Jilid 165

332 16 0
                                        

Memang Oey Yok Su merupakan Oey Loshia. Si Sesat yang sangat aneh sekali perangainya, karenanya sekarang, melihat sikap Oey Yok Su yang luar biasa itu, benar-benar membuat Ko Tie tidak terlalu heran.

Cuma saja menyaksikan sikap Oey Yok Su seperti itu, tampaknya Oey Yok Su tidak menyukai gurunya, yaitu Swat Tocu.

Diam-diam Ko Tie jadi heran, entah ganjalan apa yang terdapat di antara mereka itu!

Tengah Ko Tie tertegun seperti itu, Oey Yok Su tiba-tiba memandangnya dengan sinar mata yang sangat tajam sekali.

"Di mana gurumu sekarang ini berada?"

Ko Tie ragu-ragu, namun akhirnya ia bilang juga: "Insu...... insu berada..... berada.....!"

Melihat Ko Tie ragu-ragu seperti itu, Oey Yok Su jadi tersinggung, meluap darahnya, ia bilang ketus sekali:

"Tidak usah kau memberitahukan akupun tidak ingin mendengarnya!"

"Boanpwe bersedia memberitahukannya, locianpwe!" kata Ko Tie terkejut dan menyesal telah berlaku ayal seperti itu. "Insu berada di.....!"

"Sudah! Hentikan! Aku tidak mau dengar lagi! Jika memang engkau menyebutkan juga tempat gurumu berada, aku akan menghantam mulutmu jadi hancur!" mengancam Oey Yok Su.

Ko Tie jadi serba salah.

"Sesungguhnya locianpwe......!"

"Masa bodoh! Aku tidak mau tahu!" bentak Oey Yok Su, "Kau tidak perlu membujuk aku! Aku tidak mau mendengar di mana beradanya gurumu itu!"

Benar-benar aneh perangai dari Oey Yok Su. Karena ia tadi yang menanyakan, di mana berdiamnya guru Ko Tie. Hanya disebabkan Ko Tie tidak menjawab dengan segera, membuat dia jadi tersinggung.

Dan malah mengancam kalau Ko Tie memberitahukannya tempat kediaman gurunya, dia yang akan dihajar mulutnya sampai remuk! Ini benar-benar merupakan suatu yang membingungkan Ko Tie.

"Benar-benar luar biasa adat si tua bangka ini!" berpikir Ko Tie di dalam hatinya.

Waktu ia berpikir seperti itu, tampak Oey Yok Su memutar tubuhnya, ia mengeluarkan serulingnya, sambil melangkah, ia meniup serulingnya, langkahnya perlahan-lahan.

Ko Tie terkejut.

"Locianpwe......!" panggilnya.

Oey Yok Su menahan langkah kakinya. Dia menoleh melihat kepada Ko Tie dengan sorot mata yang tajam, kemudian dia menghampiri.

"Ada apa?" tanyanya dengan tawar.

"Boanpwe...... apakah boanpwe akan ditinggal begini saja di sini?" tanya Ko Tie akhirnya.

Oey Yok Su tertawa dingin.

"Apa barangkali kau anggap aku ini pelayanmu yang harus mengurusi dirimu, heh?" jawab Oey Yok Su aseran.

Kaget Ko Tie. Memang luar biasa sekali perangai si tua ini, benar-benar sesat adatnya. Tapi cepat-cepat dia menyahuti: "Bukan begitu, locianpwe.......!"

"Bukan begitu bagaimana? Bukankah tadi engkau mengatakan apakah aku meninggalkan kau begitu saja dan juga menginginkan aku merawati dirimu?"

Ko Tie tersenyum pahit.

"Boanpwe sangat berhutang budi dan juga sangat berterima kasih sekali...... cuma saja...... cuma saja.....!" Ko Tie tidak meneruskan perkataannya.

"Cuma saja bagaimana? Hemmmm, jika kau berani bicara yang bukan-bukan, sungguh-sungguh aku akan menghantam mulutmu!" mengancam Oey Yok Su dengan sikap yang tetap aseran.

Anak RajawaliCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang