Muka Giok Hoa merah padam, malah tahu-tahu cepat sekali pedangnya telah berkelebat menikam kepada Gorgo San. Giok Hoa bermaksud sekali menikam, ia akan dapat menikam mati Gorgo San.
Namun siapa tahu, justeru di waktu itu terlihat Gorgo San menyingkir ke belakang, dan Kiang-lung Hweshio yang maju memapaki dan menangkis serangan Giok Hoa. Hal ini memang disebabkan Gorgo San tengah terluka di dalam yang tidak ringan oleh pukulan Ko Tie beberapa waktu yang lalu. Dan Kiang-lung Hweshio yang telah mewakilinya menghadapi Giok Hoa.
Karena itu, segera terlihat Giok Hoa dan Kiang-lung Hweesio telah bertempur satu dengan yang lainnya. Mereka bertempur dengan hebat sekali.
Tampak tubuh Kiang-lung Hweshio berkelebat-kelebat dengan ringan, dan ia pun sudah mengerahkan sebagian besar tenaga lweekangnya untuk mendesak Giok Hoa. Terlebih lagi pedang si gadis bergulung-gulung dengan dahsyat karena dia mempergunakan ilmu pedang Giok-lie-kiam-hoat.
Dalam keadaan seperti itu, Kiang-lung Hweshio pun tidak bisa bertangan kosong. Ia mempergunakan kayu pemukul bok-hienya untuk menangkis dan menghalau setiap serangan yang dilakukan oleh Giok Hoa.
Sedangkan Giok Hoa semakin berkuatir. Sekarang ia tengah terlibat oleh Kiang-lung Hweshio. Dengan demikian, jelas ia sulit sekali buat melindungi Ko Tie.
Dengan adanya Gorgo San di tempat itu tentu saja keadaan diri Ko Tie semakin terancam bahaya. Karena jika Gorgo San mempergunakan kesempatan itu untuk menganiaya Ko Tie, niscaya si pemuda tidak bisa mengadakan perlawanan yang semestinya.
Jika tokh terpaksa ia menangkisnya, niscaya akan membuatnya jadi terluka di dalam yang lebih hebat. Disamping racun yang mengendap di dalam tubuhnya akan menjadi buyar dan menjalar ke jantungnya. Itulah merupakan ancaman yang tidak ringan.
Maka Giok Hoa hendak mendesak si pendeta dan juga ia bermaksud hendak melompat lagi ke tempatnya semula, yaitu melindungi kekasihnya.
Sedangkan Ko Tie walaupun ia tengah mengerahkan seluruh sin-kangnya buat menindih racun yang mengendap di dalam tubuhnya, toh memang ia merupakan seorang yang memiliki pendengaran yang tajam. Ia telah mendengar percakapan Gorgo San dengan Giok Hoa, juga ia mendengar suaranya Kiang-lung Hweshio sehingga ia menyadari bahwa jiwa dan keselamatannya terancam sekali. Demikian juga keselamatan Giok Hoa, gadis itu bisa terancam bahaya yang tidak kecil.
Dikala itu, Ko Tie sendiri telah gagal beberapa kali untuk mengerahkan tenaga dalamnya guna yang menindih racun yang mengendap di dalam tubuhnya. Akhirnya Ko Tie pun jadi nekad.
Dia berpikir, percuma saja ia membuang waktu untuk memulihkan tubuhnya dari racun itu, dan memunahkan racun tersebut dengan sin-kangnya. Terlebih baik, ia membunuh Gorgo San dan lalu mengambil obat panawarnya dari orang tersebut.
Karena berpikir seperti itu, akhirnya Ko Tie mendadak sekali membentak nyaring, tubuhnya melompat berdiri dan tahu-tahu telah menyerang dengan sepasang tangannya kepada Gorgo San.
Gorgo San bukan main kagetnya, karena di waktu itu ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa Ko Tie bisa melompat bangun dan tahu-tahu melesat kepadanya menyerang dengan pukulan yang dahsyat. Dengan demikian telah membuatnya cepat-cepat menyingkir.
Tapi serangan yang dilakukan oleh Ko Tie memang benar-benar hebat. Karena begitu menyerang tempat kosong, ia tidak menarik pulang tenaga dalamnya, melainkan ia meneruskan serangannya ke arah di mana Gorgo San mengelak.
Begitulah, beruntun tiga tali Gorgo San menghindarkan diri dari serangan yang dilakukan oleh lawannya, dan Ko Tie juga menyerang semakin hebat. Kepandaian Ko Tie memang tinggi sekali, karena itu, sekarang dalam keadaan murka dan nekad, maka ia menyerang tidak tanggung-tanggung kepada lawannya.
ANDA SEDANG MEMBACA
Anak Rajawali
PengembaraanLanjutan "Beruang Salju". *note : Jilid kelipatan 5 di cinkeng ini cayhe private, hanya follower yg dpt membacanya. Kamsia
