Jilid 122

608 20 0
                                        

Dan tadi Ko Tie tidak sempat memperhatikan keadaan si gadis. Sekarang dia baru teringat, bahwa tadi dia sampai lupa menanyakan nama si gadis. Dan dia tidak mengetahui juga, siapa yang tampaknya memiliki kepandaian tidak rendah itu?

Di waktu itulah dia telah berpikir, ingin kembali ke tempat tadi di mana dia bertemu dengan gadis itu, guna bercakap-cakap dengannya.

Waktu Ko Tie memutar tubuhnya, tiba-tiba terdengar suara tertawa dingin.

"Dasar pemuda mata keranjang, begitu melihat gadis cantik, segera juga matanya jadi panjang.....!" tiba-tiba terdengar orang yang mengejeknya dari tempat gelap.

Kaget Ko Tie oleh teguran dan ejekan tersebut, dia memutar tubuhnya, dengan mata yang tajam dia mengawasi ke tempat di mana datangnya suara ejekan itu.

Tampak berkelebat sesosok bayangan yang berlari cepat sekali meninggalkan tempat tersebut. Ko Tie menjejakkan ke dua kakinya sekali gus dan dia mengejarnya dengan segera.

"Siapa kau? Berhenti!" berseru Ko Tie sambil mengempos semangatnya.

Tapi sosok tubuh itu, dalam kegelapan malam di tempat tersebut terus juga berlari ke arah luar kota dengan lincah dan gesit sekali, tubuhnya seperti terbang dan ke dua kakinya seperti tidak menginjak tanah.

Ko Tie yang memiliki mata awas, segera melihat pakaian orang itu penuh tambalan. Dialah si pengemis yang tengah dikejarnya! Dan segera juga Ko Tie mengempos semangatnya dia mengejar dengan secepat-cepatnya.

Cuma saja di hatinya segera timbul kecurigaan, apa maksud pengemis itu, sengaja membentur pundaknya kemudian melarikan diri, dan lalu, setelah Ko Tie tidak berhasil mengejarnya, di waktu dia ke hilangan jejak, justeru pengemis itu telah memperlihatkan diri lagi dan berlari buat menyingkirkan diri dari dia!

Dan Ko Tie bukannya pemuda yang tolol. Dia segera dapat menduga pasti ini merupakan pancingan pula dari pengemis itu.

Siapakah pengemis itu? Apa maksudnya memancingnya seperti ini? Apa pula yang telah disiapkan buat mencelakai Ko Tie? Atau di suatu tempat telah berkumpul kawan-kawan si pengemis dalam jumlah yang banyak?

Banyak pikiran dan dugaan yang berkecamuk di dalam benak Ko Tie, waktu dia tengah mengejar. Dia semakin mencurigai si pengemis. Tapi biarpun Ko Tie telah mengejar dengan mengempos seluruh gin-kang yang dimilikinya, tetap saja dia tidak berhasil mengejar pengemis itu, jarak mereka masih terpisah cukup jauh.

Hal ini membuat Ko Tie penasaran, dengan segera ia mempergunakan ilmu berlari tunggalnya, yaitu ilmu lari di atas es! Dia mengejar dengan tubuh seperti terbang di udara, di mana tubuhnya itu melesat sangat cepat dan gesit sekali, dalam waktu yang singkat Ko Tie telah berhasil memperpendek jarak pisah mereka.

Pengemis yang tengah dikejarnya itu terdengar berseru tertahan, rupanya dia kaget tahu Ko Tie telah berhasil mengejarnya semakin dekat.

Segera juga si pengemis mengempos semangatnya berlari semakin cepat. Dan dia berusaha menjauhi diri lagi dari Ko Tie.

Namun dia tidak berhasil, sebab Ko Tie mengejarnya semakin dekat. Dengan mempergunakan ilmu berlari tunggalnya, yang memang menjadi andalan dari Swat Tocu dan telah diwarisi kepada Ko Tie, membuat pemuda itu dapat mengejar dengan cepat sekali. Ilmu andalan ini jika memang tidak diperlukan sekali tentu tidak dipergunakan oleh Ko Tie.

Si pengemis akhirnya menyadari bahwa dia tokh akan tercandak juga. Karenanya dia tidak bermaksud menyingkirkan diri lagi, dia telah berhenti dan menantikan Ko Tie tiba.

Cepat sekali Ko Tie tiba dihadapan pengemis itu, dan pemuda ini juga dengan bantuan sinar rembulan, telah bisa melibat jelas muka tersebut, dia pun segera mengenali siapa adanya jadi terkejut dan heran.

Anak RajawaliCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang