segera melesat meninggalkan tempat tersebut.
Berlari belum lagi begitu jauh, tampak beberapa sosok tubuh tengah berlari dengan gesit sekali, disertai juga dengan bentakan-bentakan mereka yang sangat berisik sekali.
Waktu Ko Tie menegasi, ternyata Giok Hoa sambil menggendong seorang gadis kecil berusia tiga atau empat tahun. Dengan di tangan kanannya tercekal sebatang pedang yang diputarnya sangat cepat bergulung-gulung, tengah berlari dengan dikejar oleh empat orang. Mereka tidak lain dari Thian-san-ngo-kui, empat orang dari ke lima Thian-san-ngo-kui.
Tanpa membuang waktu lagi Ko Tie menjejak ke dua kakinya, tubuhnya melesat ke depan seperti bayangan saja. Dengan tidak diketahui lagi oleh ke empat orang Thian-san-ngo-kui segera juga tubuhnya meluncur turun dengan ke dua tangannya bekerja.
"Aduhhhh! Aduhhh!" beruntun terdengar suara jeritan dari ke empat orang Thian-san-ngo-kui, karena tubuh mereka segera terjungkal rubuh dan terbinasa!
Giok Hoa girang bukan main ketika melihat munculnya Ko Tie.
"Engko Tie!" berseru si gadis, yang segera menghampiri.
"Mengapa kau menculik anaknya Kwee Lu?" bertanya Ko Tie tidak mengerti.
"Dia...... dia akan kupergunakan sebagai pancingan, karena tadi penjagaan di dalam sangat ketat sekali, aku sengaja menculiknya buat perisai belaka......!" menjelaskan Giok Hoa sambil tersenyum.
Ko Tie mengangguk tanda mengerti.
Giok Hoa waktu itu menurunkan gadis kecil itu, Ko Tie telah menceritakan bahwa ia telah membereskan Jie Sian, juga Kwee Lu. Hanya tinggal Thian-san-ngo-kui yang bungsu, yang belum kelihatan mata hidungnya.
"Dia tentu bersembunyi, karena dia mengetahui, tidak mungkin dia bisa menghadapi kita!" begitu kata Giok Hoa menjelaskan.
"Ya!" Ko Tie mengangguk, "Tapi, kita telah cukup menumpas Kwee Lu dengan pembantu-pembantunya. Anak buahnya telah kuperintahkan agar bubar, tentu tidak ada kejahatan yang terjadi lagi di sekitar tempat ini....."
Baru saja Ko Tie berkata sampai di situ, mendadak dia merasakan sambaran angin yang kuat sekali dari arah belakangnya. Ia lihay, tanpa menoleh, dengan menekuk kaki kanannya, tahu-tahu tubuhnya itu berjongkok sambil berputar dan tangan kanannya meluncur ke atas, dengan ke lima jari tangannya terbuka.
ANDA SEDANG MEMBACA
Anak Rajawali
AdventureLanjutan "Beruang Salju". *note : Jilid kelipatan 5 di cinkeng ini cayhe private, hanya follower yg dpt membacanya. Kamsia
