Jilid 145

367 15 0
                                        

Sedangkan orang Ang-kie-pay, yang tadi telah menanyakan halnya kematian Oey Tojin kepada Ko Tie, melangkah perlahan-lahan, ia menghampiri Ko Tie dengan sikapnya yang mengancam.

Namun Ko Tie tetap berdiri tegak di tempatnya dengan tenang, sama sekali dia tidak memperlihatkan perasaan gentar sedikit pun juga. Dia telah melihatnya, betapa empat orang tua lainnya pun telah melangkah maju serentak berlima.

Ko Tie diam-diam telah memusatkan tenaga dalamnya. Dia mengetahui, ke lima orang tokoh dari Ang-kie-pay bukanlah sebangsa manusia baik-baik. Ilmu silat mereka walaupun ilmu silat tersesat, namun mereka lihay sekali.

Karenanya, Ko Tie juga bermaksud ingin melihatnya, berapa tinggi kepandaian ke lima orang itu.

Sedangkan orang tua yang seorang itu telah berkata dengan suara yang dingin menahan kemurkaannya. "Tuan, baiklah, aku ingin sekali minta pengajaran dari kau..........!"

Dan menyusul dengan perkataannya itu, cepat bukan main dia telah melompat dan menyerang dengan dahsyat sekali. Tenaga pukulannya itu mengandung kekuatan yang bisa merubuhkan sebatang pohon yang cukup besar.

Ko Tie juga memang merasakan, sambaran angin pukulan itu memang kuat sekali, tapi dia tidak gentar. Sedangkan orang tua itu, karena mengetahui pemuda ini yang telah membinasakan Oey Tojin dan ke lima anak buah Ang-kie-pay lainnya.

Sedangkan kepandaian Oey Tojin sesungguhnya tinggi sekali, maka dapat menduganya bahwa Ko Tie tentunya memiliki kepandaian yang hebat. Maka begitu dia turun tangan, seketika dia menyerang dengan dahsyat.

Pukulan yang dilakukannya itu disertai delapan bagian tenaga dalamnya. Waktu itulah dia melihatnya, betapa Ko Tie sama sekali tak menangkis pukulannya tersebut, hanya berdiri tersenyum-senyum dengan tenang.

Dia jadi girang, dia yakin, begitu pemuda ini berusaha menangkis, tentu sudah terlambat. Karena jarak pukulan itu sudah terlalu dekat. Karena itu, dia memperhebat pukulannya, dia bermaksud dapat merubuhkan Ko Tie dalam sekali hantam saja.

Waktu pukulan itu menyambar lebih dekat, di saat itulah tahu-tahu tubuh Ko Tie telah lenyap dari penglihatan orang tua tersebut. Gerakannya begitu gesit, sehingga si orang tua itupun jadi kabur matanya, karena dia tidak bisa melihat jelas gerakan Ko Tie.

Tahu-tahu Ko Tie telah berada di belakangnya, dengan tangan kanannya dia menepuk pundak orang tua itu. Perlahan tepukannya, tapi akibatnya memang luar biasa buat orang tua itu

Sambil menjerit keras, tubuhnya terjerunuk ke depan. Hampir saja dia ambruk rebah di tanah, kalau saja dia tidak cepat-cepat mengendalikan kuda-kuda ke dua kakinya.

Di saat itu ke empat orang tua lainnya, yang kaget melihat kawan mereka telah ditepuk terjerunuk seperti itu, segera juga menjejakkan ke dua kaki mereka, menerjang serentak. Ilmu pukulan mereka merupakan pukulan yang telengas sekali, yang bisa mematikan.

Tubuh Ko Tie berkelebat-kelebat ke sana ke mari dengan lincah, dan setiap pukulan lawannya dapat dihindarkan dengan mudah.

Malah, setiap kali ada kesempatan dia telah membalas menyerang. Serangan Ko Tie bukan berupa pukulan, dia cuma menepuk, dan selalu berhasil.

Serangan demi serangan. Ke empat orang tua itupun telah kena ditepuk pundaknya, dan mereka telah dimusnahkan ilmu silat dan tenaga dalam mereka, seperti orang tua yang pertama itu!

Ke lima orang tua itu berdiri dengan wajah yang pucat dan tubuh yang menggigil. Tampak mereka berdiam diri dengan mata yang memandang penuh dendam.

Ko Tie juga telah berdiri di depan mereka sambil tertawa mengejek.

"Hanya sebegitu sajakah kepandaian dari anggota-anggota Ang-kie-pay?" ejeknya.

Sedangkan orang yang memakai baju hijau itu memandang tertegun mematung. Karena dia tidak menyangka betapa hebatnya Ko Tie. Ke lima tokoh dari Ang-kie-pay, yang diketahuinya memiliki kepandaian yang sangat tinggi, hanya dalam beberapa gebrakan saja. Dia telah berhasil merubuhkannya.

Anak RajawaliCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang